Zack

Foto saya
be better than yesterday..
Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan

Senin, Juni 25, 2012

Saat Cinta Terbentur Orang Tua


 
Dari judulnya, keliatannya kita lagi mau bicara tentang tema film India yang selalu bikin facing antara Pacar dan Ortu. Kayaknya emang begitu, tapi ada beda pada hasilnya nanti, baca aja selanjutnya.?

Kalau kita sedang suka, jatuh cinta, ada kasih, falling (dan bahasa lainnya) ama seorang wanita (gua lebih suka menyebutnya wanita daripada perempuan), dan kita berpikir untuk melanjutkan hubungan lebih jauh, biasanya kita akan berusaha semampu mungkin untuk merealisasi "cerita India" itu. Abis, "ia" begitu indah, begitu mengharukan dan romantis, bahkan gak berlebihan kadang punya efek langsung pada kesehatan dan sikap kita sehari-hari.?

DEMIKIAN INDAHNYA Masalahnya berlanjut ketika kita sadar bahwa KITA HIDUP DALAM TATANAN MASYARAKAT ASIA, DIMANA PERAN ORANG TUA SEDIKIT BANYAK MASIH MEMPUNYAI KEPENTINGAN DALAM DIRI KITA, BAHKAN KADANG PERAN MASYARAKATPUN IKUT MENENTUKAN. Itu sebabnya dalam banyak undangan dan dekorasi pernikahan banyak ditemukan berseliweran kata-kata "Mohon doa restu", dimana tradisi kayak gini gak kita temukan dalam masyarakat Barat (Barat disebutkan di sini bukan berarti wah, ini cuma perbandingan fenomena).?

Dalam beberapa orang, percintaan sering gak berjalan dengan mulus karena faktor yang baru disebut di atas. Sebuah keberuntungan kalau kekasih anda diterima apa adanya oleh orang tua dan (mungkin) masyarakat anda, namun ketika sebaliknya terjadi gimana?

Beberapa teman saya kasih saran, coba dong didialogkan kembali dengan orang tua dengan baik-baik, dicarikan jalan keluarnya. Itu betul jika kemudian orang tua dapat menurunkan "standar permintaannya", namun BAGAIMANA KETIKA MEREKA TETAP BERPEGANG KUKUH DENGAN PENDAPATNYA untuk menolak kekasih anda?

Teman saya nyeletuk, "Orang tua apaan tuh! Masa sih kebahagiaan si anak dihalang-halangi, toh mereka menginginkan sebuah kebaikan (maksudnya pernikahan, suatu institusi yang tentu saja direstui oleh Tuhan)." ?Yang satu lagi menambahkan, "Apa sih maksud orang tua seperti itu, apakah mereka menginginkan anaknya berpasangan tanpa saling menyayangi?" Si A nyeletuk dengan kasar, "Emang yang mau kawin siapa sih, bokap nyokap loe apa loe, kok jadi dia pada yang repot?" Dan bermacam-macam tanggapan dari teman-teman.?

So judulnya di sini adalah PERTENTANGAN, mana yang anda pilih ketika solusi "keinginan" anda terhalang oleh "idealisme' orang tua??

CINTA (SAAT BELUM MENIKAH) BUKAN SEGALA-GALANYA, DIA BISA DATANG DAN PERGI BEGITU SAJA (saya tau kalimat ini pasti tidak disukai oleh banyak orang, khususnya para idealis cinta, tapi itulah realita). Cinta itu, seperti kata pepatah Jawa, timbul hanya karena faktor kebersamaan yang sering. Itu sebabnya Dewa bilang dalam salah satu lirik lagunya, "Beri aku sedikit waktu, biar cinta datang karena telah terbiasa." So, UNSUR TERPENTING PEMBENTUKAN CINTA ADALAH UNSUR "SELALU BERSAMA", itu saja, gak lebih. (Kalau loe deket ama seorang cewek cuma temenan biasa asalnya, kemudian akrab bener, jangan heran kalau kemudian bisa jatuh cinta, itu karena unsur kebersmaan tadi).

Logikanya, KETIKA KEBERSAMAAN ITU HILANG, MAKA HILANGLAH CINTA ITU. Jangan heran jika kita sering menganggap aneh dan gak realistis orang-orang yang selalu mengenang berat kekasih masa lalu kalau hanya untuk dikenang begitu saja dan hanya untuk bahan perbandingan (kecuali kalau mengenangnya cuma buat hiburan aja, itu sih gak bikin rusak). Jangan heran juga kalau orang yang pacaran long distance banyak yang putus hehehehe?

Menghilangkan cinta dengan cara menghilangkan kebersamaan, jika itu dilakukan tentunya bukan suatu hal yang mudah. iya khan? Yup, itu benar, ketika anda memutuskan untuk menjauhi sang kekasih, itu memang suatu keputusan yang berat, bahkan tidak berlebihan kalau dibilang itu bisa bikin anda cengeng dan serasa dunia ini hampa (kayak roman picisan). Namun percaya atau tidak, itu satu-satunya proses terapi mujarab hingga saat ini.?

? Kembali ke masalah ortu. Kita dihadapkan pada dua pilihan sekarang, antara MENURUTI KEINGINAN ORANG TUA UNTUK MEMBONGKAR CINTA KITA dan antara MEMASANG CINTA PADA KEKASIH KITA. Dilema bukan? Kayak si buah Simalakama, duanya-duanya pilihan yang berat.?

Mari kita itung-itungan sekarang dengan asas kebesaran jiwa.?

Ada satu pernyataan dari seorang bijak ketika menasehati anak didiknya, Si bijak bilang, "PATUTKAH KAMU MENYAKITI HATI ORANG TUA YANG TELAH BERPULUH-PULUH TAHUN MENDIDIK, MENGASUH, dan MEMBIMBINGMU.?

Ketika kamu kecil mereka nyebokin kamu kalau buang air, mandiin, menggendong kamu dalam pelukannya selama dua tahun lebih dengan kasih sayang tanpa imbalan? Kemudian semua jasa itu kamu lupakan begitu saja dan kamu balas dengan sebuah protes yang menyakitkan hati mereka? Dan itu kamu lakukan hanya karena seseorang yang baru kamu kenal dalam hitungan satu atau dua tahun? Haruskah kasih sayang berpuluh-puluh tahun itu dimusnahkan untuk kasih sayang katakan, dua tahun!?

Sebuah pertanyaan yang betul-betul dalam dan jelas maknanya jika diterima dengan jiwa yang bersih.?

Si bijak kemudian melanjutkan," Nak, kamu masih mau comparing antara cinta si Dia dengan kamu dan cinta orang tua terhadap kamu? Sungguh, tidak balance, ada yang berat sebelah! Jauh dan sangat jauh. Cinta dia kepada kamu, sedikit banyak bertendensi, saya tidak bisa pastikan bertendensi apa, namun cinta mereka (orang tua) terhadapmu, sungguh, saya berani pastikan adalah tanpa tendensi apapun! BAGI ORANG TUA, KEBAHAGIAAN KAMU DI MASA DEWASA SAJA SUDAH CUKUP SEBAGAI KEBANGGAAN DAN KEBERHASILAN ATAS USAHA CINTANYA SELAMA INI UNTUK KAMU. SEDERHANA DAN TANPA TENDENSI!"?

"Satu lagi yang mesti kamu pikirkan, dan ini sangat besar artinya untuk ketenangan jiwa kamu, yaitu, ADAKAH KAMU RELA ORANG TUAMU MENINGGAL DUNIA NANTI SEMENTARA DALAM HATINYA MASIH MENYIMPAN PERASAAN SAKIT SAMA KAMU? ADAKAH KAMU RELA MEREKA MENINGGALKANMU UNTUK YANG TERAKHIR KALINYA TANPA SENYUM SAMA KAMU?"

"KECINTAAN DAN KEPATUHAN KEPADA ORANG TUA ADALAH KECINTAAN DAN KEPATUHAN TOTAL TANPA SYARAT, KECUALI SATU, KETIKA MEREKA MENGAJAKMU BERBUAT TIDAK BAIK, ITU SAJA! DI LUAR ITU, ADALAH KEPATUHAN TOTAL."

?DAN JIKA KEDUANYA MEMAKSAMU UNTUK MEMPERSEKUTUKAN-KU DENGAN SESUATU YANG TIDAK ADA PENGETAHUANMU TENTANG ITU, MAKA JANGANLAH KAMU MENGIKUTI KEDUANYA DAN PERGAULILAH KEDUANYA DI DUNIA DENGAN BAIK" [Luqman:15]. Jadi, kalau ortu ngajak ke arah kemusyrikan maka tidak wajib kita mentaati mereka. Hanya saja sebagai anak tetap berkewajiban bergaul dengan baik selama di dunia. Sikap santun harus senantiasa dijaga.

"Aku bisa mengerti, jiwamu sedang bergejolak, sakit menerima kenyataan, bahkan gak menutup kemungkinan kasus-kasus cinta kayak gini bisa bikin orang bunuh diri. Namun inilah dunia dengan permasalahannya, tidak semuanya happy ending, KADANG SEBUAH KEPUTUSAN PAHIT HARUS DIAMBIL UNTUK MENGHINDARI AKIBAT KEPUTUSAN YANG LEBIH PAHIT.?

Tidak semua masalah mempunyai solusi happy kayak film-film India, contohnya adalah masalahmu ini. Di sini tidak ada solusi, yang ada cuma opsi, antara tetap meneruskan cintamu ama si dia dan antara kepatuhan terhadap keinginan orang tua."?

Kamu mungkin bilang, "Guru, anda begitu mudah menasehati saya, Anda tidak merasakan sedikitpun apa yang sedang saya rasakan." Saya akan jawab, seorang yang bijak adalah seseorang yang bisa mengatur derap emosi jiwa dengan logika, begitu kira-kira yang saya pahami selama saya hidup. Saya menghargai cinta kamu, dan itu merupakan bukti bahwa kamu adalah manusia yang romatik dan penuh cinta, namun permasalahannya di sini adalah, kamu berhadapan dengan cinta lain yang lebih tulus meskipun bagi kamu (sementara ini) cinta tulus orang tua itu bukan cinta tetapi suatu tekanan yang menyakitkan."?

"KASIH ORANG TUA KEPADA ANAKNYA TAK AKAN HABIS, NAMUN ITU BUKAN ALASAN BUAT KAMU UNTUK MENYAKITINYA, PAHAMI ITU SEBAGAI CINTA DAN KASIH YANG ABADI."

Si anak didik memotong, "Kebanyakannya, orang tua bisa menerima kita setelah kita punya anak, itu khan artinya nanti bisa kembali damai kalau saya tetap meneruskan keinginan mengawini kekasih saya."

Sang Guru menjawab, " Ya, ada beberapa yang seperti itu, namun, jika itu mungkin bisa terjadi kepada kamu juga. Tetapi JIKA ITU TETAP KAMU LAKUKAN, KAMU TELAH MENINGGALKAN SEDIKIT NODA DALAM JIWA MEREKA DAN ITU SUDAH CUKUP SEBAGAI NILAI MINUS KAMU DI JIWA MEREKA. Itu pun kalau mereka kemudia memaafkanmu setelah mereka melihat cucu. Permasalahannya, apakah kamu yakin bahwa mereka suatu saat nanti mereka dapat memaafkan? jika ternyata tidak hingga akhir hayat mereka, kamu akan dihantui dengan perasaan tidak tenang dan rasa bersalah di saat mereka tidak ada lagi. Sungguh Nak."?

"Sekali lagi, CINTA KAMU DENGAN DIA SEBELUM PERNIKAHAN, BUKAN SEGALANYA, SEKALI LAGI BUKAN SEGALANYA. CINTA SEMACAM INI MASIH BISA DATANG DAN PERGI, BERBEDA DENGAN KASIH DAN CINTA PASCA PERNIKAHAN, tidak begitu mudah untuk create cinta baru yang lain, karena ia sudah dilandasi dengan aspal baru, yaitu aspal TANGGUNGJAWAB DAN KOMITMEN, karena pernikahan adalah suatu perjanjian bernilai sakral abstrak yang harus diperjuangkan, meskipun dengan nyawa. KEHIDUPAN CINTA PASCA PERNIKAHAN ADALAH KOMITMEN PRIBADI DUA ANAK MANUSIA UNTUK TETAP MENJAGA SEBISA MUNGKIN AGAR TIDAK RETAK, MESKIPUN ITU HARUS DENGAN MENJUAL IDEALISME HARIAN. Sangat berbeda dengan kehidupan cinta sebelum pernikahan, sangat berbeda, yang kayak gini tuh masih bisa dibongkar pasang, masih bisa di-adjust sono-sini, itu realita. Saya tidak katakan cintamu sama dia tidak harus diperjuangkan sama sekali. Yang saya ingin katakan di sini adalah, cintamu dengan seseorang sebelum pernikahan adalah masih bernilai fifty-fifty untuk dipertahankan, ini artinya kamu bisa saja mempertahankan cinta itu, memperjuangkannya, cuma, menurut saya, proporsional dong. Artinya ketika dihadapkan kepada memilih antara dia dan kepatuhan terhadap orang tua, maka di sinilah kamu harus hitung menghitung kayak orang dagang! Yah, semacam usaha untuk lebih relistis."?

Si murid mulai ragu dan bertanya, "Jika saya mengikuti orang tua, apakah ini berarti saya pengecut dan tidak berani dalam mengambil keputusan untuk menikahinya, tidak berani dalam memperjuangkan Cinta?"? Sang guru: "Anakku, cobalah belajar untuk membedakan antara pemberani dengan si konyol!"?

Sang Murid, "Lalu apa yang harus saya katakan kepada si Dia?"? Guru, "Berbicaralah apa adanya, bahwa kamu telah berusaha untuk meyakinkan orang tua namun tidak berhasil, dia tentu akan sedih bercampur dengan marah, itu pasti, namun kamu perlu jelaskan juga, bahwa dia tidak sedih dan marah sendiri. Tidak ada orang yang ingin kebahagiaannya rusak dan hancur. Namun tidak berarti juga realita hidup selalu happy ending kayak film India."?

Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam bersabda, ?BARANGSIAPA MEMBUAT HATI ORANG TUA SEDIH, BERARTI DIA TELAH DURHAKA KEPADANYA." [Riwayat Bukhari]. Dalam kesempatan lain Rasulullah bersabda, ?TERMASUK PERBUATAN DURHAKA SESEORANG YANG MEMBELALAKKAN MATANYA KARENA MARAH. [Riwayat Thabrani].

Semoga Allah menjadikan kita sebagai anak-anak yang dapat MEMPERSEMBAHKAN CINTA, SAYANG, HORMAT DAN BAKTI KITA KEPADA KEDUANYA, HANYA UNTUK SATU TUJUAN: MERAIH CINTA, AMPUNAN, PAHALA DAN RIDHA-NYA.?

Amin allahumma amin...

Rabu, Mei 18, 2011

Orgasme Spiritual

mendengar kata ‘ Orgasme ‘, kebanyakan kita langsung ‘ngeres' duluan, bagaimana gak ngeres orang Orgasme itu didefinisikan sebagai ‘ sebuah rasa yang sangat nikmat yang hanya bisa dibahasakan oleh orang yang bisa merasakannya wakau hanya SESAAT ‘. Wow..? bikin penasaran kan !

Seorang teman saya berseloroh " wah nyesel saya nikah nih ! ", emang kenapa ? " ya nyesel lah kenapa gak dari dulu ", emang gimana rasanya setelah nikah ? " hmmm..., ueeeeenaaak ! "

Sahabat, Cuma sayangnya kebanyakan kita hanya tau dan merasakan ‘ Orgasme Biologis ‘ yang dapat kita capai ketika kita berhubungan Suami Istri atau ketika ‘Mimpi Indah ‘ (bagi yang masih lajang). Dan Orgasme Biologis inilah yang selalu dicari oleh kebanyakan orang dengan mengorbankan barbagai macam pengorbanan, dari yang ringan sampai yang paling berharga yang mereka miliki. Harta kekayaan, Jabatan dan Kehormatan mereka pertaruhkan demi KENIKMATAN SESAAT berupa Orgasme Biologis.

Orang-orang yang selalu mengembara mengejar Orgasme Biologis ini adalah orang-orang yang letak ‘Otaknya digeser dibawah Perut ‘. Maka hari-harinya yang mereka fikirkan adalah bagaimana mengkonsumsi segala macam kebutuhan untuk memuaskan apa yang ada dibawah perutnya tidak peduli adanya aturan norma dan Agama, syah atau tidak syah.waktu mereka habiskan hanya untuk sebuah ranjang. Banyak sekali pasangan Suami Istri yang bertengkar kemudian Cerai gara-gara Orgasme Biologis sebagai tujuan nikahnya.

Nah ketika kita sudah terjebak dan terpaku dalam Orgasme Biologis ini, kita tidak akan pernah bisa merasakan Orgasme yang jauh lebih tinggi dan lebih nikmat yaitu Orgasme Intektual dan Orgasme Spiritual.

Kita tahu siapa BJ Habibi ? ketika beliau masih dalam bangku kuliah di Jerman, beliau hanya bisa tidur 2 jam , sisa waktunya dihabiskan untuk melahap buku dan literature Ilmu Pengetahuan, inilah yang disebut Orgasme Intelektual, otaknya terbang keseluruh penjuru Semesta Alam menikmati derasnya aliran ide untuk sebuah visi Menggenggam Dunia. Orang seperti ini sering melupakan kasur dan dapur.

Jika kita mempaunyai pasangan yang masih sulit diajak menikah karena masih ingin belajar padahal kita sudah kebelet nikah, ketahuilah bahwa pasangan kita sedang mengalami Orgasme Intelektual, kita harus paham dan mengimbanginya serta juga harus bisa merasakan Orgasme Intelektual yang ia rasakan.

Ketika Suami atau Istri Kita terasa ‘dingin' diatas ranjang karena ide-ide berliannya terus mengalir, pahamilah bahwa ia sedang mengalami Orgasme Intelektual bersabarlah jangan kita ganggu karena kita juga pasti akan kecipratan rasanya. Dan berbahagialah karena Allah menanjikan akan mengangkat derajatnya.
"Allah akan Mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. " ( Mujaadilah :11)

Sahabat, lalu bagaimana rasanya Orgasme Spiritual itu, dibawah ini adalah petikan-petikan Syair Cinta seorang Wali Wanita yang mengalami Orgasme Spiritual dialah Rabi'ah Al-Adawiyah

Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cintaMu
Hingga tak ada sesuatupun yang menggangguku menjumpaiMU
Tuhanku, bintang-gemintang berkelap-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu-pintu istana pun telah rapat tertutup
Inilah saat sang Pecinta menyendiri bersama yang dicintainya
Tuhanku, inilah aku hadir kehadiratMU

Andai Kau Usir aku dari pintuMu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku padaMu sepenuh kalbu

Ya Allah, apa pun yang akan Engkau Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuhMu
Dan apa pun yang akan Engkau Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,
Berikanlah kepada sahabat-sahabatMu
Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku

Ya Allah, jika aku menyembahMu
Karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembahMu
Karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembahMu Demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu
Yang abadi padaku
Hatiku tenteram dan damai jika aku diam sendiri
bersama Engkau kekasihku
CintaMU padaku tak pernah terbagi
Engkau adalah Mihrab bagiku
Dan rahasiaMU menjadi kiblatku
Ooo..., penawar jiwaku
Hatiku adalah santapan yang tersaji bagi mauMu
Barulah jiwaku pulih jika telah bersatu dengan Mu
DARIMU JUA BIRAHIKU BERASAL
DAN HASRATKU HANYALAH TUK BERSATU DENGANMU
TUK MELABUHKAN RINDU
KAU ADALAH RASA RIANGKU
KAU TEGAK DALAM DIRIKU
KAU BIKIN DADA KERONTANG INI MELUAS HIJAU


TIDAK PERNAH terlintas dalam diri Rabi'ah Al-Adawiyah untuk MENIKAH Sampai akhir hayat Beliau, walau banyak sekali yag melamarnya, mengapa ? karena Beliau sudah sangat sangat menikmati Orgasme Spiritual.

Sahabat, mari kita lihat juga bagaimana Rosulullah SAW yang memiliki banyak Istri tetapi setiap malam-malamnya dihabiskan untuk bercumbu dengan Sang Maha Pengasih Allah SWT hingga bengkak-bengkak kaki beliau, sama sekali tidak ada waktu untuk berfikir Orgasme Biologis bersama para istrinya pada malam hari karena setiap kali Beliau beribadah Merasakan betapa dahsyatnya Orgasme Spiritual.

Ah masa sih ? buktinya sepeninggal Khadijah beliau tidak dikaruniai anak satupun, apakah Rosulullah mandul ? tidak !, apakah para istrinya mandul ? juga tidak !, jadi Rosulullah menikahi banyak wanita bukan untuk tujuan menikmati Orgasme Biologis sebagaimana poligaminya kebanyakan kita, Beliau merasakan Orgasme Biologis hanya bersama SATU orang wanita yaitu Khadijah, Apakah itu disebut Rosulullah Poligami ? terserah penilaian Anda.

Beliau juga sangat sibuk merasakan Orgasme Intelektual bersama Jibril dan bersama para Sahabat-Sahabatnya, sibuk menyampaikan Wahyu yang baru turun dan mengulang-ulang Wahyu yang turun sebelumya, sibuk memikirkan stok logustik untuk menyambut gelombang Kaum Muhajirin (orang-orang yang pindah ke Madinah mengikuti jejak dan ajaran Rosulullah ), sibuk membina, mengkader dan menugaskan para Sahabatnya ke wilayah-wilayah sasaran Dakwah Islam, sibuk mengatur strategi perang, dan sejumlah kesibukan lainnya dalam kondisi Iklim Alam yang sangat tandus dan perekonomian belum mapan, kondisi seperti ini tidak memungkinkan beliau mampu menafkahi Biologis para istrinya.

Akan tetapi para istri Beliau tidak pernah mempersoalkan ‘Nafkah Biologis' dari Beliau kecuali Aisyah yang masih sangat muda dan sempat libidonya naik hingga suatu ketika Aisyah pening kepalanya, " aduh...! Kepalaku sakit ", teriak Aisyah berharap ada perhatian dari Rosulullah, tapi apa jawab Rosulullah ? " Aku juga sakit, lho, kalau kamu sakit terus meninggal, biar aku nanti yang memandikanmu, mengkafanimu dan menguburkanmu ".

Namun kekesalan Aisyah juga mungkin para Istrinya yang lain terhadap supersibuknya Rosulullah dalam Mengabdi kepada Allah dan juga mengurus Ummat dan Negara, sangat terobati ketika Rosulullah sesekali mendatangi Istri-Istri Beliau, mereka juga merasakan Orgasme Intelektual sekaligus Orgasme Spiritual ketika berada didekat Beliau, lebih-lebih Aisyah yang rumahnya berada persis satu tembok dengan Masjid Nabi, sehingga hampir setiap hari Aisyah sibuk merasakan Orgasme Intelektual dan melupakan Orgasme Biologis. Ditambah lagi dengan gaya hidup seluruh Keluarga Rosulullah adalah Gaya Hidup orang Super Miskin, bagaimana mungkin mereka terfikir Orgasme Biologis ?.

"Allah akan Mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. " ( Mujaadilah :11)

Rabu, April 29, 2009

PASANGAN HIDUP

Manusia sering egois dengan memaksakan orang lain harus seperti apa dengan kriteria yang ideal, termasuk dengan pasangan hidupnya, orang tuanya, temannya, atau semua manusia yang dekat dengannya, tetapi dia tidak pernah memaksakan diri menjadi pribadi ideal...sehingga adalah hal yang adil Allah memberikan teman dan pasangan hidup yang sesuai dengan dirinya...untuk lebih jelasnya perhatikan tulisan yang penuh Hikmah dari sahabat kita Kamila Vyndarti:

Bertahun-tahun yang lalu,
seorang Anak Berdoa kepada Tuhan untuk Memberikan Pasangan Hidup,

"Engkau Tidak Memiliki Pasangan karena engkau Tidak Memintanya",
Tuhan menjawab.

"Tidak Hanya aku Meminta Kepada Tuhan,
aku Menjelaskan KRITERIA PASANGAN yang KUINGINKAN,
aku Menginginkan Pasangan yang BAIK HATI, LEMBUT,
MUDAH MENGAMPUNI, HANGAT, JUJUR, PENUH dengan DAMAI
dan SUKACITA, MURAH HATI, PENUH PENGERTIAN, PINTAR, HUMORIS,
PENUH PERHATIAN."

Aku bahkan Memberikan Kriteria Pasangan Tersebut Secara FISIK
yang Selama ini Kuimpikan.

Sejalan dengan berlalunya Waktu,
aku menambahkan DAFTAR Kriteria yang Kuinginkan dalam Pasanganku.

Suatu malam, dalam doa,
Tuhan berkata dalam HATIKU,
"Hamba-Ku, Aku Tidak Dapat Memberikan Apa yang engkau Inginkan."

Aku bertanya,
"Mengapa Tuhan?"

dan

Ia menjawab,
"Karena Aku adalah TUHAN dan Aku adalah ADIL.
Aku adalah KEBENARAN dan Segala yang Aku lakukan adalah BENAR."

Aku bertanya lagi,
"Tuhan, Aku Tidak Mengerti Mengapa aku Tidak Dapat
Memperoleh Apa yang aku Pinta dari-Mu?"

Jawab Tuhan,
"Aku Akan MENJELASKANNYA kepada-Mu,
adalah SUATU KE-TIDAK ADIL-AN dan KE-TIDAK BENAR-AN BAGI-KU
Untuk MEMENUHI KEINGINANMU karena Aku Tidak Dapat
Memberikan Sesuatu yang BUKAN Seperti engkau.
TIDAKLAH ADIL Bagi-Ku untuk MEMBERIKAN SESEORANG
yang Penuh dengan Cinta dan Kasih Kepadamu JIKA
TERKADANG engkau MASIH KASAR
atau Memberikan Seseorang yang Pemurah tetapi
engkau MASIH KEJAM
atau Seseorang yang Mudah Mengampuni tetapi
engkau sendiri MASIH SUKA MENYIMPAN DENDAM,
Seseorang yang Sensitif, namun engkau SENDIRI TIDAK..."

Kemudian Ia berkata kepadaku,
"Adalah LEBIH BAIK Jika Aku Memberikan Kepadamu
Seseorang yang Aku Tahu Dapat Menumbuhkan Segala KUALITAS
yang engkau CARI Selama Ini Daripada Membuat engkau
Membuang Waktu Mencari Seseorang yang Sudah
Mempunyai Ssemuanya itu.
PASANGANMU AKAN BERASAL DARI TULANGMU dan DAGINGMU
dan engkau AKAN MELIHAT DIRIMU SENDIRI DI DALAM DIRINYA
dan KALIAN BERDUA AKAN MENJADI SATU."

PERNIKAHAN adalah
seperti SEKOLAH - Suatu Pendidikan Jangka Panjang.

PERNIKAHAN adalah
TEMPAT DIMANA engkau dan PASANGANMU Akan
Saling MENYESUAIKAN DIRI dan TIDAK HANYA BERTUJUAN untuk
MENYENANGKAN HATI SATU SAMA LAIN
tetapi Untuk MENJADIKAN Kalian Manusia yang Lebih Baik
dan Membuat Suatu KERJASAMA yang SOLID.

"AKU TIDAK MEMBERIKAN PASANGAN yang SEMPURNA Karena
engkau TIDAK SEMPURNA.
AKU MEMBERIKAN SESEORANG yang DAPAT TUMBUH BERSAMAMU."