Zack

Foto saya
be better than yesterday..
Tampilkan postingan dengan label berfikir positif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berfikir positif. Tampilkan semua postingan

Kamis, Mei 19, 2011

3 Kunci Sukses Marketer Terungkap di MarkPlus Conference 2011

oleh Yoga Rokhmana

“Kuasai tiga komunitas ini maka perusahaan anda akan menguasai pasar!”
Mungkin itu yang ingin diungkapkan oleh Hermawan Kartajaya kepada ribuan marketer yang berkumpul dalam acara MarkPlus Conference 2011 pada tanggal 16 Desember 2010 lalu. Acara yang bertempat di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place Jakarta menjadi arena pemanasan bagi para marketeers untuk siap berperang di tahun 2011. Rasanya sudah menjadi agenda wajib para marketer tiap tahunnya menghadiri acara ini, salah satunya saya yang setengah mati memperjuangkan untuk bisa menghadiri acara ini walau tiket sudah sold out. Bagi Anda yang tidak bisa hadir jangan khawatir sesaat lagi Anda pun akan mengetahuinya. Keep Reading..

Kunci sukses yang pertama adalah komunitas anak muda (Youth) yang berhasil menggeser komunitas senior. Anak muda terbukti responsif terhadap perubahan yang terjadi. Mereka senantiasa terbuka terhadap pasar dan cenderung tidak banyak mikir, berbeda dengan komunitas senior yang cenderung tertutup dan kebanyakan mikir. Kaum muda pun menjadi akar kuat terhadap terciptanya Brand Equity (ekuitas merek) produk karena anak muda memiliki perjalanan konsumsi yang panjang.

Kedua adalah komunitas wanita (Women) yang mengalahkan pengaruh kaum pria di pasar. Wanita lebih berperan aktif terhadap keputusan membeli dibanding kaum pria. Kaum wanita lebih terbuka dikontrol emosi dalam membeli dibandingkan pria yang lebih tertutup. Selain itu keuangan pun wanita memegang peranan yang kuat. ” Wanita bilang ke suaminya : Uangku uangku, uangmu uangku juga” begitulah lelucun yang terlempar dalam acara itu menunjukkan dominasi keuangan dipegang kuat oleh wanita. Ditambah lagi karakter wanita yang suka memikirkan orang lain dalam berbelanja, bisa jadi keluarga dan temannya akan menjadi konsumen bayangan yang sekaligus bisa diraih. Tak perlu diragukan lagi, dapatkan wanita sebanyak-banyaknya..

Ketiga, yang menurut saya merupakan terobosan terhebat, adalah komunitas netizen (pengguna internet) yang pengaruhnya sangat dahsyat terhadap perkembangan pasar produk kita. Komunitas netizen bahkan dianggap lebih berpengaruh dibanding citizen. Netizen vs citizen bagaikan pertarungan online vs offline yang secara dampak netizen atau online lah yang tampil sebagai pemenang. Bayangkan saja pernyataan netizen bisa mempengaruhi jutaan orang dibanding citizen yang lebih terbatas jangkauan informasinya. Pun penyebaran informasi secara online sangat cepat dan mampu menjangkau seluruh pelosok Nusantara. Bahkan saya sudah membuktikan di tahun 2010 omzet meningkat sampai 300% berkat aktivitas online kami dominan. Tentunya perkembangan netizen yang begitu cepat seiring pembangunan digital negeri ini akan menambah kekuatan netizen semakin besar di tahun 2011.

Tunggu apa lagi, sudah saatnya bersiap melakukan terobosan di tahun 2011. Kunci sukses sebagai marketer sudah di tangan Anda. Jangan sampai didahuli pesaing kita. Semangat para marketer!!..


Yoga Rokhmana (Chief Marketing Officer Boneka Horta), Universitas Indonesia. Member of Campus Marketeers Club.

Parentivasi: Revolusi Pendidikan

Isa Alamsyah

Entah kenapa saya merasa harus mengungkapkan kejengkelan saya terhadap materi pendidikan di Indonesia,
bahkan di dunia, karena kita jadi terpaksa ikut menyesuaikannya.

Pendidikan nampaknya harus direvolusi.
Betapa anak-anak menderita stres dengan pelajaran yang di masa depan mungkin tidak bermanfaat sama sekali.
Mereka kadang diangggap bodoh, kurang berpendidikan hanya karena gagal di sekolah.
Semua terjadi karena sekolah menjadi indikator pendidikan,
padahal di sekolah banyak pelajaran yang tidak penting yang dipaksakan untuk dipelajari.
Seharusnya pendidikan tidak selalu identik dengan sekolah,
dan idealnya sekolah bukan satu-satunya yang berhak menilai kadar terdidik atau tidaknya seseorang.

Ilmu dibagi menjadi dua, ilmu murni dan ilmu terapan.
Ilmu murni berarti ilmu untuk ilmu itu sendiri, jadi manfaatnya nanti dulu,
sedangkan ilmu terapan berarti mencakup manfaat ilmu untuk kehidupan.

Karena ada dua sifat tersebut maka dalam pendidikan juga harus dibagi menjadi dua,
ilmu murni karena tidak langsung bermanfaat maka sifatnya bagi siswa HANYA SEKEDAR TAHU.
Jadi tugasnya hanya untuk MEMANCING MINAT untuk ke tingkat yang lebih tinggi.
Karena itu ilmu ini tidak boleh dibebankan ke dalam test.
Kalau ada yang berminat baru ikut penjurusan.

Sedangkan ilmu terapan harus difahami dipraktekkan dan menjadi bekal kehidupan.

Contohnya sederhana.
Ada anak Indonesia, yang berbicara dengan bahasa Indonesia, bermain dengan bahasa Indonesia,
tetapi tidak lulus pelajaran Bahasa Indonesia. Itu aneh, karena esensi bahasa adalah komunikasi.
Bagaimana mungkin kita tidak lulus bahasa Indonesia cuma karena tidak mengerti konsep SPOK, SP, kalimat majemuk, KV, KVK, KKVK, dll, padahal sehari-hari kita berbicara bahasa Indonesia.
Yang bodoh siapa?
Si anak yang lancar berbahasa bahasa Indonesia tapi tidak tahu konsep anak kalimat, kalimat majemuk, dll,
tapi tahu cara memakainya dengan benar,
atau penilai yang mementingkan teori anak kalimat, kalimat majemuk bertingkat dsb, yang bahkan tidak peduli anak-anak tersebut hidup dengan bahasa tersebut dan berkomunikasi dengan bahasa tersebut.
Ini sama saja dengan tidak memberi sertifikat renang pada ikan hiu karena ikan hiu tersebut gagal menjelaskan gaya renang apa yang dipakainya.
Menurut saya, pengetahuan SPOK, kalimat majemuk, dan teori bahasa hanya ditempatkan sebagai ilmu yang perlu diketahui tapi tidak boleh masuk dalam test.
Kalau siswa tidak suka ya sudah jangan dipaksakan, toh tidak terlalu bermanfaat dalam kehidupan.
Lucunya ada anak yang bunuh diri akibat UAN bahasa Indonesianya hancur. Padahal ia menulis surat bunuh diri dalam bahasa Indonesia. Tragis.

Coba lihat pelajaran biologi.
Ada SD diajar tentang organ kodok, jenis jaringan tumbuhan, dsb.
Tapi lulus SD mereka tidak mengerti banyak hal yang bermanfaat untuk kehidupan misalnya, survivor (tahu mana pohon yang beracun mana yang tidak kalau terdampar), tahu bagaimana mengatasi gas beracun, P3K.
Mereka tidak tahu betapa bahayanya rokok, bagaimana menghindari narkoba, apa ciri-ciri narkoba,
bagaimana mengatasi demam berdarah, bagaimana penanggulangan dini kalau ada korban luka bakar.
Ini justru penting bagi kehidupan.
Mereka tidak mengerti bagaimana memasak beras agar tidak terbuang vitamin B nya
Mereka tidak tahu kalau susu jangan dicampur air panas karena kalsiumnya rusak, dll.
Yang justru penting untuk kehidupan tapi tidak diajarkan.
Kalau masalah kodok, tikus dan sebagainya hanya untuk memancing minat yang proporsinya hanya sekedar memancing minat saja bukan membebani.
Sedangkan yang bermanfaat untuk kehidupan harus dikuasai.

Anak anak juga diajar tentang planet. Mereka tahu jumlah planet, nama planet dan ukuran planet.
Tapi mereka tidak diberi pelajaran tentang global warming, cinta lingkungan, dll yang justru berkaitan dengan kehidupan. Mereka juga tidak ada pelajaran persiapan bencana tsunami dan gempa dalam kurikulum.
Justru ilmu yang penting ini diberikan oleh pengajar tamu dari PBB (United Nation) dan NGO internasional yang tentu saja tidak menyentuh semua siswa dan bersifat berkala saja.
Tapi urusan planet di tata surya yang kita tidak tahun tahun berapa akan bermanfaat, semua siswa wajib menghapal.
Kalau sekedar minat, ya ajak nonton bareng film tata surya, mereka yang berminat akan memutuskan ke jenjang antariksa.
Kita mungkin butuh beberapa ratus ahli antariksawan, mungkin beberapa ribu,
tapi tidak perlu puluhan juta anak harus menguasainya bukan?
Kalaupun ada yang perlu diketahui dari antariksa adalah justru kemampuan menentukan arah kompas, ini malah tidak diajarkan (tidak didalami). Masih banayak anak tidak tahu mana utara, selatang, tenggara, dsb.

Intinya, kita cuma butuh beberapa ribu ahli fisika.
Kita cuma butuh beberapa ribu ahli linguistik
Cuma butuh beberapa ahli biologi, dll.
Tetapi kenapa ratusan juta anak wajib mempelajarinya, dan stress karenanya.

Kalau orientasi kita rubah dengan pelajaran yang faktual, actual dan selektif,
sedangkan bangsa lain masih terbelenggu dengan pendidikan simbolis dan konvensional,
maka kita akan menyusul bangsa lain.

Kita perlu mendefinisikan ulang materi pelajaran.
MANA YANG CUMA SEKEDAR PENGETAHUAN dan MANA YANG HARUS DIKUASAI.
Memang untuk beberapa anak yang mau melanjutkan ke LN jadi susah.
Ya sudah di drill saja 6 bulan menjelang ke sana kekejar koq!
Kepada anak-anak saya tidak memaksa mereka belajar.
Yang penting mereka berkarya.

Apalagi dengan adalnya UAN.
6 tahun mati-matian akan sia-sia hanya dengan kegagalan test 3 hari. Sialnya pas test jatuh sakit.
Lebih baik 5 1/2 tahun bahagia, 1/2 tahun siapkan UAN mati-matian.

Seharusnya penjurusan di mulai di SMP saja, jangan di SMA nanti terlalu banyak hal yang tidak penting dipelajari lagi.
Jadi anak lulus SMA sudah produktif.
Dan penjurusan jangan sekedar Fisika, Biologi dan sosial.
Kini harus di tambah Teknologi Informasi.
Buat praktisi IT sebanyak-banyaknya karena segala hal bisa dipermudah dengan IT.
Korupsi biaya tinggi, penyelewengan pajak, pengajaran online, dll bisa dibantu IT.
Jika IT maju pemilu tidak perlu sensus, kartu baru dsb. Cukup KTP Smart yang mempunyai data digital.

Banyak orang saat ini bekerja dengan membuang katakanlah 80 - 90% pelajaran yang tidak ada manfaatnya.
Siilahkan hitung sendiri.
Apakah pelajaran PSPB, IPBA, Sastra, dll sangat berpengaruh dengan pekerjaan Anda sekarang.
Coba ingat ingat semua pelajaran kita, mana yang bermanfaat?

Saya mendidik anak-anak lebih pada orientasi ilmu bermanfaat dan karya.
Salsa dan Adam anak saya yang SD sudah bisa photo shop.
Saya bilang ke mereka. Dengan satu keahlian ini saja kamu sudah bisa menghasilkan uang puluhan juta per bulan,
separti om ini, ini, dan ini saya menyebutkan nama desiner grafis yang mereka kenal..
Salsa sudah menulis 5 buku, Adam menulis 2 buku.
Saya bilang ke mereka, dengan kemampuan ini saja, kamu bisa berpenghasilan puluhan juta per bulan,
seperti ini, ini, dan ini... nama-nama penulis.
Salsa dan Adam kini suka internet. Saya bilang, kalau kamu dalami internet kamu bisa jadi orang terkaya di dunia.
Mereka juga mendalami, olah raga dan musik.

Kalau Salsa atau Adam pulang dengan nilai ujian jelak atau bagus.
Maka saya check kesalahannya.
Kadang saya bilang "Ini pertanyaan penting, kamu harus tahu jawabannya"
Kadang saya bilang "Wah kalau soal ini gak apa salah, nanti juga gak kepakai dalam kehidupan.
Ayah udah puluhan tahun hidup gak pernah pakai pengetahuan ini (saat itu soalnya tentang kota ini lintang berapa derajat bla..bla..bla) saya bilang gak usah hapalin lintang derajat begini, cari yang lebih bermanfaat.
Mungkin saya seperti orang tua ngaco, ya kan?
Tapi itu cara saya mendidik anak untuk menseleksi ilmu.
Saya gak mau anak-anak stres untuk pengetahuan yang menurut saya tidak penting.

Tapi saya juga menantang mereka belajar efektif. Dengan waktu belajar sedikit tapi hasilnya memuaskan.
Kita kembangkan beberapa metode, intinya tangkap semua pelajaran di sekolah, perhatikan, tidak tahu tanya, lalu ulang dirumah, presentasi, dsb.
Alhamdulillah Salsa dan Adam sejauh ini selalu mendapat ranking atas sekalipun belajar banyak hal lain di luar sekolah.

Ya sudah, entah kenapa saya lagi marah dengan pendidikan yang membebankan banyak ilmu yang tidak bermanfaat.
Just an idea (Tulisan ini ada di notes saya sejak Oktober 2010 lalu)

Tapi saya akan melakukan riset dan gerakan serius untuk merevolusi pendidikan!
Just wait and see.

Bayangkan kita mau ke medan perang.
Ada dua kelompok orang yang mau direkrut.
Satu ilmuwan yang tahu berbagai nama senapan, tahu jarak tembak senapan tahu bahan baku senapan,
mereka hapal senapan tersebut ditemukan oleh siapa, tahun berapa, dll.
Tapi dia tidak bisa menembak, tidak bisa menggunakan senjata.
Kelompok kedua adalah kelompok pemuda. Mereka tidak tahu siapa pembuat senapan, tidak tahu tahun berapa dibuatnya.
Mereka tidak bisa menjabarkan alasan kenapa peluru bisa meluncur.
Tapi mereka tahu bagaimana menembak, merakit senapan, merawat dan menggunakannya.
Kira-kira kelompok mana yang kita bawa ikut perang?

Nah generasi kita ke depan menghadapi banyak medan petempuran di bidang ekonomi, teknologi, informasi, dll,
kalau mereka dicekoki sesuatu yang tidak bermanfaat di masa depan, bisa jadi kita akan kalah perang.

Bagaimana menurut Anda?

Movietivasi: Film tema olahraga untuk motivasi kehidupan

Isa Alamsyah

Salah satu cara untuk membangkitkan semangat atlet adalah sering menonton film bertemakan olah raga.
Jenis olah raga yang ada dalam film tidak harus berhubungan dengan olah raga yang kita geluti karena hampir setiap semua olah raga mempunyai nilai yang sama di antaranya:
1. Serendah apapun kita diremehkan, kita tetap punya kemungkinan menang.
2. Kerja keras dan latihan sangat penting tapi lebih penting adalah mental juara-mental pemenang.
3. Selama masih ada waktu, masih ada harapan untuk menang.
4. Menang memang menyenangkan tapi kalah juga pasti kita alami. Karena pilihannya cuma menang atau kalah.
Yang penting kalau kalah, selalu berusaha kalah yang lebih tipis atau kalah yang lebih terhormat.

Dengan nilai-nilai di atas kita juga bisa belajar kehidupan dan kesuksesan dari film bertemakan olah raga.
Agar film olah raga bernilai motivasi, setelah menonton film bertemakan olah raga, tanya pada diri sendiri,
apa pelajaran yang bisa diambil dari film ini untuk kehidupan.

Di bawah ini adalah film-film tema olah raga yang inspiring yang saya pernah tonton.
Artinya kalau saya rekomendasikan, insya Allah Anda tidak kecewa menyaksikannya, jadi Anda gak perlu buang waktu menonton film tidak bermutu.
(Urutan disusun berdasarkan ingatan yang muncul di kepala, bukan dari kualitas film ya)

1. Muhammad Ali (Film Dokumenter)
Ini mungkin satu dari sedikit film dokumentar yang menghibur, lucu dan sangat inspiring.
Melihat film ini membuat kita merasa pencapaian kita dan kepercayaan diri kita tidak ada apa-apanya dibanding
Muhammad Ali. Bahkan menurut saya film diokumenter ini lebih menarik daripada film "Ali" yang dibintangi Will Smith.
Padahal film yang dibintangi Will Smith saja sudah bagus tapi melihat dokumentary Muhammad Ali
akan membuat Anda terkesima.
Awalnya saya mau sewa "Ali" versi Will Smith tapi salah ambil, dan ternyata ini jauh lebih baik.
Rekomendasi: Wajib nonton, kalau perlu dengan anak-anak. Sangat lucu, dan sangat inspiring.

2. Rocky (1976) - His whole life was a million-to-one shot - Sylvester Stallone
Film tentang petinju juara dunia yang membuka peluang bagi petinju amatir yang berani menantangnya.
Film ini sangat sukses sehingga dibuat sekuel beberapa kali (favorit saya Rocky pertama)
Film Rocky termasuk film tema olah raga tersukses dalam sejarah.
Rekomendasi: Inspiring (Rocky is far more than an inspirational tale about the power of the human spirit and
the rise of the underdog. It is also a sensitive and powerful study of modesty).

3. Mystery, Alaska (1999) Russell Crowe
Tentang pemain ice hockey di Alaska yang sangat cinta Hockey tiba-tiba didatangi tim New York yang legendaris.
Rekomendasi: Inspiring, penceritaan tidak klise, lucu juga

4. The Longest Yard (Adam Sandler)
Tentang pemain American Footlball yang terkenal tiba-tiba harus masuk penjara karena pacarnya.
Di penjara ia harus melatih narapidana olah raga tersebut untuk melawan sipir penjara.
Rekomendasi: Lucu banget, inspiring, wajar

5. Cinderella Man (2005) Boxing - Russell Crowe
One man’s extraordinary fight to save the family he loved
Rekomendasi: Inspiring, menyentuh

6. Invictus (Matt Damon dan Morgan Freeman)
Tentang klub Rugby Africa Selatan yang mulai menggabungkan kulit hitam dalam grup kulit putih
Rekomendasi: Sangat inspiring, menyentuh

7. Karate Kid The Karate Kid (2010)
Dibintangi Jaden Smith (anak Will Smith) dan Jackie Chan
Rekomendasi: Lucu dan inspiring
(saya lebih suka versi terbaru ini daripada Karate Kid versi lama yang terlihat usang kalau ditonton sekarang)

8. Remember The Titans (2000) American football - History is written by the winners
Dibintangi oleh Denzel Washington
Tentang football di masa masih ada diskriminasi terhadap kulit hitam
Rekomendasi: Inspiring
9. Million Dollar Baby (2004) Boxing - It’s the magic of risking everything for a dream that nobody sees but you

Sutradara: Clint Eastwood, Cast: Clint Eastwood, Hilary Swank, Morgan Freeman,
Rekomendasi: Inspiring, menyentuh banget

10. Invincible (2006) - Mark Wahlberg


Rekomendasi: Inspiring (diproduksi oleh Disney)
11. Leatherheads (2008) - George Clooney
Rekomendasi: Lucu konyol (ini film yang disutradarai George Clooney).
12. The Blind Side (2009) - Sandra Bullock (Actor), Tim McGraw (Actor), John Lee Hancock (Director)
13. Garuda di dadaku (Indonesia)
14. King (Indonesia)

Selain itu ada juga film sport yang juga inspiring (menurut berbagai resensi) dan akan jadi daftar buruan saya juga karena belum sempat nonton. Kalau sudah ada yang nonton tolong komentarnya ya.
1. Any Given Sunday (1999) American football
Director: Oliver Stone Cast: Al Pacino, Cameron Diaz, Dennis Quaid, James Woods, Jamie Foxx, LL Cool J
2. A League Of Their Own (1992) Baseball - To achieve the incredible you have to attempt the impossible

Director: Penny Marshall Cast: Tom Hanks, Geena Davis, Madonna, Lori Petty, Jon Lovitz, David Strathairn

3. Raging Bull (1980) Boxing - I’m da boss, I’m da boss, I’m da boss, I’m da boss, I’m da boss...

Director: Martin Scorsese, Cast: Robert De Niro,
4. We Are Marshall (Widescreen Edition) (2006) - Matthew McConaughey (Actor), Matthew Fox (Actor),
5. Against the Ropes (Widescreen Edition) (2004) - Meg Ryan (Actor), Charles S. Dutton (Director)
6. Seabiscuit (Widescreen Edition) (2003) - Berkuda - Tobey Maguire (Actor), Jeff Bridges (Actor)
7. Hoosiers (Two-Disc Blu-ray/DVD Combo) (1986)- Gene Hackman (Actor), Dennis Hopper (Actor)
8. Gridiron Gang (Widescreen Edition) (2006) - Dwayne Johnson (Actor)
9. Radio (2003) - Cuba Gooding Jr. (Actor), Ed Harris (Actor), Michael Tollin (Director)
10. Rudy (Special Edition) (1993) - Sean Astin (Actor), Jon Favreau (Actor), David Anspaugh (Director)
11. Prefontaine (1997) Lari - Jared Leto (Actor), R. Lee Ermey (Actor), Steve James (Director)
12. Chariots of Fire (1981) Athletics - Two men chasing dreams of glory Director: Hugh Hudson
13. National Velvet (1944) Racing - MGM’s great technicolour heart drama - Director: Clarence Brown
Cast: Mickey Rooney, Donald Crisp, Elizabeth Taylor, Anne Revere, Angela Lansbury, Jackie Butch Jenkins
14. Brian's Song

Bagaimana kalau susah mendapatkan film ini?Ada beberapa alternatif.
Bisa cari di peminjaman VCD atau DVD atau
bisa nonton online, cari yang gratis. Coba klick di google misalnya "watch online Judul film"
biasanya sudah ada yang mengupload film2 tersebut.
Selamat menyaksikan, semoga terhibur dan terinspirasi.

Traveltivasi: Nepotisme Profesional Gaya Italy

Isa Alamsyah

Ada yang menarik ketika kami (Isa Alamsyah dan Asma Nadia) pertama kali tiba di Venezia.Bergantian orang datang menawarkan hotel dan restoran dan mereka dengan bangga mengatakan:
“Di sini masakannya enak, ibu saya sendiri yang masak!”
“Hotel ini adalah rumah kami, sangat nyaman dan menyenangkan!”
Begitu juga ketika kami berbelanja di pulau kecil (Burano-Murano) yang masih masuk dalam area Venezia.
Di sana dengan bangga pelayan toko bordiran berkata;
“Ini desain saya sendiri lo!”
“Ini yang menjahit ibu saya sendiri, dia menjahit sampai 1 minggu!”

Buat saya, orang Indonesia, pengalaman ini cukup unik.
Pertama karena di Indonesia, ketika kita bicara: “ini karya keluarga saya” maka yang terkesan adalah
‘tidak profesional’ atau ‘tentu saja kamu bilang bagus, itu karya kamu sendiri’ atau ‘tentu saja kamu bilang enak yang bikin ibu kamu sendiri’.
Ya, itu budaya kita.
Kita curiga orang tidak berkata benar atas kualitas ketika yang direkomendasikan adalah karya keluarga dari yang merekomendasikan.
Kadang kita merasa bersalah kalau mempromosikan karya sendiri atau karya keluarga sendiri,
terkesan tidak profesional.
Makanya jarang kan orang Indonesia membubuhkan namanya untuk nama perusahaan?
Selain rendah diri kita juga punya budaya tidak bangga dengan diri sendiri.

Bahkan di masa reformasi, hubungan kekeluargaan dianggap sebagai musuh.
Seolah tidak mungkin ada hubungan kekeluargaan yang seiring dengan profesionalisme.
Kalau bicara keluarga penguasa di masa orde baru mungkin benar, tapi bukan berarti semua keluarga Indonesia nepotisme bukan?
Jadi ingat kata-kata Fani Habibie (adik BJ Habibie).
Ketika BJ Habibie jadi Presiden, apapun jabatan yang dipegangnya selalu jadi sumber kritik karena dianggap didapatnya karena kakaknya presiden. Sampai dia bilang, kira-kira begini.
“Susah juga ya jadi adiknya presiden, jangan-jangan kalau saya jualan bakso sukses, juga dianggap karena dukungan presiden.”
Saat itu Junus Efendi (Fanny) Habibie langsung mengajukan pengunduran diri dari jabatan Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Batam (BIDA). Padahal, dia baru menduduki posisi tersebut beberapa bulan. Langkah Fanny diikuti oleh Ilham Habibie, putera BJ. Habibie. Ia melepaskan jabatannya sebagai Direktur Satuan Usaha Pesawat Terbang dan Kepala Divisi Purna Jual IPTN.
Padahal mereka adalah orang yang qualified.
Begitu takutnya terhadap isu nepotisme, bahkan kita menghukum sanak saudara yang qualified.

Saya punya kenalan seorang yang punya jabatan berpengaruh di televisi.
Istri dan anaknya adalah tokoh yang inspiratif yang sangat dikenal dalam komunitas Indonesia.
Menurut saya, kalau istri dan anaknya diorbitkan di Indonesia melalui televisi,
maka Indonesia akan punya tokoh nasional yang inspiring.
Tapi ia tidak mau menampilkan istri atau anaknya.
Ia memilih menampilkan orang lain yang jauh lebih rendah kualitasnya dibanding istri dan anaknya karena takut dianggap nepotisme.

Untung saja saya tidak peduli dengan pendapat orang kalau ada yang menuduh saya nepotisme.
Saya tidak ragu menunjuk istri atau anak saya kalau mereka lebih qualified dari yang lain.
Sebaliknya, saya juga tidak ragu memilih orang lain jika orang lain tersebut jika lebih qualified.
Saya percaya pada profesionalisme proporsional.
Profesionalisme tidak mengenal batas keluarga atau bukan keluarga.
Profesionalisme adalah profesionalisme.
Nepotisme adalah memilih seseorang karena dia keluarga kita,
tapi kalau dia profesional sekalipun dia keluarga kita itu juga profesional.

Bekerja sama dengan keluarga bisa profesional.
Bekerja sama dengan non keluarga bisa juga tidak selalu menjamin profesional
Jadi ukuran profesionalisme adalah kerja dan dedikasi, bukan apakah dia keluarga atau bukan.

Belajarlah dari orang Italy, dan banyak negara maju.
Mereka bisa bangga mengatakan “Ini karya keluarga saya sendiri”
Karena mereka tahu yang mereka banggakan adalah karya berkualitas.
Jadi banggalah pada diri sendiri, karena diri berkualitas
Banggalah pada keluarga kita sendiri, jika keluarga berkualitas.
Kalau Anda melihat ada orang menunjuk anaknya atau keluarganya menjabat sesuatu,
maka pertanyaannya adalah “Apakah mereka qualified?”
jangan langsung menuduh nepotisme.
Kalau hubungan keluarga yang jadi pertimbangan, maka itu nepotisme.

Tapi ingat, istilah nepotisme hanya berlaku untuk perusahaan atau lembaga publik,
sedangkan untuk perusahaan sendiri (perusahaan keluarga), bebas bernepotisme ria.
Jadi tempatkan segalanya pada proporsi yang tepat.

Budaya “profesional - proporsional” akan memberi kesempatan untuk maju bagi siapa saja.

Dendam Positif : Kamu tidak boleh minum!

Isa Alamsyah

Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun 40-an.
Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering.
Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.
Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan:
"Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur"
Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus.
Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar.
Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran,
tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat ini masih dikendalikan oleh manajeman Amerika.
Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya.
Ia lalu bertanya-tanya:
Kenapa ini terjadi padaku?
Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku?
Apakah karena aku pekerja rendahan, sedangkan mereka insinyur?
Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum?
Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka?
Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya.
Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan "DENDAM POSITIF"

Akhirnya muncul komitmen dalam dirinya.
Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari.Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya.Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya.

Buah kerja kerasnya menggapai hasil.
Ia akhirnya bisa lulus SMA.Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu.Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi.Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan.

Selanjutnya ia pulang ke negerinya dan bekerja sebagai insinyur.
Kini ia sudah menaklukkan dendamnya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya.Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus.Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain.Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu.

Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur.Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya.Suatu hari insinyur bule ini datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata;
"Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu"
Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini:
"Aku ingin berterima kasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu.Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini."
Kini dendam positif lainnya sudah tertaklukkan.

Lalu apakah ceritanya sampai di sini? Tidak.
Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut.Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab.

Tahukan Anda apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company) perusahaan minyak terbesar di dunia.
Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilkan 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas.

Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.

Tahukah kisah siapa ini?
Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi.
Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi dendam positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia.

Itulah kekuatan "DENDAM POSITIF"
Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita.
Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita.
Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya.
Apakah ingin hancur karenanya?
Atau bangkit dengan semanagat "Dendam Positif."

KETIKA KERTAS PUTIH ITU SALAH GORES

Dari Abu Hurairah r.a. berkata :Rasulullah SAW bersabda : Tiada
seorang anakpun yang lahir kecuali ia dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka
kedua orang tuanyalah yang menjadikan ia beragama Yahudi, Nasrani dan
Majusi (HR.Muslim)

Sahabat yang senantiasa dalam naungan Cinta dan Kasih Sayang Allah SWT, diantara 3 kekayaan yang akan kekal sampai Alam Penantian kita kelak adalah Anak yang Shaleh yang senantiasa memberikan Penghargaan dan Do’a kepada kita sebagai orang tua, namun apa yang akan terjadi jika anak-anak yang kita lahirkan itu kesuciannya ternoda oleh tangan kotor dan perilaku kita sebagai orang tua ? , mungkin kisah dibawah ini dapat menjadi renungan untuk kita semua…….
--------------------.

Menjelang istirahat di sebuah kursus pelatiahan, sang Motivator mengajak para peserta untuk melakukan suatu permainan. " Siapakah orang yang paling penting dalam kehidupan Anda ? ", tanyanya., lalu Motivator itu menunjuk salah seorang wanita cantik bernama Nisa.

Nisa diminta maju menuliskan 20 nama orang yang paling berharga dalam kehidupannya. Nisapun kemudian menuliskan 20 nama di papan tulis, ada nama tetangga, teman belajar, saudara, orang tua dan orang-orang tercinta lainnya.

Kemudian sang motivator meminta mencoret satu nama yang dianggap kurang penting, nisa mencoret nama tetangganya, lalu motivator itu menyilahkan mencoret satu nama lagi yang kurang penting, sekarang Nisa mencoret nama teman belajarnya.

Begitu seterusnya sampai pada akhirnya di papan tulis tersisa 5 nama yaitu Ayahnya, Ibunya, kakeknya, neneknya dan nama suaminya. Suasana kelas mendadak sunyi, semua peserta pelatihan memusatkan perhatian kepada sang Motivator, menebak-nebak intruksi selanjutnya dari sang motivator itu. Di tengah keheningan sang motivator berkata " coret dua nama lagi ! ", dengan tangan gemetar Nisa dan gelisah diangkatnya spidol kemudian mencoret nama Ayah dan Ibunya.
Seketika itu pun pecah isak tangis di kelas demikian juga Nisa yang mengeluarkan buliran air mata membasahi pipinya seolah mengingat sesuatu yang cukup menyakitkan, kemudian dia coret juga nama kakek neneknya dan hanya tertinggal nama suaminya, lalu dia bergegas kembali ke tempat duduk karena tidak mampu menahan tangis.

Setelah suasana sedikit tenang, sang motivator itu lalu bertanya : " orang yang berharga dalam hidup Anda bukan kedua orang tua Anda ? orang tua yang melahirkan dan membesarkan Anda, kakek nenek yang mengasihi dan menyayangi Anda, sedangkan suami masih bisa dicari lagi apalagi Anda masih cukup muda. Mengapa Anda memilh sosok suami sebagai orang yang paling berharga ? boleh Anda maju lagi menjelaskannya ! ".

Semua mata tertuju kepada Nisa, wanita cantik yang sekarang berada di depan kelas, sambil terisak Nisa bercerita : " semenjak aku kecil sampai aku dewasa tidak pernah aku rasakan ciuman cinta dari papa dan mamaku, yang aku terima dari mama hanyalah cacian dan kata-kata yang menyakitkan, kamu bego, kamu bodoh, tolol dan lain-lain, dan ketika aku masih usia SD sebuah putung rokok papa mendarat di pahaku serta kekerasan fisik lain yang susah aku lupakan sampai sekarang, bersyukur aku punya kakek nenek yang sangat menyayangiku sebagai tumpuhan segala penderitaanku, namun sayang kakek meninggal sejak aku masih kecil sedangkan nenek tinggal cukup jauh dari rumahku ", mendadak suasana kelas semakin gaduh dengan isak tangis demikian juga air mata Nisa yang semakin deras berjatuhan.

Setelah suasana tangis di kelas mereda, sang motivator kembali bertanya : " lalu ada apa dengan suami Anda begitu berharga dalam hidup Anda ? ", Nisa tiba-tiba tersenyum, : " ketika hidupku diambang jurang kehancuran dan nista, dia hadir memenuhi relung-relung jiwaku yang sudah sekian lama hampa, dia membimbingku dan menunjukkan jalan yang lurus, dia membangkitkan semangat belajarku yang telah punah dan mengantarku meraih gelar sarjana, dia memotivasi aku dan memberikan kepadaku Visi Hidup menuju sukses di masa depan, Aku bersyukur bertemu dengan suami yang sangat perhatian dan selalu memahami problematikan hidupku, sehingga aku tidak lagi mendendam dengan kedua orang tuaku ".

Thank You Allah,
I Love You my husband forever
Mama, Papa, I am Sorry if I must far your life.
for You All, I am not as your thoughts

Sahabat, melahirkan anak atau Generasi yang Shaleh dan Sahalehah tidaklah semudah membalikkan telapak tangan kita, karena betapa gelombang kemaksiatan sangat besar dan akan menghantam setiap kita, hanya dengan melibatkan Tangan Allah disetiap aktifitas pendidikan dan pembinaan terhadap anak dan generasi kita yang akan mampu mencetak Generasi yang unggul , Shaleh dan Shalehah sebagaimana yang kita semua harapkan

Silakan tidur di ruangan saya

Isa Alamsyah

Sepasang suami istri setengah baya datang ke lobby sebuah hotel kecil di Philadelphia.
Sudah beberapa hotel mereka datangi dan nampaknya ini harapan terakhir.
Apalagi saat itu hujan turun deras, jadi tak banyak lagi pilihan untuk mereka berteduh.

"Semua hotel besar di kota ini telah terisi, bisakah kau memberi kami satu kamar saja..?" tanya pria itu pada petugas hotel, setengah memelas.
"Semua kamar telah penuh karena ada 3 event besar yang bersamaan diadakan di kota ini," jawab petugas hotel,
"tapi saya tidak mungkin meminta Anda berdua pergi untuk kehujanan di luar sana pada pukul satu dini hari seperti ini," lanjutnya.
Lalu petugas itu bertanya, "Bersediakah Anda berdua tidur di kamar saya? Tidak mewah, tapi cukup baik untuk istirahat."
Akhirnya kedua pasangan itu tidur semalam di ruang tidur sang pegawai, dan sang pegawai tidur sedapatnya.

Pasangan itu sangat berterima kasih pada sang pegawai.
Keesokan harinya, sebelum berpisah, pria tua itu berkata pada si pegawai hotel, "Orang seperti kamu seharusnya menjadi pimpinan hotel terbaik di Amerika. Karena kamu melakukan pekerjaanmu dengan hati yang mau melayani. Mungkin suatu hari saya akan membangunkan sebuah hotel untukmu".
Pegawai hotel itu hanya tersenyum lebar mendengar ocehan orang tua itu, dan mereka pun berpisah.

Kira-kira dua tahun kemudian, pegawai tersebut menerima surat yang berisi tiket ke New York permintaan agar dia menjadi tamu pasangan setengah baya yang pernah ditolongnya.
Setelah tiba di New York, pria setengah baya tersebut mengajak pegawai hotel itu ke sudut jalan antara 5th Avenue dan 34th Street. Di sana pria itu menunjuk sebuah bangunan baru yang luar biasa megah dan mengatakan,
"Itulah hotel yg saya bangun untuk kamu kelola".

Tahukah siapa pegawai tersebut?
Pegawai hotel itu adalah George Charles Boldt, yang kini dikenal sebagai pebisnis perhotelan ternama.
Karirnya melesat sejak ia dipercaya mengelola hotel milik pria yang pernah diizinkan menginap di kamarnya.
Tahukah siapa pria setengah baya yang ditolongnya?
Ia adalah William Waldorf Astor, pemilik jaringan hotel Waldorf-Astoria, yang merupakan salah satu jaringan hotel terbaik di dunia.

Kisah ini menunjukkan pada kita, sebuah kebaikan kecil bisa mengubah masa depan.

No Excuse! untuk tidak berbuat baik
Seringkali kita menganggap kita tidak punya modal untuk berbisnis tapi apakah benar demikian?Modal tidak hanya uang, tapi kepercayaan dan kredibilitas adalah modal yang tidak bisa diremehkan.
Bahkan lebih besar daripada modal uang.

Kisah seperti di atas bisa kita lihat pada kisah Christopher pada buku No Excuse! halaman 11.
Sebuah kebaikan adalah investasi.
Sekalipun jangan berharap pamrih, karena setiap kebaikan akan dibalas oleh Allah SWT,
akan tetapi tidak jarang kebaikan juga langsung berbuah manis di dunia.

Kredibilitas juga modal yang penting.
kita bisa juga lihat kisah Conrad Hilton.
Setelah dipecat dari pekerjaaannya, ia bisa membangun hotel karena ia punya kredibilitas.
Orang percaya padanya sehingga ia dengan mudah bisa meminjam uang yang nilainya 4 kali lipat dari kekayaannya.
Jika ia tidak berinvestasi menjadi orang yang bisa dipercaya, mana mungkin orang mau invest pada Hilton yang baru kehilangan sumber penghasilan.

Sering kita dengar orang mengeluh:"Cari modal susah!""Mana ada orang mau investasi ke saya!"
Pertanyaannya:
Apakah selama ini ia telah membangun image sebagai orang yang bisa terpercaya mengelola modal?

Jadi jangan hanya mengeluh ketika tidak ada modal.
Investasi kebaikan sebanyak-banyaknya dari sekarang.
Bangun kredibilitas dan kepercayaan.Karena kebaikan sebesar biji zarah pun ada balasannya.
Kita tidak pernah tahu bagaimana kebaikan akan menolohng kita di masa depan,
tapi bisa dipastikan setiap kebaikan ada nilainya.

Investasilah dalam kebaikan. No Excuse!

Apakah Anda berada di Habitat yang Tepat?

Isa Alamsyah

Pernahkah Anda melihat Singa?
Sebagian besar mungkin pernah.
Di mana? Di kebun binatang?
Ya sebagian besar melihat singa di kebun binatang, betul?
Apakah Anda takut ketika melihat singa di kebun binatang? Tidak.
Kenapa? Karena Singa sudah dalam kerangkeng.
Kalaupun ada yang dilepas, singanya sudah jinak,
kita bisa menyentuh bisa berfoto ria.

Bagaimana jika Anda bertemu singa di habitatnya alam bebas?
Menakutkan bukan?
Seandainya saja kita melihat singa 50 m jaraknya dari kita di alam bebas,
jantung kita sudah terasa copot.
Lemas, karena hampir tidak mungkin bisa lepas dari mangsanya.

Apa yang membedakan singa di padang Afrika dengan singa
di kebun binatang di kebun binatang? Atau di sirkus?
Kenapa singa di sirkus jadi bahan hiburan, tetapi singa di padang rumput menakutkan?
Singa menakutkan di padang rumput, karena padang rumput adalah habitatnya.
Ketika singa berada di habitatnya mereka mempunyai segala kemampuannya dan menjadi mahluk menakutkan.

Ikan piranha sungguh menakutkan.
Tapi ketika ditaruh di dalam aquarium ikan ganas itu menjadi hiasan yang menarik.
Ikan hiu juga ganas, tetepi ketika ada di aquarium raksasa menjadi totonan.
Jika ikan hiu diletakkan di tengah lapangan, mungkin 1 jam pertama mungkin menggelepar dengan taring terbuka, menakutkan, tapi setelah itu lemas menuju ajal.
Semua mahluk ketika diluar habitatnya maka mereka menjadi lemah.

Bagaimana dengan kita?
Setiap kita juga mempunyai habitatnya (boleh di baca jati diri) masing-masing, apabila kita keluar dari habitat tersebut maka kita akan lemah.

Habitat atau jati diri kemuliaan manusia terletak pada akal dan hatinya, ketika manusia kehilangan ini maka ia kehilangan kemuliaannya.

Seorang pemimpin habitatnya adalah amanah dan kapabilitas. Kalau mereka kehilangan amanah dan tidak punya kapabilitas maka segala yang dipimpinnya akan menuju kehancuran.


Seorang muslim (mohon maaf bagi yang beragama lain jika tidak terlalu familiar dengan bagian ini), habitatnya adalah Al Quran dan hadits. Jika muslim ada dalam habitat ajaran Quran dan hadist maka mereka akan menjadi umat terhormat, punya harga diri, berperestasi dan menyejukkan bagi lingkungan dan masyarakat(rahmat bagi sekalian alam). Jika Muslim keluar dari habitat Quran dan hadits (sebagaimana sebagian besar muslim di dunia saat ini) maka mereka kehilangan harga diri, jadi cemoohan, tertawaan, dan direndahkan.

Fenomena musholah yang ditempatkan di lokasi yang tidak strategis dan sulit dijangkau di sebagian besar mall (padahal ruang merokok ada di tempat strategis dan terkesan mewah) atau fenomena aksi main hakim sendiri atau perusakan atas nama agama, adalah sedikit contoh yang terjadi akibat muslim sudah keluar dari habitat aslinya Quran dan hadits. Karena tidak berpegang dengan ajarannya, maka Muslim tidak punya kekuatan bargain dan menjadi silent majority, tetapi di sisi lain ada juga yang memaksakan kehendaknya jadi bertindak belebihan atau anarkis. Jadi tidak proporsional (tidak tawazun).

Orang sukses habitatnya adalah berkumpul dengan orang sukses, membaca buku-buku positif dan bergaul dengan orang yang berpikiran positif, ikut fan page positif, dan aktif di website yang memberi energi positif.

Pelajar dan ilmuwan, habitatnya di dunia buku, pustaka, dan diskusi.

Intinya, pada setiap individu, pada setiap profesi ada tempat atau atmosfer yang paling ideal untuk mencapai puncak.
Temukan atmosfer tersebut, cari habitat terbaik dan Anda akan sukses.
Insya Allah.

The Power of Movie

Isa Alamsyah

Ada yang aneh ketika saya sholat jumat.
Barisan shaf yang biasanya searah dengan gedung mesjid kini jadi miring.
Sebagaimana mesjid lainnya, sebenarnya mesjid ini dibangun searah kiblat,
tapi ternyata setelah di check ulang departemen agama,
arah kiblat selama ini salah karena itu diberi kemiringan baru.
Well, sekalipun kini kapasitas mesjid jadi berkurang, dan keindahan simetris hilang, setidaknya kita mengarah kiblat yang benar.

Yang menarik adalah, isu salah arah kiblat ini sudah sempat ramai dibicarakan.
Akan tetapi isu ini lebih menasional salah satunya
karena diangkat oleh film "Sang Pencerah".
Di film tersebut KH Ahmad Dahlan mengingatkan banyak kiblat
yang salah arah mengarah ke Afrika bukan ke Mekkah.
Setidaknya film ini juga menjadi pemicu gerakan menganalisa kembali kiblat di mesjid kita, apakah sudah benar?
Itu salah satu contoh dampak positif sebuah film.
Film punya kemampuan menggerakkan.

Pada tanggal 24 Februari nanti, ada satu film lagi yang mempunyai misi mulia.
Judulnya "Rumah Tanpa Jendela"
Film ini tidak hanya menghibur dan mempunyai bobot nilai yang tinggi,
tapi juga mempunyai misi sosial yang luar biasa.
Bayangkan saja, produser film ini berkomitmen untuk menyumbangkan 100% ya seratus persen, bukan salah tulis, dari hasil tayang dibioskop untuk kegiatan sosial.
Unicef dan rumah baca adalah salah satu sasaran donasinya.
Republika hari ini (Jumat 11 Februari) menulis film Rumah Tanpa Jendela ini sebagai
salah satu alternatif bagi CSR perusahaan.
Saat ini dana ratusan miliar rupiah sudah dikeluarkan berbagai perusahaan melalui CSR,
tapi tidak ada satupun yang menyentuh film sebagai salah satu wujud CSR.

Apakah penting? Tentu saja penting.
Rakyat kita kekurangan film yang bermutu, bernilai dan menghibur.
Dalam keadaan seperti ini, film bermutu perlu dukungan lebih dari mereka yang peduli.
Apa yang bisa kita lakukan?
Sediakan waktu, ingat jadwalnya 24 Februari 2011,
Tonton film Rumah Tanpa Jendela, dan film bermutu lainnya,
di hari pertama, atau kedua, atau ketiga...lalu rekomendasikan teman.
Ciptakan bola salju kebaikan.
Dengan demikian kita ikut andil dalam membangun film Indonesia yang bermartabat.
Jangan khawatir, saya sudah sempat nonton premier rumah tanpa Jendela,
saya berani jamin, film ini menarik, menghibur, inspiring dan menggerakkan.
Di artikel lain saya kasih bocorannya.

Ketika menulias artikel ini saya tidak sengaja kebetulan membaca inbox yang dikirim MTP (Masyarakat Tolak Pornografi) tentang kasus video Ariel. MTP mengutip Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang melansir 34 anak yang telah menjadi korban kejahatan seksual akibat video asusila yang sempat menjadi trending topic di beberapa situs jejaring sosial ini.
Ini yang terdata. Padahal sebenarnya banyak lagi tindakan negatif yang terpicu oleh tontonan yang negatif.

Sekali lagi, film (Media audio visual) punya kekuatan menggerakkan.
Film bervisi buruk menggerakakn orang pada keburukan,.
Film bervisi mulia menggerakan orang untuk kebaikan.
Sebagian besar kita tentu saja ingin menjadi bagian dari kebaikan bukan?
Tapi yang jelas jika cuma sekedar bilang mendukung, tanpa melangkah menonton, tanpa merekomendasikan, tanpa action, maka tidak memberikan dampak apa-apa.

Saatnya kebaikan bicara, jangan jadi silent majority untuk kebaikan.
No Excuse!

Rabu, Mei 18, 2011

Mengejar Impian Yang Tak Mungkin

Isa Alamsyah

Ini adalah sekilas kisah impian Aldi saputra (19 tahun), pemuda kampung asal Riau.
Walaupun sekilas terlihat seperti orang kebanyakan, sebenarnya ia mempunyai keterbatasan fisik. Ia tidak bisa berbicara dengan jelas, dan postur fisiknya tidak sempurna, dan sesekali gemetar-gemetar.
Tapi ia mempunyai impian, menjadi pemain film.

Kecintaannya pada dunia peran muncul ketika ia mengikuti kegiatan drama di sekolah sewaktu SMP. Ia melanjutkan kegiatan dramanya ketika SMA.
Penyuka pelajaran Bahasa Indonesia ini merasa nyaman di dunia akting dan ingin mendalami dunia akting.

"Lulus SMA, aku ngomong sama emak. Aku tahu fisikku seperti ini dan aku gak bisa buat emak bangga. Aku mohon diizinkan ke Jakarta belajar akting," katanya.

Tapi saat itu keluarga di kampung bilang:
"Kamu gak tahu diri, tampangmu dan fisikmu kayak gini gak mungkin jadi bintang film!"

Untung ada seorang paman yang peduli menasehatinya:
"Kalau kau ingin sukses dan betul sukses pindah dari kampung ini. Kalau kau tetap di sini kau tidak akan ada perubahan."

Akhirnya kesempatan datang.
Di Pekanbaru ada audisi akting di mal. Manajemen audisi membuka kesempatan akting dan memintanya ke Jakarta. Aldi harus merogoh tabungannya Rp 2.500.000 untuk membayar manajemen fee dan berangkat ke Jakarta untuk main film dan sinetron.
Akan tetapi sesampainya di Jakarta Aldi baru sadar bahwa ia baru saja tertipu, karena sama sekali tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
"Kalau saja keluarga di kampung tahu aku ditipu pasti mereka tambah marah lagi sama aku," kenangnya.

Aldi tidak mudah menyerah. Ia ingin tetap mengejar impiannya.
Dalam hati ia percaya, "Aku yakin, Tuhan gak sia-sia (menciptakan aku), selama usaha pasti ada jalannya"

Dengan uang seadanya, Aldi mencari tahu di mana ia bisa belajar akting. Ia menumpang tidur di rumah saudara,
Akhirnya ia direkomendasikan untuk bergabung dengan sanggar Ananda dan bertemu langsung dengan pimpinan sanggar Aditya Gumay.
.
"Kak Adit aku pengin belajar di sini," katanya.
"Kalau memang bagus akting kau, aku sendiri yang ajak kau main" kata Adit yakin.

Suatu hari Aditya Gumay, sutradara yang sukses dengan film Emak Ingin Naik Haji ini, menantang anak sanggar maju ke depan kelas dan siapa yang aktingnya bagus dapat hadiah.
"Aku maju dengan totalitas. Aku menang dan dapat hadiah seratus ribu dari Mas Adit. Itu gaji pertama menurutku" cerita Aldi.

Aldi akhirnya belajar terus di sanggar. Tapi semua tidak mudah.
Dari kampung ibu menelepon terus. Mana? Kapan kau main?
Selama setahun mendalami akting di Jakarta, ibu suka bilang;
"Pulanglah ke Pekanbaru jadi petani, percuma kau di Jakarta."
Akhirnya ibunya menyuruh Aldi berhenti, pulang, karena tak sanggup lagi kirimi uang.
"Aku tahu aku kurang bu, tapi aku yakin aku bisa. Aku pingin buktiin di sini." jawab Aldi.

Masalah datang lagi.
Satu-satunya kerabat tempatnya menumpang harus pindah ke luar kota.
Aldi tidak punya tempat tinggal, dan tidak bisa membayar biaya sanggar dan tidak punya sandaran hidup.
"Aku sudah gak bisa bayar lagi, tidak punya tempat tinggal, tapi aku ingin tetap ada di sanggar." jelas Aldi pada Sanggar.
"Kamu tinggal aja di sini, bantu-bantu, jaga kebersihan di sini," ungkap pihak sanggar menawarkan.
Di dalam kesulitan itu Aldi malah mendapat kesempatan belajar lebih banyak.

Di pertengahan tahun 2010, Aldi akhirnya mendapat kesempatan main film.
Tidak tanggung-tanggung, peran dalam sebuah film layar lebar
Ia diajak oleh Aditya Gumay untuk berperan menjadi salah seorang teman Rara (bintang utama) dalam film "Rumah Tanpa Jendela'' dan mendapat porsi peran yang cukup banyak.

Akhirnya impiannya tercapai.
Setidaknya ia bisa membuktikan apa yang kata keluarga di kampung tidak mungkin ternyata bisa terjadi
"Aku bersyukur kepada Allah SWT diajak main oleh Mas Adit. Ini sebuah sejarah bagiku. Aku bisa buktiin ke keluarga Aldi itu berguna, Aldi bukan org yg cengeng."

Aldi adalah salah satu contoh kecil No Excuse!
Ia bisa memasuki sebuah profesi yang hampir semua kriteria fisiknya tidak bisa dipenuhi .

(Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara Asma Nadia dan Aldi di sela-sela syuting Rumah Tanpa Jendela tanggal 7 juli 2010)

Jangan Mengaharap "Terimakasih" kepada manusia

Allah menciptakan para setiap hamba agar selalu mengingat-Nya, dan
Dia menganugerahkan rezeki kepada setiap makhluk ciptaan-Nya agar
mereka bersyukur kepada-Nya. Namun, mereka justru banyak yang
menyembah dan bersyukur kepada selain Dia.

Tabiat untuk mengingkari, membangkang, dan meremehkan suatu
kenikmatan adalah penyakit yang umum menimpa jiwa manusia. Karena
itu, Anda tak perlu heran dan resah bila mendapatkan mereka mengingkari
kebaikan yang pernah Anda berikan, mencampakkan budi baik yang telah
Anda tunjukkan. Lupakan saja bakti yang telah Anda persembahkan.

Bahkan, tak usah resah bila mereka sampai memusuhi Anda dengan sangat
keji dan membenci Anda sampai mendarah daging, sebab semua itu mereka
lakukan adalah justru karena Anda telah berbuat baik kepada mereka.

{Dan, mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya) kecuali karena Allah dan
Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka.}
(QS. At-Taubah: 74)

Coba Anda buka kembali catatan dunia tentang perjalanan hidup ini!
Dalam salah satu babnya diceritakan: syahdan, seorang ayah telah memelihara
anaknya dengan baik. la memberinya makan, pakaian dan minum,
mendidikanya hingga menjadi orang pandai, rela tidak tidur demi anaknya,
rela untuk tidak makan asal anaknya kenyang, dan bahkan, mau bersusah
payah agar anaknya bahagia.

Namun apa lacur, ketika sudah berkumis lebat
dan kuat tulang-tulangnya, anak itu bagaikan anjing galak yang selalu
menggonggong kepada orang tuanya. la tak hanya berani menghina, tetapi
juga melecehkan, acuh tak acuh, congkak, dan durhaka terhadap orang
tuanya. Dan semua itu, ia tunjukkan dengan perkataan dan juga tindakan.
Karena itu, siapa saja yang kebaikannya diabaikan dan dilecehkan
oleh orang-orang yang menyalahi fitrahnya, sudah seyogyanya menghadapi
semua itu dengan kepala dingin. Dan, ketenangan seperti itu akan
mendatangkan balasan pahala dari Dzat Yang perbendaharaan-Nya tidak
pernah habis dan sirna.

Ajakan ini bukan untuk menyuruh Anda meninggalkan kebaikan yang
telah Anda lakukan selama ini, atau agar Anda sama sekali tidak berbuat
baik kepada orang lain. Ajakan ini hanya ingin agar Anda tak goyah dan
terpengaruh sedikitpun oleh kekejian dan pengingkaran mereka atas semua
kebaikan yang telah Anda perbuat. Dan janganlah Anda pernah bersedih
dengan apa saja yang mereka perbuat.

Berbuatlah kebaikan hanya demi Allah semata, maka Anda akan
menguasai keadaan, tak akan pernah terusik oleh kebencian mereka, dan
tidak pernah merasa terancam oleh perlakuan keji mereka. Anda harus
bersyukur kepada Allah karena dapat berbuat baik ketika orang-orang di
sekitar Anda berbuat jahat. Dan, ketahuilah bahwa tangan di atas itu lebih
baik dari tangan yang di bawah.

{Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk
mengharapkan keridhaan Allah. Kami tidak mengharapkan balasan dari kamu
dan tidak pula (ucapan) terima kasih.}
(QS. Al-Insan: 9)

Masih banyak orang berakal yang sering hilang kendali dan menjadi
kacau pikiranya saat menghadapi kritikan atau cercaan pedas dari orangorang
sekitarnya. Terkesan, mereka seolah-olah belum pernah mendengar
wahyu Ilahi yang menjelaskan dengan gamblang tentang perilaku golongan
manusia yang selalu mengingkari Allah. Dalam wahyu itu dikatakan:

{Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui
(jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk
(menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang
melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.}
(QS. Yunus: 12)


Anda tak perlu terkejut manakala menghadiahkan sebatang pena
kepada orang bebal, lalu ia memakai pena itu untuk menulis cemoohan
kepada Anda. Dan Anda tak usab kaget, bila orang yang Anda beri tongkat
untuk menggiring domba gembalaannya justru memukulkan tongkat itu ke
kepala Anda. Itu semua adalah watak dasar manusia yang selalu mengingkari
dan tak pernah bersyukur kepada Penciptanya sendiri Yang Maha Agung
nan Mulia. Begitulah, kepada Tuhannya saja mereka berani membangkang
dan mengingkari, maka apalagi kepada saya dan Anda.

KISAH KOIN PENYOK

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.

Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.

Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya
terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.
“Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.

“Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya kekolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.

Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata
pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu.
Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu.
Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.

Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.

Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, “Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?”

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Sebaliknya, sewajarnya kita bersyukur atas segala karunia hidup yang telah Tuhan berikan pada kita, karena ketika datang dan pergi kita tidak membawa apa-apa.

Ternyata HIDUP itu SEDERHANA

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

”Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.”

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

”Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.”

Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu menjawab: “Mengapa?” Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.”

”Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.”

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.” Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.”

”Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.”

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?” Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.” Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.”

”Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.”

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.” Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.” Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

”Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.”

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?” Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”

”Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.”


Dari Sahabat

Kisah Petani Jagung

Seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia dibalik buah jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga disekitar perkebunannya.

"Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?" tanya sang wartawan.

"Tak tahukah anda?," jawab petani itu.

"Bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya juga buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung yang baik, saya harus menolong tetangga saya mendapatkan jagung yang baik pula."

Begitu pula dengan hidup kita. Mereka yang ingin meraih keberhasilan harus menolong tetangganya menjadi berhasil pula. Mereka yang menginginkan hidup dengan baik harus menolong tetangganya hidup dengan baik pula. Nilai dari hidup kita diukur dari kehidupan-kehidupan yang disentuhnya. Tetapi jika kita selalu berpikiran negative dengan mempengaruhi yang lain maka kehidupan kita juga akan menjadi negative.

(Kiriman dari sahabat)