Ini merupakan curahan hatinya Zack, pemikiran-pemikirannya Zack, pertimbangan-pertimbangannya Zack dan Konsep rencana ke depannya Zack
Senin, Juni 25, 2012
Bukan Wanita Biasa
"De'..cariin pendamping buat kakak yaa ?? Mas Rizal udah siap nikah nih !!", begitu tulis e-mail Mas Rizal, kakakku yang kerja di Batam kepadaku, singkat dan jelas..tapi susah !!
Sebab, aku akhir-akhir ini ngerasa jengah banget dengan kriteria macem-macem dari kakakku. Susah juga punya kakak yang bujang lapuk banget seperti dia..abis usianya sudah bisa dikategorikan tua banget, 27 tahun. Memang, menurut dia belum tua banget, abis temen-temen kakak di Batam, sama juga seperti kakak, belum ada yang nikah di usia segitu..bujang lapuk, gitu aku menyebutnya.
Padahal banyak wanita, banyak akhwat yang siap menikah dan tak urung sering mendekatiku agar dikenalkan dengan kakakku. Apalagi didukung postur tubuh dan wajah imut kakakku, yang orang lain takkan menyangka bahwa usia kakakku sudah 27 tahun, kelihatannya sih masih 20 tahunan gitu? Aku sebenarnya mau sih nyariin Kakakku, tapi..dengan kriteria seabreg yang disodorkan kakak padaku, aku jadi nggak tega nyariin buatnya. Pernah kutanya kriteria minimalnya.."Mas, ada kriteria minimalnya nggak ??, coba kusentil dengan pertanyaan seperti itu..
Jawabnya, "Minimal mirip De' Rani aja ya ?? Tapi sepuluh kriteria yang Mas Rizal sebutin tempo hari.. minimal harus ada !! Udah yaa..Mas banyak kerjaan nih, kalo bisa dalam satu - dua bulan ini Mas Rizal nggak nelfon-nelfon lagi, dan lebaran nanti pas Mas Rizal pulang, harus ada !!", nada perintah kakakku terdengar mantap dan jelas, aku sampe terlongong didepan telpon. Tak sadar bahwa Mas Rizal sudah menutup telpon dan mengucapkan salam.
Kubaca lagi kriteria Mas Rizal dalam e-mail yang dikirimkan padaku dua bulan yang lalu. Aku bermaksud akan mencetak e-mail mas Rizal yang panjang tentang "Sepuluh kriteria Mas Rizal itu, diantaranya adalah : Agama dan akhlaknya bagus, Menguasai Fiqh Islam, Bisa sedikit bahasa Arab (minimal Bahasa Arab Pasif, untuk memahami Al Qur'an ) ; Berjilbab ; Sabar ; Cerdas / Smart ; Harus bisa masak, terutama makanan thoyyib dan halal, minimal makanan kesukaan kakak, Sayur Sop ; Mukanya selalu ceria dan bersinar cerah ; Putih ; Tinggi ; Langsing ; dan Menguasai Teknologi (Komputer / Internet), Psikologi, Manajemen. Trus kriteria lain : Kalo bisa matanya bening, dan jernih ; punya lesung pipit yang manis ; pipinya merah delima ; bibirnya merekah ; tubuhnya bersih (tak ada cela) ; bau badannya selalu wangi ; lehernya berjenjang ; mandiri (bisa menghasilkan uang sendiri) ; jari-jemarinya lentik ; dan bisa naek sepeda (sebab di Batam, kemana-mana musti naek sepeda !!) .. entar kalo ada yang kurang, Mas Rizal telfon ade' lagi deh, ok ? Teman-teman ade' khan banyak, cariin ya??" Aduuhh..aku sibuk mencari siapa yaa yang cocok untuk Mas Rizal dari kesemua teman wanitaku. Aku lelah, capek.. tanya ke Ustadzah dengan kriteria seabreg gitu..malu banget rasanya.. Mana ada wanita sesempurna seperti pilihannya.
Sepatah kalimat muncul di nokia mungilku, "De', jangan patah semangat yaa..cariin yang terbaik untuk Mas Rizal !!". Mas Rizal, lagi-lagi dengan sikapnya yang misterius terus mendesakku.. apakah mas Rizal bener-bener siap dengan segala kriteria yang diajukannya ?? Aku sungguh tak mengerti !! Lekas kubalas SMS singkat pula, "Mas Rizal, kalo bisa minta tolong Ustadz - ustadz Mas Rizal sendiri di Batam, yaa..?? Jangan tunggu calon dari ade'..SUSAH !!". Terus terang, kadang aku minder banget dengan kriteria mas Rizal yang bejibun banyaknya, aku saja tak memenuhi kriterianya. Pusiiiingg !!! Ya Robb, tunjukkan hidayah bagi mas Rizal !! Itu calon Mas Rizal, kakakku satu-satunya, bagaimana juga dengan calon para Ikhwan di luar sana ?? Deuuy..tahu begini aku tak menyuruh Mas Rizal cepat-cepat nikah !! Anganku melayang kemana-mana, sebab memang aku yang mendesak Mas Rizal nikah, karena usiaku yang tak terpaut jauh darinya pun ingin segera menggenapkan setengah Dien juga. Tapi dengan permintaan Mas Rizal dan harus secepat ini ?? Tak tahulah aku !! Malam ba'da Qiyamul Lail, aku sengaja menyeleksi beberapa orang wanita atau akhwat kenalanku yang sekiranya memenuhi persyaratan ideal Mas Rizal yang kesepuluh. Pertama Si Fitri, "Semuanya cocok, tapi..ups.. dia agak tulalit orangnya, dan satu lagi ia suka latah kalo kaget, aku menggumam sendirian. Si Wati, Nita, Via, Risa..Ahh? capek.. tak ada yang memenuhi syarat kesepuluh dari Mas !! *******************************************
"Tiiiiiiiiiiiiiiiitttttttt?", terkaget aku mendengar suara jam beker memekakkan telingaku..sudah hampir subuh.. Ahh, aku ketiduran semaleman ditemani biodata teman-temanku. Bersijingkat aku dari tempat tidur, segera mengambil air wudlu.. "Alhamdulillah..", segar pagi itu terasa sangat menyejukkan hatiku. Hampir jam tujuh pagi, sebelum menyiapkan diri untuk berangkat mengajar di sebuah SMU, aku mencari-cari catatan kriteria Mas Rizal yang kemarin sudah kucetak. Kurang sebulan lagi sudah lebaran, aku harus berusaha keras mencari data akhwat ke teman-temanku yang lain, rencanaku sepulang dari mengajar nanti. Kusimpan baik-baik alamat beberapa teman SMU, teman kuliahku dulu, agar nanti tak kerepotan aku mencari sendiri. Aku akan minta tolong mereka juga. Ikhtiarku..
"Kring..kring..", telfon di dekatku langsung kusambar, "Assalammu'alaikum..", terdengar sahut salam di seberang sana, "Ini De'Rani, yaa ?? De'..ini Mas Rizal.. gimana khabarnya ?? 'Afwan, Mas Rizal sengaja telfon pagi-pagi gini. Tadi ada acara di rumah Ustadz Mas Rizal, jadi sekalian Mas Rizal telfon ade', pengen tahu perkembangan pencarian buat mas Rizal, yang memenuhi kriteria ada nggak ?", intonasi suara Mas Rizal terdengar mantap dan agak riang. "Belum Mas !! 'Afwan yaa..Ade' ndak punya temen seperti kriteria Mas Rizal !!", suaraku mantap. "Ya udah deh, nggak usah repot-repot..Mas Rizal nggak mau ngerepotin ade' !".
"Bener nih ?? Ntar ade' nggak jadi nikah dong Mas ?? Sebab, Ibunda bilang kalo Ade' pengen nikah, musti nunggu Mas Rizal nikah dulu, lagipula ade' nggak mau duluan dari Mas Rizal nikahnya ??", aku mencoba beri pengertian pada Mas Rizal. Sebab Ibundaku mulai khawatir aku menjadi perawan tua, nggak laku kawin gara-gara nunggu mas Rizal nikah.
"De', makanya ade' nggak usah repot-repot nyeleksi akhwat untuk Mas Rizal. Insya Allah, ada khabar baik dari Ustadz Mas Rizal?.". terdiam lama mas Rizal. "Halo..mas Rizal masih disitu ?? Khabar baik apaan mas ??", ucapku bersemangat.
"Insya Allah, permata dunia seperti kriteria Mas Rizal sudah tersedia. Dan tadi Mas Rizal udah ta'aruf dengan akhwat itu, jadi ..Mas minta Ade' kasih tahu sama Ibunda dan Ayah, kalo dalam waktu dekat Mas mau mengkhitbah akhwat pilihan Mas Rizal, sekaligus mohon restu, agar pernikahan Mas Rizal akan diadakan secepatnya di Batam - rumah akhwat calon Mas, kalo di Jakarta, rumah kita, Mas Rizal mau aja, tapi bilang ama Keluarga, Mas Rizal mau secara sederhana saja, sebab waktu cuti kerja buat Mas Rizal cuma seminggu. Kalo Ade' dan keluarga pengen ikut ke Batam, biayanya Mas Rizal transfer aja ke rekening ade' dalam waktu dekat.. kasih tahu Mas Rizal yaa..?? gimana ??".
Aku hanya bisa terpana mendengar tuturan panjang Mas Rizal, jadi..jodoh Mas Rizal sudah ada ?? "Subhanallah.. Barakallah.. Alhamdulillah, ade' nggak repot-repot nyariin buat Mas Rizal. Mungkin, cuma Ibu ama Bapak, dan Ade' aja yang ikut, yaa ? Keluarga besar kita ndak ikut ke Batam ?? Trus kesana pake' uang ade' dulu aja, entar kalo mas Rizal abis nikah, mas Rizal ganti yaa ??", ucapku merajuk
"Ya, udah dech De'..By The Way..kriteria Abang yang kemaren itu, semuanya sudah dimiliki oleh Akhwat, calon istri pilihan Abang. Mas Rizal harap Ade' dan keluarga nggak kaget yaa entar kalo melihat akhwat tersebut !! Ok ?? Eh, udah dulu yaa.. pulsanya jalan terus nih, entar keburu abis pulsa HP Mas Rizal..udah yaa ? Wassalammu'alaykum Wr.Wb".
Kuletakkan gagang telfon setelah mengucapkan salam. Khabar baik dari Mas Rizal telah menemukan apa yang selama ini dicarinya, akhwat pilihan Mas Rizal, entah sempurna seperti apakah pilihan Mas Rizal, kriteria yang bejibun banyaknya yang membuatku minder, mudah-mudahan wanita, akhwat pilihan mas Rizal memang paket special dari Allah untuk mas Rizalku yang cakepnya juga diatas rata-rata..
Sujud Syukur segera kutunaikan, karena tak perlu hari ini aku berpayah-payah mencari ke beberapa temanku untuk mencari wanita spesial buat mas Rizal, karena toh akhwat itu ternyata tak jauh dari tempat Mas Rizal bekerja di Batam. **************************************
Rombongan Mas Rizal, aku, kedua orangtuaku, dan Ustadz Mas Rizal serta beberapa dari teman ikhwan Mas Rizal mendampingi Mas Rizal di hari resepsi pernikahan yang lumayan sederhana. Aku dan pihak keluarga masih belum dikenalkan oleh calon Istri Mas Rizal. Mas Rizal belum mengijinkan, sebab itu surprais dan kejutan manis buat kami sekeluarga.
Aku masih berada di belakang mas Rizal, ketika akad nikah berlangsung, akhwat-calon istri Mas Rizal masih di dalam kamar pengantinnya. Setelah resmi akad nikah dilakukan dan kedua calon mempelai dipertemukan serta melakukan sholat sunnah. Tibalah aku dipertemukan dengan istri Mas Rizal yang ternyata.. Subhanallah..Allahu akbar..
Berdegup jantungku, melihat Mas Rizal memanggilku dan kedua orangtuaku?"De', sini deket ama Mas Rizal, sama Ibu dan Bapak yaa..Mas Rizal mau kenalin nih ama Istri Mas tercinta", ucap Mas Rizal sambil berkedip kearah istrinya yang saat itu menggunakan gaun putih pengantin, sementara Mas Rizal mengenakan jas, serasi dengan gaun istrinya.
"Mbak Izzah. De' Rani..udah kenal ama Mbak khan di Jakarta ??", suara lembut wanita itu singgah ke otakku. Allahu Robbi..Aku tak percaya melihat sosok wanita dihadapanku..sosok akhwat mulia yang menjadi pendamping Mas Rizal..Allahu Akbar..kiranya inilah bidadari sempurna yang diberikan Allah pada Mas Rizal di dunia, dan lidahku kelu tak bisa berkata apa-apa untuk mengungkapkan semua yang muncul sekilas dihatiku dan ingin segera kukatakan pada Mas Rizal. Tiba-tiba..dari sudut mataku, aku menangis terharu.. bahkan kedua orang tuaku pun demikian, tak percaya dengan wanita pilihan Mas Rizal..yang bukan hanya sempurna, tapi memang bukan sekedar wanita biasa.. Kami telah mengenal wanita itu sejak lama.. Subhanallah.. ****************************************
Yup..Wanita atau Akhwat Spesial pilihan Mas Rizal, adalah seorang Janda (istri dari salah satu ikhwan yang telah meninggal dalam usahanya berdakwah di Ambon, menegakkan Ad Dien), usianya pun sudah hampir 32 tahun, anak Beliau sudah empat, mirip ketika Nabi SAW menikahi Ibunda Khadijah r.a..yang hingga akhir hayatnya setia mendampingi Rasulullah SAW.
Alhamdulillah..agaknya kedua orangtuaku pun setuju dengan pilihan Mas Rizal, karena sejak dulu Ibundaku sangat menghormati Mbak Izzah Syifana, istri Mas Rizal, bahkan ingin segera menjodohkan Mas Rizal dengan Beliau meski statusnya sudah menjanda. Tetapi Mbak Izzah terlanjur pindah mengikuti kehendak kakaknya yang Ustadz juga di Batam. Tak tahunya..jodoh memang tak kemana, di Batam pula akhirnya Beliau dipertemukan dengan Mas Rizal, Kakakku tercinta. Baru aku tahu, kenapa banyak kriteria yang Mas Rizal ajukan, sebab Mas Rizal memang orang yang spesial, sehingga berbesar hati dan berlapang dada menerima akhwat yang terlampau lebih spesial dari kriteria Mas Rizal sendiri !! Semoga Barakah dan limpahan rahmat senantiasa menyertainya..Amin. Dalam e-mail Mas Rizal, dua bulan sejak resepsi sederhana diJakarta, rumah kami sekeluarga, Mas Rizal baru menerangkan kenapa banyak sekali kriteria yang diajukan Mas Rizal kepadaku, sebab hampir-hampir saat ini memang tak ada akhwat sejenis itu di Jakarta, kecuali akhwat produk jaman kuliah Mas Rizal, yang memang aku mengakui sangat bagus ghirah atau semangatnya dalam berdakwah.
Teman-temanku yang pernah memendam hati pada Mas Rizal serentak 'agak' kecewa, setelah kusampaikan kabar terbaik tentang pernikahan Mas Rizal, karena Mas Rizal perfect banget orangnya.
Lantas, Mas Rizal menuturkan kembali, tentang kriterianya satu persatu : "De' Rani, tahu ngga' kenapa harus banyak kriteria untuk istri Mas ? Mas Rizal ingin ade' seperti Mbak Izzah, istri Ms untuk meningkatkan kualitas pribadi ade', diantarannya ialah : Agama dan akhlak ade' musti bagus, Menguasai Fiqh Islam, Bisa sedikit bahasa Arab (minimal Bahasa Arab Pasif, untuk memahami Al Qur'an) : Mas Rizal pun hingga kini belajar capai semua dengan susah payah, sampai menunda nikah di usia yang ke-27, sebab lelaki yang jadi Qowwam / pemimpin dalam keluarganya dan ketika di rumah, sang Istri wajib kiranya mengajari hafalan Qur'an pada jundi - jundiyahnya..
Berjilbab : karena ia sering membersihkan / mengeramasi *RAMBUT*nya dengan *JILBAB* yang akan menghilangkan *KETOMBE* dari pandangan lelaki yang belum tentu menjadi *JODOH* nya ! Sudah jelas khan De' kriteria seperti ini ?? Yang pasti Akhwat dong De'..:).. Istri Mas musti Sabar dan tahan bantingan : he..he.. maksud Mas Rizal, sabar saat suka dan duka .. mendampingi Mas Rizal yang kurang sabar..he.. he.. ketahuan yaa De'..tapi hingga saat ini, Mas Rizal belajar sabar dari..Mbak Izzah !
Cerdas / Smart : Ini perlu, untuk kelanjutan visi dakwah Mas Rizal, menegakkan Islam di Bumi Allah dan bisa mengambil kebijakan ketika Mas Rizal mengalami kesulitan..Amin..
Harus bisa masak, terutama makanan yang thoyyib dan halal, minimal makanan kesukaan kakak, Sayur Sop : Ups..yang satu ini musti De', tapi jangan diketawain yaa, sebab apa gunanya bisa masak doang, tapi nggak taunya ada yang haram dalam bumbu atau gak bergizi tuk perkembangan jundinya kelak..:).. Mukanya selalu ceria dan bersinar cerah : Maksud Abang, Akhwat tersebut harus selalu berhias dan pake' bedak di *WAJAH*nya dengan *AIR WUDLU*, niscaya akan bercahaya diakhirat, dan menyejukkan pandangan Abang, ketika melihat muka Beliau sepulang Abang dari kerja..
Putih : Seputih ruhani dan hatinya akibat sering Sholat Sunnah di malam hari, hingga hatinya senantiasa bebas dari penyakit hati, seperti dengki, iri, hasutan, dan lainnya, ade' pasti tahu mengenai hal ini..
Tinggi : Sebab ia selalu memasang *SEPATU JIHAD* pada *KEDUA KAKI*nya untuk menegakkan Kebenaran dan Keadilan di bumi ?, bukan untuk membuatnya Tinggi hati / sombong !!
Langsing : dengan tubuhnya yang langsing ia mampu QANAAH dalam mengarungi bahtera rumah tangga kami kelak, ini diperlukan, agar ia mampu Zuhud, berkecukupan dengan ma'isyah atau penghasilan dari Mas, baik sedikit maupun banyak, sehingga dan satu lagi..ia biasa Shoum / Puasa sunnah..Alhamdulillah, yang pasti ade' juga donk !!
Menguasai Teknologi (Komputer / Internet), Psikologi, Manajemen : Untuk mendidik jundi-jundiyah Mas Rizal kelak, agar mampu berkiprah di tengah masyarakat dan mengahadapi tantangan jaman..
Kalo bisa matanya bening, dan jernih : Akhwat tersebut mampu menjadikan *GHADDUL BASHOR* (Menundukkan Pandangan) sebagai *HIASAN KEDUA MATA*nya, niscaya makin bening dan jernih.
Punya lesung pipit yang manis : sebab ia selalu merawat *LESUNG PIPIT*nya dengan *MASKER SENYUMAN*, niscaya dihadapan Mas Rizal senyum-nya akan semakin berseri-seri menawan hati..ehm
Pipinya berwarna merah delima : Ia harus menggunakan *PEMERAH PIPI* pada pipinya dengan Kosmetika *RASA MALU* yang dijual di *SALON IMAN*, agar ia terlihat anggun di depan Mas Rizal..
Bibirnya merekah : karena setiap berhias, ia senantiasa mengoleskan *LIPSTIK KEJUJURAN* pada *BIBIR* nya, niscaya akan semakin indah. Tubuhnya bersih (tak ada cela) => sebab ia senantiasa membaluti *TUBUH*nya dengan *PAKAIAN TAQWA*, niscaya ia makin bersahaja, begitu juga dengan telinganya yang selalu dipakaikan *GIWANG MUSTAMI' (PENDENGAR)*, agar selalu taat dan patuh kepada ? dan Rasul-Nya, serta nurut pada suami tentunya..yaa De' ??
Bau badannya selalu wangi : sebab ia selalu memakai *SABUN ISTIGHFAR* untuk meng-hilangkan semua dosa dan kesalahan yang ia lakukan. Lehernya berjenjang : Tak lupa ia selalu mengenakan *KALUNG 'IFFAH (KESUCIAN)* di*LEHER* jenjangnya, niscaya akan semakin berkilauan. Jari-jemarinya lentik : karena ia menghiasi *KEDUA TANGAN*nya dengan *GELANG TAWADHU' (RENDAH HATI)*, niscaya orang akan kagum padanya dan memberi *JARI-JARI LENTIK*nya dengan *CINCIN UKHUWAH Islamiyah* (persaudaraan di Jalan Allah - ?), niscaya ia makin disayang banyak orang, terutama Mas Rizal..:)..
Mandiri (bisa menghasilkan uang sendiri) : agar ketika Mas Rizal di PHK atau nggak kerja lagi atau berangkat Jihad atau Dakwah, Beliau - Istri Abang mampu memberi asap untuk dapurnya.. Lagi pula, Mas Rizal rencananya pengen Poligami..ups.. of the record deh ! Tunggu Bulan Madu yang belum selesai..dan nunggu Mas Rizal punya rumah mewah, mobil de el el..eh mungkin ndak yaa De' ?? J
Dan bisa naek sepeda : yang ini nih belajar tirakat juga, abis kalo di Batam, kemana-mana musti naek sepeda, Mas Rizal kan belum bisa beli Motor / Mobil sendiri !! Biaya hidup di Batam mahal..dua kali lipat di Jakarta De'..jadi musti hemat !! Di Akhir e-mailnya yang terlampau panjang, Mas Rizal menuliskan kata-kata : "Kalo kita berkualitas dan spesial di hadapan Allah, niscaya jodoh yang akan datang kepada kita pun demikian seperti halnya kita". ***************************************
EPILOG : Allahu Akbar..begitu panjang penjelasan kriteria Abang, yang aku sendiri belum bisa mencapainya hingga saat ini.., aku tak tahu sejak kapan mas Rizal memperoleh kriteria yang Subhanallah, tak sanggup aku menjadi wanita sempurna seperti makna yang ada didalamnya, tapi aku tetap bertekad untuk belajar membaiki semuanya seperti apa yang diinginkan Mas Rizal..kakakku sayang.
No body's perfect !! Kini, diusiaku yang ke-24 tahun, saat nikah itupun tiba.dan telah hadir pendamping disisiku.. kriterianya pun tak jauh seperti Mas Rizal..Beliau seusia Mas Rizal, 27 tahun.
Beliau tidak seperti kebanyakan lelaki biasa, bukan sekedar ikhwan biasa, Beliau teramat spesial yang dihadirkan Allah untukku. Namanya Bang Arif, begitu aku memanggilnya.. Bang Arif sudah beristri.. dan aku sudah mempercayakan biduk rumah tanggaku padanya.. tuk bersedia Poligami.. Selama ini hubunganku dengan mbak Aisyah, istri Bang Arif pun baik-baik saja, dan hingga kini pun ada perasaan rughbah (kesenangan) diantara kami berdua. Dari beliau, Mbak Aisyah juga aku bisa belajar menjadi wanita sholehah idaman ikhwan..eh maksudku ..idaman Insan !! Karena dari tangan-tangan wanita Sholehah akan terlahir mujahid-mujahidah dakwah baru yang akan menegakkan Islam di Bumi Allah..
Disamping itu, kami..Aku, Mbak Aisyah dan Bang Arif tak pernah henti untuk saling memotivasi.. Allahu Akbar..!! [28082002..saat detik-detik "Mati" seakan tertatih dan kerap menghampiri..Ya Robbi.. sabarkan aku meniti panjangnya jalan dakwah ini.. Amin !!] Buat ".." yg belum nikah..kapan nikah ?? ditunggu undangannya !
Dedicated to : ".." yg buatku terpacu merindu syahid, Akh "Gustavo" (Jazakallah atas ide temen-temen di UTA, yang mengilhami hingga cerpen ini ada, serta tak lupa support dari kru Insan).
Kado buat Pengantin baru : B'Afri (dan Izis-nya) yang masih terlantun 'Tak Sekedar Kata' dari lisannya, agar ana tetap Sabar, Istiqomah dan semangat menjalani kehidupan ini ; Uda Ari (dan D'Wira) ; U'D ; serta A'Gustv.. Barokallahu lakum wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakum fii khoir..Afwan !! For All My Friends.. Kriterianya jangan tinggi2 yaa..:) .. Keep fighting with Jihad in Your Heart !!
BELAJAR DENGAN PENEBANG POHON
Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh...
Semoga keselamatan, kasih sayang dan keberkahan Allah selalu untuk Anda...
Sahabat Hikmah…
Ada seorang saudagar kaya raya dan rendah hati ingin memberi pekerjaan kepada seorang petani yang kuat. Suatu hari dipanggillah seorang petani tersebut,
"Wahai bapak yg memiliki tubuh yg sangat kuat, aku ingin memberimu hadiah 1000 keping emas, tapi ada syaratnya."
“Apa syaratnya tuan?” Tanya sang petanni.
“Saya akan memberikan 1000 keping uang emas kepadamu jika kamu mampu menebang 1000 pohon di kebunku dalam waktu 100 hari, jika dalam 100 hari kamu menebang pohon kurang dari itu maka hadiah tersebut tidak akan aku berikan” jawab sang saudagar.
Wow ...berarti dengan menebang sebatang pohon dia akan dibayar dengan sekeping uang emas? Dengan modal badan yang kuat dan kapak yang tajam serta impian untuk membahagiakan orang-orang yang dicintainya, sang petani menyanggupi, “ Saya akan melakukannya tuan.”
Syarat itu berusaha dipenuhi dengan diperlihatkan keberhasilannya menebang 20 pohon dengan mudah di hari pertama, setelah itu sang petani itu pun pulang untuk istirahat sambil membawa kapak yg digunakan menebang pohon tersebut.
Sang petani berpikir apabila di hari pertama saja sudah berhasil menebang 20 pohon, hampir bisa dipastikan jika syarat itu pasti terpenuhi.
Ternyata setelah tiba hari ke-100 syarat itu "gagal" terpenuhi karena sang petani hanya mampu menebang 500 pohon.
Lalu dimana letak kegagalannya???
Padahal tubuh sang petani kuat dan semangatnya begitu tinggi?
Apakah karena tidak terbiasa menebang pohon?
Tapi di hari pertama kan sudah berhasil menebang 20 pohon?
Jadi kalau dihitung khan 100 x 20 = 2000 pohon?
Bahkan seharusnya bisa selesai dalam 50 hari?
Lalu dimana letak kesalahannya???
Setelah diteliti secara detail akhirnya di temukanlah sebuah kesalahan yg sangat fatal, yaitu sang petani itu hanya mengandalkan kekuatannya dia menggunakan kapaknya setiap menebang pohon secara terus-menerus dan lupa mengasahnya sehingga hari demi hari kapak itu menjadi tumpul dan tidak setajam ketika hari pertama.
Sahabat …
Apabila kisah di atas kita hubungkan dengan kehidupan kita...ternyata masih banyak diantara kita yang melakukan kesalahan yang sama dengan yang dilakukan sang petani tersebut.
Sang petani sebenarnya sudah bagus, dia berani mengambil tantangan sang saudagar dan menggapai impian 1000 keping emas untuk membahagiakan orang-orang yang dicintainya. Karena berapa banyak orang yang tidak berani mengambil tantangan dan menggapai impian yang besar. Mereka mempunyai prinsip hidup seperti air mengalir saja. Tidak perlu tujuan dan cita-cita yang besar. Dan sang petani tidak seperti itu, dia berani menggapai impian yang besar dan berani membayar harganya.
Tetapi impian besar dan semangat tinggi tidak cukup…
Kita mempunyai cita-cita dan impian yang besar…
Menjadi manusia yang SUKSES dalam segala hal…
Sukses sebagai pribadi yang baik dan sholeh sampai akhir hayat…
Sukses membina keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah…
Sukses dalam karir dan bisnis …
Sukses menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang banyak…
Dan sukses yang sesungguhnya yaitu selamat dari siksa neraka dan mendapat rahmat Allah dimasukkan ke dalam surga…
Itu semua adalah impian dan cita-cita yang besar...
Semakin besar impian pasti semakin sulit mencapainya,
Dan pasti akan menghadapi tantangan dan masalah yang besar
Tapi kita lebih suka menjadi orang yang tidak suka perubahan.
Kita malas mengasah kemampuan diri kita…
Manusia adalah makhluk yang kompleks…
Banyak hal yang harus diasah untuk mencapai impiannya…
Mengasah kesehatan fisik kita dengan berolahraga
Mengasah kemampuan berpikir dengan banyak membaca dan belajar
Mengasah ruhani kita dengan banyak membaca Al-Quran, hadir di majlis taklim/dzikir, dan beribadah
Mengasah jiwa kita dengan memberikan cinta dan kasih sayang kepada orang lain
Mengasah kemampuan skill dengan berlatih dan beraktivitas
Mengasah kemampuan berbisnis kita dengan belajar kepada orang sukses
Mengasah kepemimpinan kita dengan memimpin diri sendiri dan keteladanan
Mengasah kesadaran kita dengan banyak merenung dan bermuhasabah
Mengasah semangat kita dengan berkumpul bersama orang-orang positif
Insya Allah dengan selalu mengasah hal tersebut diatas, apapun impian anda akan tercapai selama Allah berkehendak...Yang jelas sesuai firman-Nya :
INNALLAAHA LAA YUGHOYYIRU MAA BI QOUMIN HATTAA YUGHOYYIRUU MAA FII ANFUSIHIM
" Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah 'dirinya sendiri' (maa fii anfusihim)."
OK… AMBIL TANTANGAN…. DAN JANGAN LUPA ASAH KAPAK ANDA !!!
Apakah Anda berada di Habitat yang Tepat?
Pernahkah Anda melihat Singa?
Sebagian besar mungkin pernah.
Di mana? Di kebun binatang?
Ya sebagian besar melihat singa di kebun binatang, betul?
Apakah Anda takut ketika melihat singa di kebun binatang? Tidak.
Kenapa? Karena Singa sudah dalam kerangkeng.
Kalaupun ada yang dilepas, singanya sudah jinak,
kita bisa menyentuh bisa berfoto ria.
Bagaimana jika Anda bertemu singa di habitatnya alam bebas?
Menakutkan bukan?
Seandainya saja kita melihat singa 50 m jaraknya dari kita di alam bebas,
jantung kita sudah terasa copot.
Lemas, karena hampir tidak mungkin bisa lepas dari mangsanya.
Apa yang membedakan singa di padang Afrika dengan singa
di kebun binatang di kebun binatang? Atau di sirkus?
Kenapa singa di sirkus jadi bahan hiburan, tetapi singa di padang rumput menakutkan?
Singa menakutkan di padang rumput, karena padang rumput adalah habitatnya.
Ketika singa berada di habitatnya mereka mempunyai segala kemampuannya dan menjadi mahluk menakutkan.
Ikan piranha sungguh menakutkan.
Tapi ketika ditaruh di dalam aquarium ikan ganas itu menjadi hiasan yang menarik.
Ikan hiu juga ganas, tetepi ketika ada di aquarium raksasa menjadi totonan.
Jika ikan hiu diletakkan di tengah lapangan, mungkin 1 jam pertama mungkin menggelepar dengan taring terbuka, menakutkan, tapi setelah itu lemas menuju ajal.
Semua mahluk ketika diluar habitatnya maka mereka menjadi lemah.
Bagaimana dengan kita?
Setiap kita juga mempunyai habitatnya (boleh di baca jati diri) masing-masing, apabila kita keluar dari habitat tersebut maka kita akan lemah.
Habitat atau jati diri kemuliaan manusia terletak pada akal dan hatinya, ketika manusia kehilangan ini maka ia kehilangan kemuliaannya.
Seorang pemimpin habitatnya adalah amanah dan kapabilitas. Kalau mereka kehilangan amanah dan tidak punya kapabilitas maka segala yang dipimpinnya akan menuju kehancuran.
Seorang muslim (mohon maaf bagi yang beragama lain jika tidak terlalu familiar dengan bagian ini), habitatnya adalah Al Quran dan hadits. Jika muslim ada dalam habitat ajaran Quran dan hadist maka mereka akan menjadi umat terhormat, punya harga diri, berperestasi dan menyejukkan bagi lingkungan dan masyarakat(rahmat bagi sekalian alam). Jika Muslim keluar dari habitat Quran dan hadits (sebagaimana sebagian besar muslim di dunia saat ini) maka mereka kehilangan harga diri, jadi cemoohan, tertawaan, dan direndahkan.
Fenomena musholah yang ditempatkan di lokasi yang tidak strategis dan sulit dijangkau di sebagian besar mall (padahal ruang merokok ada di tempat strategis dan terkesan mewah) atau fenomena aksi main hakim sendiri atau perusakan atas nama agama, adalah sedikit contoh yang terjadi akibat muslim sudah keluar dari habitat aslinya Quran dan hadits. Karena tidak berpegang dengan ajarannya, maka Muslim tidak punya kekuatan bargain dan menjadi silent majority, tetapi di sisi lain ada juga yang memaksakan kehendaknya jadi bertindak belebihan atau anarkis. Jadi tidak proporsional (tidak tawazun).
Orang sukses habitatnya adalah berkumpul dengan orang sukses, membaca buku-buku positif dan bergaul dengan orang yang berpikiran positif, ikut fan page positif, dan aktif di website yang memberi energi positif.
Pelajar dan ilmuwan, habitatnya di dunia buku, pustaka, dan diskusi.
Intinya, pada setiap individu, pada setiap profesi ada tempat atau atmosfer yang paling ideal untuk mencapai puncak.
Temukan atmosfer tersebut, cari habitat terbaik dan Anda akan sukses.
Insya Allah.
__________________-
by : Isa Alamsyah
Sebagian besar mungkin pernah.
Di mana? Di kebun binatang?
Ya sebagian besar melihat singa di kebun binatang, betul?
Apakah Anda takut ketika melihat singa di kebun binatang? Tidak.
Kenapa? Karena Singa sudah dalam kerangkeng.
Kalaupun ada yang dilepas, singanya sudah jinak,
kita bisa menyentuh bisa berfoto ria.
Bagaimana jika Anda bertemu singa di habitatnya alam bebas?
Menakutkan bukan?
Seandainya saja kita melihat singa 50 m jaraknya dari kita di alam bebas,
jantung kita sudah terasa copot.
Lemas, karena hampir tidak mungkin bisa lepas dari mangsanya.
Apa yang membedakan singa di padang Afrika dengan singa
di kebun binatang di kebun binatang? Atau di sirkus?
Kenapa singa di sirkus jadi bahan hiburan, tetapi singa di padang rumput menakutkan?
Singa menakutkan di padang rumput, karena padang rumput adalah habitatnya.
Ketika singa berada di habitatnya mereka mempunyai segala kemampuannya dan menjadi mahluk menakutkan.
Ikan piranha sungguh menakutkan.
Tapi ketika ditaruh di dalam aquarium ikan ganas itu menjadi hiasan yang menarik.
Ikan hiu juga ganas, tetepi ketika ada di aquarium raksasa menjadi totonan.
Jika ikan hiu diletakkan di tengah lapangan, mungkin 1 jam pertama mungkin menggelepar dengan taring terbuka, menakutkan, tapi setelah itu lemas menuju ajal.
Semua mahluk ketika diluar habitatnya maka mereka menjadi lemah.
Bagaimana dengan kita?
Setiap kita juga mempunyai habitatnya (boleh di baca jati diri) masing-masing, apabila kita keluar dari habitat tersebut maka kita akan lemah.
Habitat atau jati diri kemuliaan manusia terletak pada akal dan hatinya, ketika manusia kehilangan ini maka ia kehilangan kemuliaannya.
Seorang pemimpin habitatnya adalah amanah dan kapabilitas. Kalau mereka kehilangan amanah dan tidak punya kapabilitas maka segala yang dipimpinnya akan menuju kehancuran.
Seorang muslim (mohon maaf bagi yang beragama lain jika tidak terlalu familiar dengan bagian ini), habitatnya adalah Al Quran dan hadits. Jika muslim ada dalam habitat ajaran Quran dan hadist maka mereka akan menjadi umat terhormat, punya harga diri, berperestasi dan menyejukkan bagi lingkungan dan masyarakat(rahmat bagi sekalian alam). Jika Muslim keluar dari habitat Quran dan hadits (sebagaimana sebagian besar muslim di dunia saat ini) maka mereka kehilangan harga diri, jadi cemoohan, tertawaan, dan direndahkan.
Fenomena musholah yang ditempatkan di lokasi yang tidak strategis dan sulit dijangkau di sebagian besar mall (padahal ruang merokok ada di tempat strategis dan terkesan mewah) atau fenomena aksi main hakim sendiri atau perusakan atas nama agama, adalah sedikit contoh yang terjadi akibat muslim sudah keluar dari habitat aslinya Quran dan hadits. Karena tidak berpegang dengan ajarannya, maka Muslim tidak punya kekuatan bargain dan menjadi silent majority, tetapi di sisi lain ada juga yang memaksakan kehendaknya jadi bertindak belebihan atau anarkis. Jadi tidak proporsional (tidak tawazun).
Orang sukses habitatnya adalah berkumpul dengan orang sukses, membaca buku-buku positif dan bergaul dengan orang yang berpikiran positif, ikut fan page positif, dan aktif di website yang memberi energi positif.
Pelajar dan ilmuwan, habitatnya di dunia buku, pustaka, dan diskusi.
Intinya, pada setiap individu, pada setiap profesi ada tempat atau atmosfer yang paling ideal untuk mencapai puncak.
Temukan atmosfer tersebut, cari habitat terbaik dan Anda akan sukses.
Insya Allah.
__________________-
by : Isa Alamsyah
Shalat Bukanlah Meditasi
Shalat bukanlah meditasi. Adapun ada manfat meditasi dalam shalat saya pikir itu bonus dari Allah.
Zakat bukanlah membayar upeti atau pajak. Adapun yang harus dikeluarkan untuk membayar zakat adalah sebagian harta kita saya pikir sebagaimana energi, harta tidak boleh dibiarkan menggumpal pada satu pihak. Ia bisa meledak.
Puasa bukanlah upaya menyiksa diri. Adapun puasa haruslah menahan makan dan minum sampai merasa lapar saya pikir kita memang membutuhkan situasi benar-benar lapar, benar-benar dahaga, benar-benar loyo agar tenaga fisik melemah dan tenaga batin menguat.
Haji bukanlah plesir ke tanah suci. Adapun haji dipahami sebagai napak tilas sejarah Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As karena kita membutuhkan identitas final sebagai ummatan qaanitan.
Keempat rukun Islam itu diawali oleh sebuah ikrar persaksian yang disebut dua kalimat syahadat. Adapun ikrar pertama mengakui Allah Swt adalah tuhan yang berhak dan wajib disembah, sedangkan ikrar kedua mengakui Nabi Muhammad Saw adalah Rasul Allah-- karena manusia memiliki anasir ruhani dan jasmani. Kedua anasir itu dipertemukan oleh ikrar dua kalimah syahadat.
Ingin sekali saya mendiskusikan tema rukun Islam ini, tapi seperti kita tahu keterbatasan ruang halaman dan keterbatasan pengetahuan yang mendorong saya memohon dengan sangat hormat agar Anda ngliwet sendiri mengapa Allah memberikan metodologi rukun islam dengan lima tangga.
Yang saya ketahui ternyata rukun islam ini bukanlah materi ritual dogmatis semata. Rukun islam menuntut kontribusi nyata dalam perilaku sehari-hari kita. Asumsinya adalah bila ada perilaku kita yang kurang tepat dalam mengkhalifahi hidup bukan rukun islam yang salah. Mungkin ada sebagian atau bahkan keseluruhan pemahaman kita tentang rukun islam salah kaprah. Kalau kita main sepak bola dan tiba-tiba kaki kram atau terkilir, kita tidak bisa begitu saja menyalahkan dan mengharamkan sepak bola. Sepak bola dan kegiatan olah raga lainnya adalah metode menjaga kesehatan. Sebilah pisau di tangan seorang mutilator akan sangat berbahaya dan menjanjikan kematian ganas.
Bila perilaku kita sering salah-salah bukan berarti kita perlu mencari metodologi selain shalat meskipun tersedia banyak sekali metode olah jiwa yang ditawarkan oleh agama pluralis. Sebut saja meditasi yang kini banyak digandrungi manusia modern sebagai metode penenangan jiwa dan pembangkit energi positif. Para penganjur kedamaian dan ketenangan jiwa enggan sekali menyebut shalat sebagai satu-satunya metode. Hanya mujtahid muslim kontemporer yang terkadang menyebutnya dengan terang-terangan.
Kita sering terjebak dengan memburu hasil akhir ketimbang mencermati proses olah diri. Para penganjur kedamaian hati sering menyitir puisi-puisi Rumi untuk menawarkan kesejukan dan kebeningan jiwa, tanpa mau tahu bagaimana laku-tirakat Rumi hingga bisa menghasilkan karya agung. Bahkan kita kerap kehilangan daya obyektivitas dalam mengagungkan Kanjeng Nabi Muhammad tanpa diikuti penalaran bagaimana Kanjeng Nabi mengolah diri.
Beberapa waktu lalu ruang kelas menjadi ramai dan hidup. Pasalnya tema diskusi yang diusung cukup menggoda: shalat khusyuk. Hemm, shalat khusyuk, gerangan apakah shalat khusyuk itu? Tahukah kamu apa shalat khusyuk itu? Mengapa harus shalat khusyuk bukan shalat hudlur atau shalat khudluk? Berpuluh-puluh, beratus-ratus, beribu-ribu, berjuta-juta pertanyaan dan pernyataan akan mengalir, mempertanyakan, menggugat, memburu si khusyuk. Dan saya pun terbengong-bengong.
Sebelum segala sesuatunya berantakan dan bikin kepala pening, maka saya menyampaikan bahwa khusyuk dalam shalat dapat dianalogikan dengan rasa manis yang dikandung secangkir kopi. Sekarang diantara kita siapakah yang sanggup mendeskripsikan rasa manis secangkir kopi? Rasa manis yang dicerap lidah hanya dapat dirasakan dan dihayati, bukan untuk diungkapkan apalagi diumum-umumkan. Notok-pol kita hanya bisa berkata, hemmm manisnya mantap. Kita akan kehilangan jejak kosa kata apabila memaksa diri mendeskripsikan rasa manis.
Sejauh yang dapat kita lakukan untuk mendiskusikan rasa manis adalah bagaimana menentukan takaran agar kopi atau teh yang tersaji membuahkan rasa manis yang pas. Teori takaran itu akan berkembang tatkala kita ingin menyajikan kopi yang nasgitel (panas legi kentel), kopi nasgicer (panas legi encer), kopi naspagul (panas tanpa gula).
Teori shalat khusyuk dan rasa khusyuk adalah dua wilayah berbeda. Sebuah teori berada di tataran kognitif-psikomotorik sedang rasa ada di tataran afektif-emosi. Kedua tataran yang berbeda itu kerap dicampuradukkan, bukan hanya ketika kita memahami ritual ibadah, tetapi juga ketika kita mengkhalifahi sebuah manajemen.
Bagaimana hal itu dapat dijelaskan? Ketika mencangkul di sawah engkau membutuhkan cangkul dan sepiring nasi. Cangkul untuk mencangkul, sepiring nasi untuk mensuplai energi agar engkau kuat mengayunkan cangkul. Adapun apa motivasimu mencangkul di sawah hanya ada tiga pihak yang tahu: engkau sendiri, malaikat raqib-atid, dan Allah.
Dengan demikian engkau tidak bisa menjejali pemahaman seseorang agar giat mencangkul di sawah dengan iming-iming pahala dan dosa. Agar seseorang giat mencangkul tidak cukup dipersuasi dan dimotivasi dengan terminologi ikhlas, meskipun agar sebuah aktivitas memiliki nilai di sisi Allah diperlukan keikhlasan total.
Keseimbangan pemahaman antara aspek dhahir (cangkul dan sepiring nasi) dengan aspek bathiah (motivasi dan rasa ikhlas) diperlukan sangat. Mengapa sangat? Karena kita tidak bisa berjalan ideal dengan menggunakan satu kaki. Lebih luas lagi, engkau tidak bisa mengandalkan ketaqwaan (amal shalih) dengan cara meninggalkan ketawakkalan (transedensi). Pun sebaliknya, sebab engkau memerlukan kedua kaki itu untuk melangkah ke rumah Tuhan.[]
Pesan Untuk Anakku: Keutamaan dan Manfaat Shalat
oleh Achmad Saifulah_Roushon Fikr Anakku, selama tidak menerjang aturan agama engkau boleh bercita-cita menjadi apa saja dan silahkan meraih impian apa saja. Engkau adalah panah yang melesat-cepat dari busur dan menancap di titik lingkaran masa depan. Engkau adalah duta masa depan yang kelak menebar kasih sayang Allah. Engkaulah ‘waratsatul anbiya’ yang dengan gagah berani mengatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Engkaulah generasi masa depan yang akan menyongsong kemenangan agama Allah dikala manusia berbondong-bondong memasuki kebenaran Islam…
1. Shalat adalah sarana pertemuan seorang hamba dengan Sang Khaliq
“Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Aku. Maka, sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS. Thaha: 14). Sejak engkau membaca Takbiratul Ihram dan melantunkan bacaan demi bacaan, melakukan gerakan demi gerakan, sesungguhnya engkau sedang berhadapan (bahkan) berdialog dengan Allah. Dalam shalat Allah menatapmu, anakku.
Telah diriwayatkan dari Rasulullah Saw bahwa Allah Swt berfirman, “Aku telah membagi surah Al-Fatihah kepada dua bagian antara Aku dan hamba-Ku. Jika hamba berkata, ‘Al-hamdulillahi rabbil ‘alamiin’, maka Aku berkata, ‘Hamadani abdi (hamba-Ku telah memuji Aku)’. Ketika hamba-Ku mengucapkan, ‘Ar-Rahmaanirrahiim’, Aku berkata, ‘Majadani abdi (hamba-Ku telah memuliakan Aku)’. Ketika hamba berkata, ‘Maaliki yaumiddiin’, Aku berkata, ‘Atsnaa ‘alayya abdii (hamba-Ku telah menyanjung Aku)’. Dan ketika ia berkata, ‘Iyyaaka na’budu wa iyyaa kanasta’iin’, Aku berkata, ‘Haadza baini wa baina abdi, nishfaini wa li’abdii ma sa-ala (ini antara Aku dan hamba-Ku ada dua bagian dan untuk hamba-Ku apa yang ia minta)’.”
Itulah dialog yang aku maksud, anakku. Dan engkau terlibat langsung dengan dialog itu dalam shalatmu. Engkau berdialog, omong-omongan, atau dalam bahasa yang sederhana engkau ngobrol dengan Allah. Sedang berdialog dengan ayah-ibu atau ustadz-ustadzah engkau begitu sopan, mengapa ketika berdialog dengan Allah engkau ingah-ingih, main-main, dan tidak serius?
Rasulullah Muhammad Saw bersabda, “Apabila seorang diantara kamu sedang shalat, sesungguhnya dirinya sedang berkomunikasi dengan Allah Swt. Maka janganlah ia membuang ludah ke depan muka atau ke arah kanan; tapi hendaknya ia membuang ke sebelah kiri atau di bawah telapak kakinya.” (HR. Al-Bukhari)
Anakku, sungguh perih hatiku bila melihatmu shalat dengan tidak sungguh-sungguh. Kesedihanku menggunung bila engkau masih saja menyamakan aktivitas shalat dengan olah raga atau kegiatan fisik lainnya. Sirna kebanggaanku padamu meski setinggi apapun prestasi akademik yang engkau capai bila shalatmu belum sungguh-sunguh.
2. Shalat menjadi sarana memohon pertolongan
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah shalat dan sabar sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153).
Anakku, shalat memiliki kemampuan mengurangi kecemasan karena terdapat lima unsur di dalamnya, yaitu:
a. Lantunan doa yang ajeg dan paling sedikit dibaca lima kali sehari.
b. Gerakan-gerakan shalat merupakan gerakan kunci yang dapat menjadikanmu rileks dan santai.
c. Ungkapan rasa percaya diri. Engkau sudah akrab dengan kalimat, misalnya, “Aku Pasti Bisa,” “Aku Anak Hebat!”, “Maju Terus Tak Tertandingi. Yes Yes Oke!”, dsb. Bacaan dalam shalat memiliki efek dan kekuatan yang lebih hebat lagi.
d. Wudlu yang engkau kerjakan sebelum shalat merupakan sarana penyucian diri. Engkau terbiasa menjaga kebersihan diri.
Oleh karena itu, bersikaplah tunduk dan pasrah ketika engkau sedang shalat. Luruhkan segala persoalanmu dalam lantunan doa-doa: “Ya Allah, ampuni aku. Ya Allah sayangi aku. Ya Allah tutup aib-aibku. Ya Allah angkat derajatku. Ya Allah beri aku rejeki. Ya Allah beri aku petunjuk. Ya Allah sehatkan aku. Ya Allah maafkan aku.” (Doa duduk diantara dua sujud).
Semua sudah engkau haturkan pada-Nya. Lantas apa yang tersisa pada dirimu, anakku? Tidak ada, kecuali rasa syukur yang membucah hebat dalam hatimu. Dadamu menjadi lapang. Kecemasan hilang. Hati menjadi jernih kembali.
3. Shalat membina kedisiplinan
“Sesungguhnya shalat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang beriman.” (QS. An-Nisaa’: 103)
Waktu untuk mengerjakan shalat sudah ditentukan oleh Allah. Shalat lima waktu sehari dikerjakan menurut waktunya masing-masing. Selama engkau tidak sedang berhalangan (udhur) yang ditetapkan syariat, misalnya pergi jauh, engkau tidak boleh memindah waktu shalat. Shalat shubuh tidak boleh dikerjakan di waktu dluha. Shalat dhuhur tidak boleh dikerjakan di waktu asar, dan seterusnya.
Engkau boleh menggabungkan dua shalat (shalat dhuhur dan shalat asar) dalam satu waktu (dikerjakan waktu dhuhur atau asar); atau shalat maghrib dan shalat isya’ (dikerjakan di waktu maghrib atau isa’). Semua itu namanya shalat jama’ (dua shalat yang dikerjakan dalam satu waktu). Shalat jama’ boleh dikerjakan dalam kondisi tertentu yang sudah ditetapkan oleh Islam.
Apa arti semua itu, anakku? Setiap aktivitas memiliki waktunya masing-masing. Ada waktu untuk shalat; waktu untuk belajar; waktu untuk istirahat; waktu untuk bermain. Shalat mendidikmu agar engkau disiplin menggunakan dan memanfaatkan waktu. Bila waktu shalat tiba, maka hentikanlah semua aktivitas, apapun aktivitas itu, karena setiap waktu memiliki hak dan kewajibannya sendiri. Bila waktu makan siang, ya gunakan untuk makan siang. Bila waktu belajar, ya gunakan untuk belajar. Bila waktu bermain, ya gunakan untuk bermain.
Nah, setelah aku menyampaikan betapa penting menjaga disiplin waktu, aku berharap engkau tidak menyia-nyiakan waktumu. Jadikan waktu shalat sebagai patokan utama setiap jadwal kegiatanmu. Usahakan waktu untuk berkegiatan atau beraktivitas mengikuti waktu shalat. Sehingga engkau menjadikan shalat sebagai aktivitas yang paling utama. Jangan engkau balik, anakku, waktu untuk mengerjakan shalat mengikuti waktu aktivitas selain shalat.
Memang berat mengerjakannya, tapi engkau bisa melatihnya sejak sekarang. Mintalah bimbingan ayah-ibu atau ustadz-ustadzah agar engkau dapat menjadikan waktu shalat sebagai patokan dalam berkegiatan dan beraktivitas.
4. Shalat menjadikan seorang hamba memiliki keunggulan mental
Sebenarnya bukan hanya keunggulan mental, anakku, tapi lebih dari itu. Shalat menjadikanmu anak yang sangat-sangat unggul bukan hanya unggul mental, atau unggul emosi, atau unggul batin. Engkau adalah hamba Allah. Itulah predikatmu yang paling utama. Dan engkau bisa menggapai predikit itu bila engkau shalat dengan tegak dan khusyuk.
“Koq cuma sekedar jadi hamba Allah. Dari dulu aku sudah jadi hamba Allah. Apanya yang unggul?” Engkau bukan hanya menjadi hamba Allah, tapi engkau harus merasakan dan menghayati bahwa engkau adalah hamba Allah, kapan dan dimanapun. Agar engkau terus sadar dan menyadari bahwa engkau hamba Allah, engkau memerlukan shalat. Mengapa? Karena dalam ruku’ dan sujudmu (shalat) engkau akan menemukan dirimu sebagai hamba Allah.
Sekarang, perhatikan dirimu ketika berada di sekolah. Pernahkah engkau betul-betul menyadari bahwa engkau adalah murid? Bisa jadi sedetikpun engkau tidak mengingatnya apalagi menyadarinya. Padahal ketika belajar di sekolah engkau adalah murid. Seandainya engkau menyadarinya sepanjang waktu belajar di sekolah, engkau pasti akan belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga kesucian pakaian untuk shalat, menjaga kebersihan kelas.
Ketika engkau belajar di sekolah engkau adalah hamba Allah. Ketika engkau berkarya wisata engkau adalah hamba Allah. Ketika engkau kencing engkau adalah hamba Allah. Ketika engkau sms-an dengan teman engkau adalah hamba Allah. Ketika engkau out bound engkau adalah hamba Allah. Ketika engkau bersedekah engkau adalah hamba Allah…
Nah, ketika dirimu selalu ingat bahwa engkau adalah hamba Allah, kemana tempat untuk berlari dan sembunyi dari perbuatan yang salah? Tidak ada bukan? Artinya setiap aktivitas yang engkau lakukan selalu dalam pengawasan Allah. Engkau pun terpacu untuk selalu berbuat jujur dan memberikan hasil terbaik. Engkau telah menjadi anak yang unggul, anak yang selalu merasa dirinya diawasi dan dimbimbing oleh Allah Yang Maha Rahman Maha Rahim.
Inilah keunggulan yang sejati, anakku. Engkau bisa meraihnya dengan shalat, dengan shalat, anakku.
Sedikitnya empat hal itulah yang bisa aku sampaikan tentang keutamaan shalat. Aku tulis semua ini dengan tangan bergetar, semoga Allah mengampuni aku yang belum sanggup memberi tauladan seutuhnya padamu. Maafkan aku, anakku.
Oleh karena itu, mulai sekarang, kerjakan shalat dengan kesadaran bahwa engkau butuh shalat, nikmatilah setiap bacaan dan gerakan, rasakan getaran-getaran ketenangan (thuma’ninah) menelusup di hatimu, biarkan ketenangan jiwa itu menguasai sekujur perasaanmu, dan biarkan kedamaian menguasai kesadaranmu.
Ah, betapa indah hidupmu, betapa santun tutur kata dan perbuatanmu, betapa mulia akhlaqmu, bila engkau berhasil menggapainya dengan shalat. Aku yakin engkau bisa, anakku. Semoga. []
Shalat Tahajud: Pesan Untuk Anakku (1)
25Des2008 Diposkan oleh Achmad Saifulah_Roushon Fikr Label: Untuk AnakkuOrang-orang salaf, orang-orang alim, sangat tekun mengamalkan salat malam. Diantaranya adalah Habib Segaf bin Muhammad Assegaf. Beliau pernah berkata, "Aku tidak pernah meninggalkan qiyamullail sejak usia 7 tahun." Dalam kitab Risalatul Qusyairiyah seorang saleh berkata, "Sejak usia 3 tahun, aku tidak pernah meninggalkan qiyamullail (shalat malam)."
Di masa kanak-kanak, Abu Yazid Al-Busthami belajar mengaji Al-Quran pada seorang guru. Suatu saat ia sampai pada firman Allah: "Hai orang yang berselimut, bangunlah (untuk salat) di malam hari, kecuali sedikit (dari padanya), yaitu seperduanya atau kurangi sedikit dari seperdua itu." (QS Al-Muzzammil: 1-3)
Sepulang dari belajar Abu Yazid Al-Busthami yang masih kanak-kanak bertanya kepada ayahnya, "Ayah, siapakah orang yang diperintahkan oleh Allah untuk bangun malam?" Ayah Abu Yazid Al-Busthami menjawab, "Anakku, beliau adalah Nabi Muhammad SAW. Aku dan kamu tidak mampu meneladani perbuatan beliau.” Abu Yazid terdiam.
Pada pelajaran berikutnya, Abu Yazid Al-Busthami membaca ayat: “Dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu.” (QS Al-Muzzammil: 20)
Sepulang dari belajar, ia bertanya lagi kepada ayahnya.
"Siapakah yang bangun malam bersama Nabi Saw?"
"Anakku, mereka adalah sahabat-sahabat beliau."
"Ayah, jika kita tidak seperti nabi dan tidak pula seperti sahabat-sahabat beliau, lalu kita ini seperti siapa?"
Mendengar ucapan ini, tergeraklah hati sang ayah untuk bangun malam. Hari itu juga, ia mulai salat malam. Si kecil Abu Yazid ikut bangun.
"Tidurlah anakku, engkau kan masih kecil," bujuk ayahnya.
"Ayah, ijinkanlah aku salat bersama ayah, kalau tidak, aku akan mengadukan ayah kepada Tuhanku," jawabnya.
"Tidak demi Allah, aku tidak ingin kamu mengadukan aku kepada Tuhanmu. Mulai malam ini salatlah bersamaku."
Abu Yazid selalu bermujahadah hingga ia mencapai kedudukan yang mulia di sisi Allah. Pernah diriwayatkan bahwa suatu hari ia berkata, "Barangsiapa mengetahui namaku dan nama ayahku akan masuk surga." Nama Abu Yazid dan ayahnya adalah Thoifur bin Isa.
Tingkat ketekunan
menentukan derajat ketinggian.
Siapa ingin kemuliaan
Dirikan shalat malam.
Penuntut ilmu hendaknya bangun sebelum fajar, walaupun hanya setengah jam sebelumnya. Jika ia bangun setelah fajar, maka setan telah kencing di telinganya. Dan barang siapa telinganya dikencingi setan, ia akan memulai harinya dengan perasaan malas. Syeikh Ahmad bin Hajar berkata bahwa setan benar-benar telah mengencingi telinga orang itu, namun ia tidak wajib menyucikannya karena kejadian itu bersifat batiniah.
(Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan bin Abdurrahman Asseqaf,
Tuhfatul Asyraf, Kisah dan Hikmah)
Anakku, berapa usiamu sekarang? Habib Segaf bin Muhammad Assegaf tidak pernah meninggalkan shalat tahajud sejak usia 7 tahun. Begitu pentingkah shalat tahajud bagi hidup kita?
Shalat tahajud disyariatkan kepada Nabi Muhammad Saw setelah turun surat Al-Muzammil. Dalam buku Tafsir fii Dhilaalil Qur’an dijelaskan:
“Rasulullah Saw menerima informasi bahwa pembesar Quraisy telah berkumpul di balai pertemuan Daarun Nadwah. Kaum Quraisy mengatur rencana untuk menentang beliau dan mematahkan dakwah yang dibawanya. Setelah mendengar berita itu Rasulullah Saw berdiam diri, lalu menarik baju luarnya rapat ke badannya sambil merebahkan diri. Ketika itu datanglah malaikat Jibril as menyampaikan wahyu surat Al-Muzammil ayat 1 – 19. Dua belas bulan kemudian turunlah ayat ke – 20.”
Dari penjelasan di atas kita jadi paham, betapa sangat sedih dan sepi hati Rasulullah Saw saat itu. Berjuang sendirian di tengah ancaman yang lebat berdatangan. Secara manusiawi Rasulullah dirundung berbagai kegelisahan, kecemasan, kekawatiran, dan ketakutan.
Menurut sebuah riwayat, dalam kondisi seperti itu, Nabi Muhammad Saw merenung sendiri sambil berbaring dengan menyelimuti badannya. Ketika itu datanglah malikat Jibril as menyampaikan surat Al-Muzammil ayat 1 – 10:
“Hai orang yang berselimut, bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit dari padanya, yaitu seperdua atau kurangilah seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu, dan bacalah Al-Qur’an dengan perlahan-lahan (tartil). Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu ‘qaulan tsaqiila’. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya pada siang hari kamu mempunyai urusan yang panjang (banyak). Sebutlah nama Tuhanmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (Dialah) Tuhan Masyrik dan Maghrib, tiada Tuhan melainkan Dia. Maka ambillah Dia sebagai pelindung dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan, dan jahuilah mereka dengan cara yang baik.” (QS. Al-Muzammil: 1 – 10)
Kapan waktu shalat tahajud dilakukan? Menurut hadist yang shahih, sebaik-baik waktu untuk menjalankan shalat tahajud adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Untuk waktu Indonesia adalah sekitar pukul 02.00 WIB atau 03.00 WIB sampai sebelum shubuh.
Bangunlah pada separuh malam, lebih kurang 24.00 WIB. Boleh kurang sedikit atau lebih sedikit kira-kira antara jam 24.00 – 04.00 WIB. Ada jaminan dari Allah Swt bahwa apabila hamba-Nya berdoa pada waktu tersebut, doanya akan dikabulkan, sebagaimana sabda Rasulullah Saw:
“Tuhan kita turun tiap-tiap malam ke langit paling rendah ketika sepertiga malam yang terakhir seraya berkata, ‘Barang siapa memohon kepada-Ku niscaya Ku-beri dan barang siapa meminta ampun kepada-Ku niscaya Ku-ampuni’.” (HR. Muslim)
Perhatikan pula firman Allah Swt: “Dan pada sebagian malam hari, bersalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, semoga Tuhanmu mengangkat ke tempat terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)
Begitu besar keutamaan shalat tahajud, anakku. Latihlah dirimu sejak dini agar ketika dewasa engkau terbiasa mengerjakannya. []
Menjalani Hidup Apa Adanya
12Des2008 Diposkan oleh Achmad Saifulah_Roushon FikrSiang itu saya terlibat diskusi ringan bersama beberapa staf guru SD Islam Roushon Fikr tentang usaha dan ikhtiar kita “mengukir” masa depan. Dari perbincangan itu saya jadi tahu bahwa saya termasuk orang yang terlalu polos dan lugu memandang masa depan. Bagaimana tidak? Di kepala saya sama sekali tak terbayangkan akan seperti apa hidup saya bersama anak dan istri dua puluh tahun yang akan datang, hingga berapa harga beras per kilo pada waktu itu. Dalam hati saya jadi tertawa, ternyata saya ini tidak “cerdas inspirasi” (jenis kecerdasan merekayasa masa depan).
Lalu saya teringat sebuah buku yang ditulis Gay Hendrick dan Kate Ludeman. Di buku itu dijelaskan, Anda dihadapkan pada dua kotak. Kotak pertama berisi hal-hal yang sama sekali tidak bisa kita kendalikan. Kotak kedua berisi hal-hal yang sepenuhnya dapat kita kendalikan. Kita harus bisa mengalokasikan semua segi kehidupan ke dalam kotak yang tepat, kemudian memusatkan seluruh perhatian kepada kotak yang berisi “hal-hal yang sepenuhnya bisa kendalikan.”
Kotak pertama sungguh padat isinya, dan akan semakin padat lagi jika kita semakin mencemaskannya. Beberapa hal yang sesungguhnya tidak bisa kita kendalikan dan ini sering mencemaskan hati kita adalah perasaan dan tindakan orang lain, semua yang telah terjadi - masa lalu, semua yang belum terjadi - masa depan, serta hampir semua yang berlangsung di perasaan kita.
Sekarang mari kita bahas satu persatu. Kita sering berusaha mengendalikan tindakan dan perasaan orang lain. Sekuat apapun usaha itu, percayalah, kita tak akan sanggup. Coba bayangkan, bisakah anda masuk ke dalam sanubari dan perasaan teman anda yang bersedih, lalu berkata, “Sudahlah jangan bersedih,” lantas kesedihan sahabat anda akan sirna tiba-tiba? Semakin keras usaha kita mencipta kendali untuk orang lain, akan semakin buruk hubungan komunikasi kita. Shakespeare mengatakan, “Jangan menyalakan perapian terlalu panas kepada musuhmu, agar tidak membakar dirimu.”
Juga mengendalikan masa lalu dan masa datang. Bisakah kita merubah apa yang sudah terjadi satu jam yang lalu? Jika tak sanggup, bagaimana dengan kejadian yang sudah lewat lima tahun silam? Mampukah kita menjamin dua tahun yang akan datang kita akan mencapai apa yang kita inginkan? Jika tak sanggup, bagaimana kita bisa yakin dengan kejadian yang akan menimpa kita sepuluh tahun yang akan datang? Sayang, “mesin waktu” masa lalu dan masa datang sampai detik ini belum ditemukan orang.
Ingin merubah masa lalu bagaikan usaha memadamkan panasnya cahaya matahari: sebuah usaha sia-sia belaka. Demikian pula menatap masa depan dengan hati cemas bagaikan mengaharap hidup abadi yang tak pernah mati: sebuah usaha yang bikin geli. “Tutuplah pintu besi kenangan masa lalu. Hiduplah dalam detik-detik hari ini dengan hasil terbaik,” saran Dr. Aidh al-Qarni.
Apa arti semua itu? Kita jalani hidup ini apa adanya dengan sikap yang realistis dan ikhtiar yang sungguh-sungguh (ijithad) untuk mencapai hasil terbaik, ya hasil terbaik untuk hari ini, untuk hari ini. Robert Louis Stevenson menulis, “Setiap orang mampu melakukan perkerjaannya sepanjang hari, sesulit apapun pekerjaan itu. Dan setiap orang mampu untuk hidup bahagia sepanjang hari hingga matahari tenggelam. Inilah yang dimaksud dengan hidup.”
Jenderal George Kruck, seorang perwira yang termasuk paling anti terhadap orang Indian di Amerika, di catatan hariannya menuliskan, “Semua kegelisahan hidup yang dialami kebanyakan orang Indian bersumber dari khayalan sendiri, bukan pada realita kehidupan yang ada.”
Kehidupan kita hanya sehari saja. Kemarin telah pergi dan hari esok belumlah datang. Dan sabda Rasulullah berikut ini menyimpan semangat luar biasa agar kita mencapai hasil terbaik hari ini, “Shalatlah seperti shalatnya orang yang tidak akan pernah kembali lagi.”
Kita musti menyadari bahwa jika kita tidak hidup dengan kesadaran hanya dalam batasan hari ini saja, maka pikiran kita akan terpecah, akan kacau semua urusan, dan akan semakin rumit menjalani hidup. Inilah makna sabda Rasulullah, “Jika pagi tiba, jangan menunggu sore. Jika sore tiba, jangan menunggu hingga waktu pagi.” Sudahlah, jangan menyibukkan diri dengan memikirkan bagaimana nasib kita di masa depan. Masa depan masih berada di Genggaman-Nya yang Ghaib. Jangan terlalu merisaukannya hingga ia datang dengan sendirinya. “Rahasia kesuksesan adalah tidak memikirkan hasil akhir; kerjakan yang terbaik pada SAAT INI, dan biarkan hasil akhir terbentuk dengan sendirinya, “ saran J. Donald Walters.
Ya, kerjakan saja yang terbaik saat ini, seperti ungkapan seorang penulis berikut ini,“Aku tahu Allah Maha Tahu; dan Allah Maha Tahu aku tahu. Ia tak pernah tidur. Ia akan memberiku “sesuatu” yang paling aku idamkan selama hidupku. Apa itu? Pertemuan mesra nan agung antara aku, istriku, anak-anakku dengan diri-Nya di tengah derap langkah perjuangan membela agama-Nya. Itulah saat bahagia yang tak ternilai, bagai Musa menerima sirri Tuhannya di bukut Tursina, bagai Rasulullah menggigil di gua Hira.”
“Aku manusia ruhani, bagai lembut angin yang menebar aroma wangi Islam ke seluruh penjuru. Jangan paksan aku dengan pikiran konyol yang memaksa aku menjadi seonggok materi yang mati. Sedangkan bagaimana nanti anak-anakku membayar uang sekolah, dari mana aku, anakku, dan istriku mendapat makan, biarlah Allah yang mengurusnya...”
Selanjutnya, kita sering menyangka bahwa kita bisa mengendalikan hal-hal yang berlangsung dalam hati kita. Mari kita pikirkan bagaimana cara mengendalikan perasaan? Rasa takut, cemas, sedih, semua itu hadir di hati tanpa bisa kita halangi. Dan kita semua tahu sangat tidak mudah mengendalikan apalagi mengusirnya. Yang sering kita lakukan adalah menekan perasaan takut, cemas, dan sedih itu agar tidak muncul. Semakin ditekan, perasaan kita semakin kalut dan terguncang.
Lantas bagaimana caranya? Jika kita merasa takut, cemas, sedih, kecewa, akui sajalah perasaan-perasaan itu, rasakan getarannya, katakan sejujurnya pada hati bahwa saya sedang kecewa. Berusaha mengendalikannya hanyalah seperti mencoba menahan laju air yang memancar dari selang.
Nah, untuk mencapai sukses dan bahagia kita harus mengetahui perbedaan antara kendali dan pengaruh. Kita tidak bisa mengendalikan orang lain, masa lalu, masa depan, atau banyak hal yang berkecamuk di hati kita, tetapi kita bisa memengaruhinya. Kendali itu muncul akibat rasa takut dan cemas; sedangkan pengaruh sengaja dimunculkan berdasarkan tujuan dan rencana yang tertata. Kendali adalah cermin dari sikap putus asa yang skeptis, sedangkan pengaruh merupakan cermin dari sikap pribadi berkualitas yang teguh memegang tujuan hidup sejati.
Ada startegi sederhana yang bisa dilakukan untuk menghadapi hal-hal yang tak bisa kita kedalikan. Hadapi dan terimalah semuanya, apa adanya. Kita tentu tak ingin energi hidup ini habis terkuras untuk menolak hal-hal yang tak dapat kita rubah. Energi ini, jika disalurkan di tempat yang semestinya, akan mengalirkan tenaga kreativitas yang penuh dinamika inovasi yang akan mampu menciptakan banyak keajaiban.
Oleh karena itu, mari kita tatap hidup ini dengan sorot mata elang, penuh sikap optimis dan yakin bahwa Allah telah mentukan jalan hidup kita menjadi insan terbaik. Tak guna menangis, tak guna bersedih...
Kalidasa, seorang aktor drama dan penyair yang terkenal dari India menulis puisi yang indah. Cobalah Anda merasakan getaran semangatnya.
Salam buat Sang Fajar / Lihatlah hari ini / Sebab ia adalah kehidupan, kehidupan dari kehidupan / Dalam sekejap ia telah melahirkan berbagai hakikat dari wujudmu / Nikmat pertumbuhan / Pekerjaan yang indah / Indahnya kemenangan / Karena hari kemarin tak lebih dari sebuah mimpi / Dan esok hari hanyalah sebuah bayangan / Namun hari ini ketika Anda hidup sempurna / telah memnbuat hari kemarin sebagai impian yang indah / Setiap hari esok adalah bayangan yang penuh harap / Maka lihatlah hari ini / Inilah salam untuk sang fajar.
Dari Maq’al bin Yasar, Rasulullah Saw bersabda, “Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman,’Wahai anak Adam, luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku niscayaAku isi hatimu dengan rasa kaya, dan akan Aku penuhi tanganmu dengan rejeki. Wahai anak Adam, janganlah kalian menjauhi Aku, hingga Aku isi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan’.”
Bagaimana?
Aku Ingin Mencintaimu Secara Sederhana
Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.
Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”
Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.
Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.
Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.
Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.
Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.
Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.
”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.
”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.
Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.
Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.
Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.
”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.
Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.
Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.
Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.
”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.
Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?
Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.
Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.
Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.
Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Lewat kata yang tak sempat disampaikan
Awan kepada air yang menjadikannya tiada
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu. *
Senin, Juni 11, 2012
Resep Masakan - KFC Extra Crispy
KFC Extra Crispy
* 1 ekor ayam utuh potong2 menjadi beberapa bagian
* 6-8 cangkir shortening ( minyak beku )
Bahan2nya :
* 1 butir telu yang sedang besarnya
* 1 cangkir susu
* 2 cangkir tepung serba guna
* 2 1/2 sendok teh garam
* 3/4 sendok teh merica bubuk
* 3/4 sendok teh MSG
* 1/8 sendok teh Bawang Putih bubuk
* 1/8 sendok teh soda kue
Cara buat :
* Buang gelambir2 lemak yang terdapat pada ayam.
* Panaskan miyak terlebih dahulu didalam- wajan atau wadah untuk menggoreng sampai panasnya mencapai 350 derajat{dikira2 aja panasnya)
* Campurkan susu dan telur. Aduk2 biar rata. Sisihkan
* Campurkan tepung, garam, lada , MSG, bawang putih bubuk dan soda kue
* Letakkan masing-masing potongan ayam ke serbet agar kelebihan cairan dari ayam bisa dihilangkan.
* Celupkan potongan2 ayam tersebut kedalam campuran telur dan susu lalu guling2kan ayam dengan campuran tepung kering, celupkan kembali ke dalam campuran telur dan susu, lalu guling2kan kembali
* Amati masing-masing potongan ayam apakah sudah berlapis tepung dengan baik.
* Sisihkan ayam yang sudah terlapis tepung pada piring
* Masukan potongan2 ayam yang sudah terlapis tepung kedalam miyak yang sudah panas tadi
* Gorenglah minimal 4 potong ayam selama 12-15 menit, atau sampai kecoklatan
KFC Extra Crispy
* 1 ekor ayam utuh potong2 menjadi beberapa bagian
* 6-8 cangkir shortening ( minyak beku )
Bahan2nya :
* 1 butir telu yang sedang besarnya
* 1 cangkir susu
* 2 cangkir tepung serba guna
* 2 1/2 sendok teh garam
* 3/4 sendok teh merica bubuk
* 3/4 sendok teh MSG
* 1/8 sendok teh Bawang Putih bubuk
* 1/8 sendok teh soda kue
Cara buat :
* Buang gelambir2 lemak yang terdapat pada ayam.
* Panaskan miyak terlebih dahulu didalam- wajan atau wadah untuk menggoreng sampai panasnya mencapai 350 derajat{dikira2 aja panasnya)
* Campurkan susu dan telur. Aduk2 biar rata. Sisihkan
* Campurkan tepung, garam, lada , MSG, bawang putih bubuk dan soda kue
* Letakkan masing-masing potongan ayam ke serbet agar kelebihan cairan dari ayam bisa dihilangkan.
* Celupkan potongan2 ayam tersebut kedalam campuran telur dan susu lalu guling2kan ayam dengan campuran tepung kering, celupkan kembali ke dalam campuran telur dan susu, lalu guling2kan kembali
* Amati masing-masing potongan ayam apakah sudah berlapis tepung dengan baik.
* Sisihkan ayam yang sudah terlapis tepung pada piring
* Masukan potongan2 ayam yang sudah terlapis tepung kedalam miyak yang sudah panas tadi
* Gorenglah minimal 4 potong ayam selama 12-15 menit, atau sampai kecoklatan
Minggu, Juni 10, 2012
Keberkahan Hidup
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". Q. 7 : 96.
Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. Karena itu kita selalu berdo'a dan meminta orang lain mendo'akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Secara harfiah, berkah berarti an-nama' waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah, ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif, maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu.
Namun, Allah SWT tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. Ternyata, Allah SWT hanya akan memberikan keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Janji Allah untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firma-Nya yang artinya:
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". Q. 7 : 96.
Apabila manusia, baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah SWT, maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik, rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah, sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. Disinilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya.
Bentuk keberkahan
Secara umum, keberkahan yang diberikan Allah kepada orang-orang yang beriman bisa kita bagi kedalam tiga bentuk. ?
Pertama, berkah dalam keturunan, yakni dengan lahirnya generasi yang shaleh. Generasi yang shaleh adalah yang kuat imannya, luas ilmunya dan banyak amal shalehnya, ini merupakan sesuatu yang amat penting, apalagi terwujudnya generasi yang berkualitas memang dambaan setiap manusia. Kelangsungan Islam dan umat Islam salah satu faktornya adalah adanya topangan dari generasi yang shaleh .
Generasi semacam itu juga memiliki jasmani yang kuat, memiliki kemandirian termasuk dalam soal harta dan bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Keberkahan semacam ini telah diperoleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang ketika usia mereka sudah begitu tua ternyata masih dikaruniai anak, bahkan tidak hanya Ismail yang shaleh, sehat dan cerdas, tapi juga Ishak dan Ya'qub.
Di dalam Al-Qur'an keberkahan semacam ini diceritakan oleh Allah yang artinya :"Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya'qub. Isterinya berkata: Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak, padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh. Para Malaikat itu berkata: Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkahan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah". (QS 11: 71-73).
Kedua, keberkahan dalam soal makanan yakni makanan yang halal dan thayyib, hal ini karena ulama ahli tafsir, misalnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-A'raaf : 96 di atas adalah rizki makanan. Yang dimaksud makanan yang halal adalah disamping halal jenisnya juga halal dalam mendapatkannya, sehingga bagi orang yang diberkahi Allah, dia tidak akan menghalalkan segala cara dalam memperoleh nafkah.
Disamping itu, makanan yang diberkahi juga adalah yang thayyib, yakni yang sehat dan bergizi sehingga makanan yang thayyib itu tidak hanya mengenyangkan tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk selanjutnya dengan tenaga yang kuat itu digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan nilai- nilai kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya kepada Allah SWT, Allah berfirman yang artinya : "Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rizkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya". (QS 5 : 88).
Karena itu, agar apa yang dimakan juga membawa keberkahan yang lebih banyak lagi, meskipun sudah halal dan thayyib, makanan itu harus dimakan sewajarnya atau secukupnya, hal ini karena Allah sangat melarang manusia berlebih-lebihan dalam makan maupun minum, Allah SWT berfirman yang artinya : "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki masjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan". (QS 7 : 31).??
Ketiga, berkah dalam soal waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkannya untuk kebaikan, baik dalam bentuk mencari harta, memperluas ilmu maupun memperbanyak amal shaleh, karena itu Allah menganugerahi kepada kita waktu, baik siang maupun malam dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam, tapi bagi orang yang diberkahi Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu semaksimal mungkin sehingga pencapaian sesuatu yang baik ditempuh dengan penggunaan waktu yang efisien.
Sudah begitu banyak manusia yang mengalami kerugian dalam hidup karena tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik, sementara salah satu karakteristik waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi, Allah berfirman yang artinya :"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati dalam kesabaran". (QS 103 : 1-3).
Karena itu, bagi seorang muslim yang diberkahi Allah, waktu digunakan untuk bisa membuktikan pengabdiannya kepada Allah SWT, meskipun dalam berbagai bentuk usaha yang berbeda. dan penciptaan laki-laki dan perempuan. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah". (QS 92 : 1-7).
Kunci Keberkahan
Dengan demikian menjadi jelas bagi kita bahwa sebagai seorang muslim, keberkahan dari Allah untuk kita merupakan sesuatu yang amat penting. Karena itu, ada kunci yang harus kita miliki dan usahakan dalam hidup ini. Sekurang-kurangnya, ada dua faktor yang menjadi kunci keberkahan itu.
1. Iman dan Taqwa Yang Benar
Di dalam ayat di atas, sudah dikemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan keberkahan kepada hamba- hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Semakin mantap iman dan taqwa yang kita miliki, maka semakin besar keberkahan yang Allah berikan kepada kita. Karena itu menjadi keharusan kita bersama untuk terus memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah SWT.
Salah satu ayat yang amat menekankan pengingkatan taqwa kepada orang yang beriman adalah firman Allah yang artinya :
"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa dan ?jangan sampai kamu mati kecuali dalam keadaaan berserah diri/muslim". (QS 3 : 102).
Keimanan dan ketaqwaan yang benar selalu ditunjukkan oleh seorang mu'min dalam bentuk melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya, baik dalam keadaan senang maupun susah, dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain. Tegasnya keimanan dan ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga dan dimanapun dia berada.
2. Berpedoman kepada Al-Qur'an
Al-Qur'an merupakan sumber keberkahan sehingga apabila kita menjalankan pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur'an dan berpedoman kepadanya dalam berbagai aspek kehidupan, niscaya kita akan memperoleh keberkahan dari Allah SWT, Allah SWT berfirman yang artinya :
"Dan Al-Qur'an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah kami turunkan. Maka mengapakah kamu mengingkarinya?". (QS 21 : 50, lihat juga QS 38 : 29, 6 : 155).
Karena harus kita jalankan dan pedomani dalam kehidupan ini, maka setiap kita harus mengimani kebenaran Al-Qur'an yang merupakan wahyu dari Allah SWT sehingga tidak akan kita temukan kelemahan didalamnya, selanjutnya kita membaca serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari, baik menyangkut aspek pribadi, keluarga, masyarakat maupun bangsa.
Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa, keberkahan dari Allah yang kita dambakan itu, memperolehnya harus dengan berdo'a dan berusaha yang sungguh-sungguh, yakni dalam bentuk memantapkan iman dan taqwa serta selalu menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam hidup ini.
Drs. H. Ahmad Yani,? E-mail :ayani@indosat.net.id
Menjadi Manusia "Super Dahsyat"
Mungkinkah manusia memiliki kekuatan sepuluh kali lipat? Mungkin saja. Dalam pembahasan ini kita tidak berbicara tentang kekuatan dari ilmu-ilmu kesaktian yang beraroma syirik, tapi kita bicara tentang kekuatan yang bisa dimiliki oleh manusia tanpa harus berbuat syirik.Dan kekuatan ini hendaknya kita semua memilikinya, karena jika kita memiliki kekuatan sepuluh kali lipat, maka hasilnya akan sepuluh kali lipat pula. Dan jika kita ingin meningkatkan perolehan hasil, maka tingkatkanlah kekuatan yang kita miliki itu. Lalu bagaimana caranya? Untuk mendapatkan kekuatan yang dahsyat itu, Allah SWT telah membeberkan rahasianya. Simaklah ayat berikut ini!
"Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti." (QS.Al Anfaal:65)
Dalam ayat tersebut, Allah SWT memberitahukan pada kita bahwa jika kita ingin memiliki kekuatan sepuluh kali lipat, maka harus bekerja dengan sabar. Dalam perang seseorang yang sabar bisa mengalahkan sepuluh orang tentara musuh. Artinya seorang mukmin yang sabar memiliki kekuatan sepuluh kali lipat dibanding dengan kekuatan orang yang tidak sabar. Bahkan dengan sabar Allah juga menjanjikan pahala yang tiada terbatas kepada mereka yang sukses menetapi kesabaran.
"Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabar sajalah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." ( QS. Az Zumar 10 ).
Dengan membaca ayat-ayat tersebut, menjadi jelaslah bahwa kekuatan itu terletak pada kesabaran. Dan dengan kesabaran, kita tidak hanya mendapatkan kekuatan yang berlipat-lipat, tapi juga mendapatkan banyak keutamaan diantaranya meraih pahala yang sifatnya tidak terbatas. Subhanallah... Sungguh beruntung sekali jika kita bisa mendapatkannya.
Seharusnya hal ini menjadi inspirasi bagi kita semua. Bisa jadi selama ini kita telah menyia-nyiakan potensi kekuatan yang dahsyat itu di dalam diri kita karena kita tidak sabar.
Sabar telah mendapat perhatian yang sangat besar di dalam al Qur'an, disebutkan sekitar 90 tempat dalam berbagai ayat. Hal ini menunjukkan betapa sabar memiliki keutamaan yang sangat banyak dan menjadi wajib hukumnya untuk dipraktekan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Oleh karena itu marilah kita meningkatkan kesabaran demi kehidupan yang lebih baik.
Kebutuhan Manusia terhadap Sabar
Manusia dalam kehidupannya suatu saat pasti menghadapi cobaan atau ujian. Jika cobaan atau ujian itu telah datang, pada saat itulah dibutuhkan kesabaran. Semakin besar cobaan yang menimpa, semakin besar pula kebutuhan persediaan kesabaran. Dan bagi mereka yang tidak sabar, tentu akan dikecewakan oleh tindakannya itu. Karena ketidaksabaran justru akan menambah tekanan batin dan melemahkan kekuatan.
Memang sabar itu adalah sebuah kata yang indah dan mudah diucapkan dengan lisan namun sangat sulit untuk dipraktekan. Akan tetapi jika kita ingin sukses dalam kehidupan ini, tidak bisa tidak kita harus memakai sabar dalam setiap tindakan kita.
Dan perlu diketahui pula bahwa bersabar itu bukan berarti diam menunggu atau pasrah dengan alasan menerima taqdir tanpa berbuat apa-apa, justru sabar ada pada "kerja" bukan pada diam.
Sabar adalah tetap melakukan apa yang harus kita lakukan. Jika kita tetap melakukan apa yang harus kita lakukan dengan penuh kesabaran, maka kekuatan kita akan berlipat ganda. Kita akan menjadi manusia yang super dahsyat insyaAllah!
_________________
Oleh : ilham fatahillah
Label:
SABAR dan SAYANGI,
Strategi Hidup
DETIK-DETIK AKHIR KEHIDUPAN
Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Rabbmulah kamu akan dikembalikan. (As-Sajdah:11)
Hari demi hari, bulan demi bulan, bulanpun berganti tahun. Berpuluh tahun yang lalu, waktu itu kita masih dalam rahim ibunda, kemudian terlahir menjadi bayi mungil yang menggemaskan, lalu tumbuh menjadi balita yang lucu, dilanjutkan dengan menjadi anak-anak, kemudian remaja dan jadilah seperti sekarang yaitu menjadi dewasa, menjadi orang tua anak-anaknya ataupun sudah mempunyai cucu. Karena sunnatullah, sebuah ketetapan dari Allah Subhanahu wa ta'ala seiring dengan berjalannya waktu kita manusia pasti akan berubah menjadi tua dan kemudian mati.
Begitu kira-kira gambaran sederhana tentang siklus hidup manusia di dunia. Dalam perjalanannya, kadang-kadang ada orang yang melewati hidupnya sampai ia berumur seratus tahunan lebih, 80an, 60an, atau rata-rata manusia dapat bertahan hidup. Ada pula yang hanya menikmati kehidupan hanya separuh abad. Namun tak jarang pula, yang masih muda, badan terlihat sehat dan sempurna, tidak sedikit yang sudah meregang nyawa, tentu dengan cara dan jalan yang berbeda-beda. Dan banyak pula cerita tentang bayi yang masih dalam kandungan yang belum sempat merasakan hidup di dunia, dan belum sempat merasakan hangat pelukan Ibunya, dibunuh (aborsi) oleh ibunya sendiri lantaran kehadirannya tidak dikehendaki, karena kehamilannya buah dari hubungan yang terlarang yang bisa membawa aib bagi diri dan keluarganya, na'udzubillah min dzalik.
Karena ajal memang tak pernah memilih kita sudah tua atau muda, masih panjangkah jatah waktu kita hidup ataukah sudah habis masa untuk berpijak di bumi ini. Dan kebanyakan dari manusia melupakan akan datangnya kematian, mereka lupa kalau ajal selalu mengintai di manapun mereka berada. Mereka terlupakan oleh ramainya dunia, terlena dengan manisnya syahwat, silau dengan gemerlapnya harta. Terlalu sibuk dengan keinginan-keinginan yang belum kita capai. Adalah baik ketika keinginan atau cita-cita kita adalah hal yang berorientasikan akherat, tapi kebanyakan dari kita dilenakan oleh keinginan-keinginan yang bersifat kesenangan semu belaka.
Sampai-sampai kita lupa bahwa kematian sudah sampai di pelupuk mata. Semua terperdaya oleh hingar-bingarnya dunia ini. Kebanyakan waktu hidupnya digunakan untuk sibuk kesana-kemari menggali, mengelola dan menumpuk harta. Dan saat-saat ketika sakaratul maut itu datang menghampiri barulah ia sadar betapa kehidupan di dunia amatlah singkat, dan merataplah ia dengan penyesalan yang sangat ketika menyadari bahwa umurnya telah habis untuk urusan-urusan pangkat, syahwat dan harta. Tinggallah kini menunggu kedatangan malaikat maut dan merasakan betapa tersiksa dan sakitnya saat sakaratul maut. Sakit yang tak dapat dikira karena amat terasa sakitnya.
Sebagian ulama menegaskan bahwa rasa sakit pada sakaratul maut hanya diketahui hakikatnya oleh orang yang sudah merasakannya. Orang yang belum merasakannya tentu hanya bisa mengetahuinya sekedar berdasarkan analogi dengan berbagai rasa sakit yang pernah dirasakan.
Rasa sakit pada sakaratul maut langsung menghunjam ruh itu sendiri sehingga menerobos seluruh organ-organ tubuhnya, seluruh jaringan sarafnya, seluruh urat-urat. di tubuhnya, bahkan juga seluruh persendian tubuhnya, hingga merambati akar rambut dan kulit dari atas kepala hingga ujung kaki
Jangan tanyakan rasa sakitnya. Sehingga sebagian orang mengatakan bahwa Kematian itu lebih menyakitkan daripada sabetan pedang, daripada gigitan gergaji dan sayatan gunting, karena rasa sakit akibat sabetan pedang, gigitan gergaji, dan sejenisnya hanya dirasakan karena adanya ruh atau nyawa. Bagaimana pula apabila yang dicabut adalah ruh sendiri ? Orang yang ditebas pedang masih dapat berteriak minta tolong karena masih tersisa kekuatan dalam hati dan pada lisannya. Akan tetapi orang yang menghadapi sakaratul maut sudah kehilangan suara dan teriakannya, kekuatannya sudah melemah, dan energi tubuhnya sudah musnah. Hal ini karena musibah sakaratul maut terkadang terlalu berat sehingga menguasai hati dengan rasa sakit yang dahsyat sehingga melumpuhkan seluruh anggota tubuh, mengguncang seluruh organ tubuh, dan melemahkan seluruh jengkal bagian tubuh, sehingga tidak tersisa lagi kekuatan untuk meminta pertolongan.
Bahkan, akal sekalipun telah tertutupi dan terganggu pula karena rasa sakit sakaratul maut; sementara lidah tiba-tiba menjadi bisu. Seluruh anggota tubuh menjadi lemah. Orang yang berada sakaratul maut berharap untuk dapat beristirahat sejenak melalui erangan dan teriakan atau melalui cara lain. Akan tetapi ia tidak mampu melakukannya. Kalaupun masih tersisa kekuatan, pasti saat ruh dicabut dan diangkat dari dalam tubuh akan terdengar gerengan dan suara kerongkongan dan dadanya. Namun, saat itu warna tubuhnya sudah berubah dan rasa sakit sudah menyerang seluruh tubuhnya, bagian luar maupun bagian dalamnya. Hingga akhirnya bagian hitam matanya naik sampai menyentuh kelopak mata, sementara lidah tertarik ke dalam hingga pangkalnya dan jari jemari juga menjadi kaku.
Maka, jangan ditanya lagi kondisi orang tersebut tatkala urat-uratnya seperti tercabut satu persatu. Masing-masing anggota tubuh kemudian mulai menjadi mati secara bertahap. Mulanya kedua kaki menjadi dingin, lalu kedua betisnya, kemudian kedua pahanya. Masing-masing anggota tubuh mengalami sakaratul maut dan mengalami musibah rasa sakit pada saat itu, hingga nyawa sampai di kerongkongan. Pada saat itulah pandangannya terhadap dunia dan penghuninya mulai sirna, dan pintu tobat pun sudah tertutup baginya. Dan tinggallah penyesalan dan kekecewaan yang mendalam menggelayuti dirinya.
Saudaraku tercinta, tidakkah engkau mengetahui bahwa kunjungan malaikat maut itu adalah sesuatu yang pasti ? telah ditakdirkan semenjak masa azali, panjang ataupun pendek umur kita ? Tidakkah kita menyadari bahwa kita semua hanya musafir yang akhirnya akan sampai tujuan dan meninggalkan perjalanannya ? Tidakkah kita menyadari bahwa perputaran hidup ini pasti berhenti, dan perputaran usia semakin mendekati penghujungnya ?.
Tidakkah kita menyadari bahwa setelah kunjungannya kita tidak akan mampu lagi melakukan satu kebajikan sekalipun ? kita tidak akan mampu shalat dua rokaat sekalipun ? Kita tidak akan mampu membaca al-Qur'an satu ayatpun ? Kita tidak akan mampu bertasbih, bertahmid, bertahlil, atau beristighfar satu kalipun. Kita tidak akan mampu berpuasa seharipun, atau bersedekah meski sepeserpun. Kita tidak akan mampu melakukan haji ataupun umroh lagi. Waktu beramal telah berlalu, yang tertinggal adalah hisab dan pembalasan terhadap kebajikan atau dosa-dosa.
Rasulullah solallahu ‘alaihi wassalam bersabda :
"Perbanyaklah olehmu mengingat penghancur kenikmatan yaitu : mengingat kematian". HR. Tirmidzi dan Nasa'i dan Ibnu Hibban menshohihkannya.
Saudaraku...Manakah persiapan kita untuk berjumpa dengan malaikat maut ? Manakah persiapan kita untuk menghadapi hal-hal dahsyat sesudah kematian ? Dalam kubur, saat ditanya oleh dua malaikat, saat di Padang Mahsyar, saat hisab, saat dibukanya lembaran catatan amal perbuatan, saat meniti jembatan Ash-Shiroth, dan saat berdiri di hadapan Allah 'Aza wa Jalla.
Di waktu yang baik, sehabis shalat, sebelum tidur, saat mentadaburi ayat-ayat-Nya ataupun di penghujung malam ketika kita bersimpuh pasrah di hadapan-Nya, pernahkah terbayang seandainya saja kita mati dalam keadaan yang buruk, mati dalam kubangan lumpur kemaksiatan, mati dalam keadaan su'ul khatimah, sedangkan kita belum sempat untuk bertobat ? dan siapkah kita menanggung azab kubur yang mengerikan ? na'udzubillah min dzalik wallahu a'lam bisshowab.¨Ibnu Zainudin
Oleh : sis zainudin/1. Masyahidul Ihtidar oleh Syaikh Abdurrahman as-Syayiâ™ dan Sultan Fahd ar-Rasyid
4 Orang Istri
Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 orang istri.
Dia mencintai istri yang keempat, dan menganugerahinya harta dan kesenangan yang banyak.
Sebab, dialah yang tercantik diantara semua istrinya. Pria ini selalu memberikan yang terbaik buat istri keempatnya ini.
Pedagang itu juga mencintai istrinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan istrinya ini, dan selalu berusaha untuk
memperkenalkan wanita ini kepada semua temannya.
Namun, ia juga selalu khawatir kalau istrinya ini akan lari dengan pria yang lain.
Begitu juga dengan istri yang kedua. Ia pun sangat menyukainya. Ia adalah istri yang sabar dan pengertian.
Kapanpun pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pertimbangan istrinya ini.
Dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya, melewati masa-masa yang sulit.
Sama halnya dengan istri yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat setia. Dia selalu membawa perbaikan bagi
kehidupan keluarga ini. Dia lah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha sangsuami.
Akan tetapi, sang pedagang, tak begitu mencintainya.
Walaupun sang istri pertama ini begitu sayang padanya, namun, pedagang ini tak begitu mempedulikannya.
Suatu ketika, si pedagang sakit. Lama kemudian, ia menyadari, bahwa ia akan segera meninggal.
Dia meresapi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati. "Saat ini, aku punya 4 orang
istri. Namun, saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri."
Lalu, ia meminta semua istrinya datang, dan kemudian mulai bertanya pada istri keempatnya. "Kaulah yang paling
kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah, sekarang, aku akan mati, maukah kau mendampingiku dan menemaniku? Ia terdiam. "Tentu saja tidak, "jawab istri keempat, dan pergi begitu
saja tanpa berkata-kata lagi.
Jawaban itu sangat menyakitkan hati. Seakan-akan, ada
pisau yang terhunus dan mengiris-iris hatinya.
Pedagang yang sedih itu lalu bertanya pada istri ketiga.
"Akupun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir.
Maukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku?
Istrinya menjawab, Hidup begitu indah disini. Aku akan
menikah lagi jika kau mati. Sang pedagang begitu terpukul dengan ucapan ini. Badannya mulai merasa demam.
Lalu, ia bertanya pada istri keduanya. "Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mau
membantuku. Kini, aku butuh sekali pertolonganmu. Kalau ku mati, maukah kau ikut dan mendampingiku? Sang istri menjawab pelan. "Maafkan aku," ujarnya "Aku tak bisa menolongmu kali ini. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu.
Jawaban itu seperti kilat yang menyambar. Sang pedagang kini merasa putus asa.
Tiba-tiba terdengar sebuah suara. "Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut kemanapun kau pergi. Aku, tak akan
meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Sang pedagang lalu menoleh ke samping, dan mendapati istri pertamanya disana. Dia tampak begitu kurus. Badannya tampak seperti orang yang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau saja, aku bisa merawatmu lebih baik saat ku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini, istriku."
Renungan :
Teman, sesungguhnya kita punya 4 orang istri dalam hidup ini.
Istri yang keempat, adalah tubuh kita. Seberapapun banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera kalau kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap-Nya.
Istri yang ketiga, adalah status sosial dan kekayaan.
Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain.
Mereka akan berpindah, dan melupakan kita yang pernah memilikinya.
Sedangkan istri yang kedua, adalah kerabat dan teman-teman.
Seberapapun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan bisa bersama kita selamanya.
Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita.
Dan, teman, sesungguhnya, istri pertama kita adalah jiwa dan amal kita. Mungkin, kita sering mengabaikan, dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan pribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita di
akhirat kelak.
Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal belakangan.
Mumpung masih hidup
Mumpung masih sehat
Mumpung masih longgar
Mumpung masih muda
Semoga Insya Allah
Halalkah Rezeki Kita?
Urgensi makanan yang halal menuntut adanya proses yang halal. Sebab, salah satu cara mendapatkan makanan yang halal adalah dengan sarana usaha yang halal juga. Apalagi di zaman sekarang ketika keimanan semakin tipis dan kebodohan sangat mendominasi bangsa kita. Bagaimana tidak! Mereka sudah tidak mengenal lagi halal dan haram. Bahkan, ada yang menyatakan yang haram saja susah apalagi yang halal. Padahal, setiap orang sudah ditetapkan bagian rezekinya dan Allah telah menyiapkan semuanya. Kita hanya diperintahkan untuk mencarinya dengan cara yang baik dan sesuai koridor syariat.
Rasulullah SAW bersabda, "Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah usaha mencari rezeki karena jiwa tidak akan mati sampai sempurna rezekinya walaupun kadang agak tersendat-sendat. Maka, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mengusahakannya, ambillah yang halal dan buanglah yang haram. (HR. Ibnu Majah)
Fenomena yang Ada
Banyak orang menyepelekan masalah ini. Sampai-sampai, tidak pernah peduli apakah yang diusahakannya halal atau haram dan cara mendapatkannya juga halal atau haram? Apalagi di zaman sekarang. Penipuan, dusta, pemalsuan, pencurian, dan korupsi menjadi salah satu senjata utama memperoleh uang. Kalau sudah demikian adanya, bisakah kita berharap doa kita dikabulkan dan diterima Allah? Kalau doa kita sudah tidak diterima lagi, kita kehilangan satu senjata pamungkas menuju kejayaan umat. Sebab, doa adalah senjata orang-orang yang beriman.
Oleh karena itu, jika sebahagian orang heran dan bertanya-tanya mengapa kita belum mendapat kemenangan? Mengapa bangsa ini selalu terpuruk? Mengapa bangsa ini selau banyak musibah? Harga diri bangsa seakan-akan terendahkan? Mengapa kita memohon kepada Allah dan merendah diri kepada-Nya agar Dia berkenan melapangkan kesusahan yang menimpa bangsa ini serta menghancurkan orang-orang zhalim tetapi tidak terkabulkan? Mereka heran, bagaimana dan mengapa?! Kemungkinan jawabannya adalah kelalaian kita dalam mencari makanan yang baik dan usaha kita yang baik. Sebab, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah Swt itu baik, tidak menerima kecuali yang baik, dan bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin dengan apa yang diperintahkannya kepada para Rasul dalam firman-Nya, 'Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.' (QS. Al-Mu'minun: 51). Dalam ayat lain Allah juga menegaskan, "Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu. (QS. Al Baqarah: 172)
Kemudian, beliau menyebutkan seorang laki-laki yang kusut warnanya seperti debu mengulurkan kedua tangannya ke langit sambil berdoa 'Ya Rabb,Ya Rabb,' sedang makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram. Ia kenyang dengan makanan yang haram. Maka, bagaimana mungkin orang tersebut dikabulkan permohonannya?" (HR At-Tirmidzi). Dalam hadits ini Rasulullah SAW menjelaskan kondisi seseorang yang bepergian dalam kondisi kusut masai dan mengangkat kedua tangannya merendahkan diri untuk meminta kepada Allah agar doanya dikabulkan. Namun, Allah menolak doanya karena makanan, pakaian, dan minumannya haram. Oleh karena itu, seorang ulama besar bernama Yusuf bin Asbath berkata, "Telah sampai kepada kami bahwa doa seorang hamba ditahan naik ke langit lantaran buruknya makanan (makanannya tidak halal)". Demikian juga sahabat Sa'ad bin Abi Waqqash yang terkenal memiliki doa mustajab, ketika ditanya mengenai sebab doanya diterima beliau berkata, "Aku tidak mengangkat sesuap makanan ke mulutku kecuali aku mengetahui dari mana datangnya dan dari mana ia keluar".
Wajib Punya Ilmu
Jelas sudah dari uraian di atas, pentingnya makanan dan usaha yang halal. Tentu saja hal ini menuntut setiap orang untuk sadar dan mengetahui dengan baik setiap mu'amalat yang dilakukannya dan mengetahui dengan jelas dan gamblang sesuatu yang haram dan sesuatu yang halal serta yang syubhat (tidak jelas).
Seseorang yang akan berusaha mencari rezeki wajib mempelajari halal dan haramnya sesuatu yang akan menjadi usahanya. Oleh karena itu, Khalifah Umar bin Khattab berkata, "Janganlah berdagang di pasar kami kecuali orang faqih (mengerti tentang jual beli). Jika tidak, dia memakan riba". Artinya, terjerumus ke dalamnya dan kebingungan. Itu pernyataan di zaman mereka yang dipenuhi ilmu, petunjuk, dan takwa. Lalu, bagaimana dengan zaman kita sekarang ini yang dipenuhi kebodohan, kesesatan, dan kemaksiatan? !
Bagaimana Langkah Kita
Tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali kembali mempelajari aturan dan ajaran Islam tentang usaha-usaha yang diperbolehkan dan dilarang serta jenis makanan yang halal dan haram. Tentunya dengan merujuk kepada Al-Quran dan Sunnah serta pemahaman para sahabat dan ulama yang mengikuti jalan mereka dengan baik. Selamat belajar!!!!
---------------------------------
Penulis adalah Putra Kelahiran Ketapang Kalimantan Barat,
Alumni S1 Fakultas Dakwah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Haudl Ketapang,Kalimantan Barat
Aktivitas saat ini :
Mahasiswa S2 Manajemen Pemasaran Universitas Winaya Mukti Bandung, Jawa Barat.
Asisten Manager Human Resources Management PT Rabbani Asysa Garment Bandung, Jawa Barat.
Direktur Eksekutif Gerakan Pekerja Raih Sejahtera (GPRS) Bandung Jawa Barat
Ketua Umum Forum Majlis Ta'lim Pekerja (FORMATAP) Bandung Jawa Barat
Sekretaris Divisi Tani Tenaga Kerja & Buruh (TTKB) DPD PK Sejahtera Kota Bandung, Jawa Barat
Penulis di Media Online dan Penceramah diberbagai talkshow dan majlis Ta'lim Pekerja/Buruh di Kota Bandung, Jawa Barat
Oleh : Adi Supriadi,S.Sos (Ahmad Muhammad Haddad Asyarkhan)
Seberapa seringkah kita bersyukur ?!
Tubuh ini dilengkapi oleh Allah dengan 5 panca indra, dan masing-masing indra mempunyai fungsi yang berbeda, kelima panca indra itu merupakan fasilitas untuk menunjang aktifitas kehidupan. Dari kelima panca indra itu salah satunya adalah mata dan tentu semua dari kita pasti sudah tau fungsi mata, yaitu untuk melihat. Melalui mata, kita bisa dengan mudah melangkah menuntun kaki menapaki jalan, baik dalam keadaan siang maupun malam. Mata juga bisa dikatakan jendela keindahan, pasalnya kita tidak akan bisa mengatakan sesuatu yang nampak indah, bila kita sebelumnya tidak pernah melihatnya dan mata ini lah alat untuk menikmati keindahan itu.
Syukur tiada terkira saat ini saya bisa browsing internet, dapat membaca informasi beserta gambarnya dengan nyaman. Itu lantara di bagian depan kepala ini ada 2 buah bola mata yang terpasang sejajar dan rapih, Maha Suci Allah yang telah memberikan mata secara cuma-cuma pada saya, Alhamdulillah. Tentu tidak hanya itu saja nikmat yang saya rasakan melalui mata ini, banyak nikmat-nikmat lainnya. Salah satunya saya bisa pergi ke kantor dengan mengendarai motor, itu lantaran saya dapat melihat. Karena bila mata ini dalam keadaan buta, sangat tidak mungkin saya bisa mengendarai motor, walaupun tangan sudah memegang stang motor dan kaki sudah siap mengatur Gear dan menginjak rem.
Beberapa waktu yang lalu, saya melihat seorang wanita muda yang sedang diberi ujian oleh Allah, kedua matanya tidak dapat melihat, sepertinya dia menyandang tuna netra sejak lahir. Kalau mau digolongkan, dia termasuk wanita yang tegar dan gigih. Saya akan menceritakan pada Anda mengenai wanita itu. Kala itu selepas pulang kerja, sudah menjadi biasa sore itu saya melintasi jalan yang sama seperti hari sebelumnya, karena memang jalan itu adalah jalan utama rute perjalanan saya pulang pergi ke kantor. Saat itu dari kejauhan, di sebelah kiri jalan saya melihat ada seorang wanita berjalan dengan langkah yang lamban dan di pundak kanan kirinya tergangtung 2 bungkus plastik besar yang berisi kerupuk dengan jenis yang berbeda, sepertinya dia sedang berjulan.
Motor saya pun makin lama makin mendekati wanita itu dan melewatinya. Benar seperti dugaan saya sebelumnya, dia sedang menjajakan kerupuk barang dagangannya. Karena memang saya tidak ada niat membeli kerupuk, jadi saya melewatinya. Tapi tiba-tiba terfikir dibenak ini untuk membeli kerupuknya, membeli dengan niat tidak semata ingin memakan kerupuk, tapi untuk menolong agar dagangannya cepat berkurang. Kemudian saya balikkan arah motor untuk menghampiri wanita tuna netra penjual kerupuk itu, sampailah saya menghampirinya, dari samping kanannya saya panggil dia "mba, beli kerupuknya" lalu dia memberi pilihan "mau yang mana mas, yang ini apa yang ini ?" sambil dia menyebutkan jenis kerupuknya. Lalu saya pilih kerupuk yang tergantung dipundak kirinya (1 plastik berukuran sedang berisi 5 buah kerupuk bundar, seharga 5 ribu rupiah) dan dia mengeluarkan kantong kresek untuk membungkus kerupuk itu, lantas saya memberikan uang padanya, setelah itu saya mengucap terima kasih.
Kembali ketujuan semula pulang ke rumah, motor saya gas sedang, kantong kresek berisi kerupuk tergantung di sebelah kiri stang motor. Kira-kira jarak 500 Meter, reflek terfikir di otak ini "kenapa tadi saya tidak memberi uang tip (bersodakoh) pada penjual kerupuk itu...wah ladang amal nih ! segera saya balikan arah motor untuk mencari wanita itu dan ternyata dia sudah tidak ada di sekitar pinggiran jalan tadi, saya bergumam di dalam hati "jangan-jangan dia sudah belok ke gang itu". Ketika saya akan belok, dari sebrang jalan saya lihat wanita itu sedang duduk di pos satpam. Di sebelah kanan gang itu ada pintu gerbang sebuah perusahaan terbuka lebar, waktunya pulang kerja. Dan rupanya dia duduk di dekat pos satpam itu harapannya para karyawan dan karyawati yang pulang kerja, mampir membeli kerupuknya.
Saya pun menyebrang jalan dan motor saya parkirkan sebentar di depan pintu gerbang, lalu saya menghampiri wanita tuna netra itu sambil memberinya uang, terlihat satpam dan beberapa karyawan memperhatikan saya, mungkin mereka bertanya-tanya "koq saya memberikan uang padanya tapi tidak mengambil kerupuk ?!" dalam hati saya berbicara "akh biarin aja lah, mereka mau menduga apa....Allah maha tau niat di hati ini". Istri di rumah mendengar cerita tadi, terharu plus salut sekali pada wanita tuna netra penjual kerupuk itu, dalam keadaan buta dia tegar, semangat ikhtiarnya untuk mencari nafkah gigih sekali, SubhanAllah. Kita-kita ini yang diberi penglihatan normal, akan kah terlontar dari mulut ini kata mengeluh...sedangkan seorang yang buta begitu gigih mencari karunia Allah.
Terbayangkah oleh Anda, bila mata ini buta ?! yang dulunya kita di siang hari menatap ke depan, menoleh ke kanan/kiri, menenggak ke atas dan berbalik ke belakang...semua serba terang dan jelas memandang, mungkin kita akan merasa menderita bila keadaan berbalik, pandangan menjadi gelap baik siang maupun malam karena mengalami kebutaan. Puji syukur pada Allah, Anda dan saya sekarang ini masih dapat melihat, Dia-lah Allah yang telah memberikan mata ini sebagai salah satu nikmat yang manfaatnya sungguh amat bernilai.
Berikut ini penggalan ayat (QS. Ibrahim:34) "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya". Bila dalam sebuah kompetisi lomba melukis, lomba cipta lagu dan lomba seni lainnya seorang juri dapat memberi nilai terhadap karya seseorang, lain halnya dengan nikmat Allah, tak satu manusia pun mampu memberi nilai atas nikmat-Nya ! Satu contoh tadi nikmat mata, manfaatnya sungguh luar biasa. Coba kita bayangkan ilustrasi berikut ini : Pasangan suami istri yang sedang menanti kelahiran anak, dalam masa penantian itu penglihatan mereka masih berfungsi dengan normal. Ketika usia kehamilan mendekati 9 bulan, entah karena kecelakaan atau sebab lain, mata mereka menjadi buta. Jadi saatnya sang jabang bayi lahir, mereka tidak dapat melihat wajah anaknya !
Berhubung sebelumnya penglihatan mereka normal, bisa kita bayangkan betapa sedih dan tersiksanya mereka ketika sedang menimang-nimang anak tidak dapat membayangkan wajahnya. Lain halnya dengan orang yang buta bawaan semenjak lahir, mereka sedari kecil memang tidak pernah bisa melihat satu benda pun, apalagi untuk membayangkannya...Kembali ke pasangan suami istri tadi, mungkin dalam keadaan buta seperti itu, mereka akan memohon pada Allah untuk menormalkan matanya walau hanya beberapa detik saja agar dapat melihat wajah anaknya, agar mereka bisa membayangkan wajah anaknya. Bila Allah benar mengabulkan permohonannya, sungguh itu detik-detik yang sangat berharga, pasti lah kesempatan itu dimanfaatkan sekali untuk merekam wajah anaknya di dalam ingatannya.
Lalu bagaimana dengan beberapa diantara kita yang sudah mempunyai anak, setiap hari dapat memandangi wajahnya dengan leluasa, sungguh itu amat menyenangkan sekali. Bila kita diminta memberi penilaian atas nikmat mata ini, berapa nilai yang akan kita berikan ?! pasti Anda akan tertegun bingung sulit untuk menghinggakannya ! Baru satu nikmat saja, kita sudah tidak mampu menghitung nilainya, bagaimana jika diminta menghitung dan memberi nilai terhadap nikmat-nikmat lainnya, seperti : mulut, di dalam mulut ada lidah sebagai perasa, ada gigi untuk mengunyah dan di dalam perut ada jantung, paru-paru dll. Masih ada lagi anggota tubuh yang lain dan di luar itu masih banyak nikmat yang kita dapat, seperti air, udara, sinar matahari dan selebihnya silahkan Anda teruskan sendiri untuk menyebutkannya satu persatu hingga lelah...
Sungguh berlimpah nikmat Allah yang diberikan pada manusia, dari mulai manusia berada di dalam rahim ibu, hingga besar seperti kita sekarang ini. Allah berkata tegas pada (QS. Al-Rahman:13) "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" Oleh karena itu Allah mengancam manusia yang tidak pandai bersyukur dengan azab yang amat pedih, itu tertulis pada (QS. Ibrahim:7). Dan ternyata pada kenyataannya hanya segelintir saja manusia yang pandai bersyukur, begitu Allah berkata di dalam (QS. Al-A'raf:10) "Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur". Mari intropeksi diri, seberapa seringkah kita bersyukur ?!
Wallahu'alam bish showab. Semoga bermanfaat !
_____________---
Oleh : Wibowo
obati dengan shodaqoh
Obatilah orang-orang yang sakit dengan shodaqoh, bentengilah harta kalian dengan zakat dan tolaklah bencana dengan berdoa (HR. Baihaqi).
Bagi tiap tiap sesuatu itu ada kuncinya, dan kunci syurga adalah mengasihi, memberi atau membantu anak2 yatim, fakir miskin dan orang-orang yang tertimpa musibah (HR Ibnu Umar.)
'Allahuma robbi nabiyyi muhammadin, ighfirly dzanbii wa azhib ghaizha qolbi wa ajirni min mudhilatil fitnah.' Artinya, 'Ya Allah, Tuhan Nabi Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kemarahan dari hatiku dan selamatkanlah aku dari marabahaya kesesatan segala bentuk fitnah.'
Bagi tiap tiap sesuatu itu ada kuncinya, dan kunci syurga adalah mengasihi, memberi atau membantu anak2 yatim, fakir miskin dan orang-orang yang tertimpa musibah (HR Ibnu Umar.)
'Allahuma robbi nabiyyi muhammadin, ighfirly dzanbii wa azhib ghaizha qolbi wa ajirni min mudhilatil fitnah.' Artinya, 'Ya Allah, Tuhan Nabi Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kemarahan dari hatiku dan selamatkanlah aku dari marabahaya kesesatan segala bentuk fitnah.'
Doa untuk Kekasih...
Doa untuk Kekasih...
untuk seseorang yang telah mengisi ruang hati yg dulu hampa...
Allah yang Maha Pemurah...
Terima kasih Engkau telah menciptakan dia
dan mempertemukan saya dengannya.
Terima kasih untuk saat - saat indah
yang dapat kami nikmati bersama.
Terima kasih untuk setiap pertemuan
yang dapat kami lalui bersama.
Saya datang bersujud dihadapanMU...
Sucikan hati saya ya Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencanaMU dalam hidup saya.
Ya Allah, jika saya bukan pemilik tulang rusuknya, janganlah biarkan saya merindukan kehadirannya...
janganlah biarkan saya, melabuhkan hati saya dihatinya..
kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya dan jauhkan dia dari relung hati saya...
Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam didada ini dengan kasih dari dan padaMU yang tulus, murni...
dan tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.
Tetapi jika Engkau ciptakan dia untuk saya...
ya Allah tolong satukan hati kami...
bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya...
berikan saya kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya...
Ridhoi dia, agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya
sebagaimana telah Engkau ciptakan...
Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh - sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia...
Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doa saya ini...
lepaskanlah saya dari keraguan ini menurut kasih dan kehendakMU...
Allah yang Maha kekal, saya mengerti bahwa Engkau senantiasa memberikan yang terbaik untuk saya...
luka dan keraguan yang saya alami, pasti ada hikmahnya.
Pergumulan ini mengajarkan saya untuk hidup makin dekat kepadaMU untuk lebih peka terhadap suaraMU yang membimbing saya menuju terangMU...
Ajarkan saya untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan....
Jadikanlah kehendakMU dan bukan kehendak saya yang menjadi dalam setiap bagian hidup saya...
Ya Allah, semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan permohonanku.
Amien.
untuk seseorang yang telah mengisi ruang hati yg dulu hampa...
Allah yang Maha Pemurah...
Terima kasih Engkau telah menciptakan dia
dan mempertemukan saya dengannya.
Terima kasih untuk saat - saat indah
yang dapat kami nikmati bersama.
Terima kasih untuk setiap pertemuan
yang dapat kami lalui bersama.
Saya datang bersujud dihadapanMU...
Sucikan hati saya ya Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencanaMU dalam hidup saya.
Ya Allah, jika saya bukan pemilik tulang rusuknya, janganlah biarkan saya merindukan kehadirannya...
janganlah biarkan saya, melabuhkan hati saya dihatinya..
kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya dan jauhkan dia dari relung hati saya...
Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam didada ini dengan kasih dari dan padaMU yang tulus, murni...
dan tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.
Tetapi jika Engkau ciptakan dia untuk saya...
ya Allah tolong satukan hati kami...
bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya...
berikan saya kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya...
Ridhoi dia, agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya
sebagaimana telah Engkau ciptakan...
Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh - sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia...
Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doa saya ini...
lepaskanlah saya dari keraguan ini menurut kasih dan kehendakMU...
Allah yang Maha kekal, saya mengerti bahwa Engkau senantiasa memberikan yang terbaik untuk saya...
luka dan keraguan yang saya alami, pasti ada hikmahnya.
Pergumulan ini mengajarkan saya untuk hidup makin dekat kepadaMU untuk lebih peka terhadap suaraMU yang membimbing saya menuju terangMU...
Ajarkan saya untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan....
Jadikanlah kehendakMU dan bukan kehendak saya yang menjadi dalam setiap bagian hidup saya...
Ya Allah, semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan permohonanku.
Amien.
Jumat, Juni 08, 2012
Mentaati Pemimpin
Selain hadits-hadits yang anda sebutkan diatas yang memerintahkan seorang muslim untuk mendengar dan menaati pemimpinnya maka terdapat hadits-hadits lainnya, diantaranya :
Sabda Rasulullah saw,”Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemui keadaan itu?’ Beliau saw bersabda,”Hendaklah engkau berkomitmen (iltizam) dengan jama’atul muslimin dan imam mereka.” (HR. Bukhori)
Sabda Rasulullah saw,”Barangsiapa yang melepaskan tangannya (baiat) dari suatu keaatan maka ia akan bertemu Allah pada hari kiamat tanpa adanya hujjah (alasan) baginya. Dan barangsiapa mati sementara tanpa ada baiat di lehernya maka ia mati seperti kematian jahiliyah.” (HR. Muslim)
Maksud kata “pemimpin/imam” yang harus didengar dan ditaati didalam hadits-hadits diatas adalah pemimpin seluruh kaum muslimin atau khalifah atau imam syar’iy yang dipilih oleh Ahlu al Halli wa al Aqdi yang merupakan perwakilan dari seluruh kaum muslimin bukan pemimpin suatu organisasi, jama’ah, partai, perkumpulan atau bukan pula penguasa suatu negara, pemimpin suatu daerah atau yang sejenisnya.
Sehingga apabila seorang pemimpin suatu organisasi atau jamaah atau seorang penguasa suatu negeri memerintahkan kemaksiatan walaupun dirinya masih melaksanakan shalat maka ia tidak boleh ditaati karena tidak ada ketaatan didalam maksiat kepada Allah swt, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Tidak ada ketaatan dalam suatu kemaksiatan akan tetapi ketaatan kepada hal yang ma’ruf.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Wallahu A’lam
Label:
Sikap,
Strategi Hidup
Langganan:
Postingan (Atom)